
Istana Emerald di gemparkan dengan suara teriakan Ratu Azusa yang memanggil sang Raja yang sedang berada di ruang tahta. Semua pengawal dan pelayan mengikuti sang Ratu takut jika terjadi sesuatu dengan Ratu mereka.
"Ada apa sayang, mengapa kamu
teriak-teriak..?" tanya Raja Ergus panik mendengar suara teriakan istrinya
"Apa kau tidak merasakan? Aura ini? Aura ini milik putri kita.." seru Ratu Azusa sambil tersenyum senang
Sebenarnya sedari tadi Raja Argus sudah merasakan aura ini, aura yang merupakan tanda bahwa sang putri sudah kembali. Hanya saja dia tengah menunggu apakah putrinya akan datang ke istana atau tidak.
"Aku tahu sayang, kita tunggu saja apakah dia akan kembali ke istana ini."
"Jamu pikir dia akan datang? Huh. Kamu seperti tidak mengenal putri mu itu. Dia akan lebih memilih mendatangi hutan white land daripada pulang ke sini." sinis Ratu Azusa kesal
Raja Argus mendengus mendengar ucapan istrinya yang sinis itu "Kan apa salahnya jika kita menunggu."
"Aku tidak ingin menunggu Yang Mulia Raja Argus, aku ingin kehutan white land." tegas Ratu Azusa lalu dalam sekejab mata dia sudah menghilang meninggalkan Raja Argus
"Istri yang menyebalkan." Raja Argus pun ikut hilang dengan kekuatan teleportnya.
Sementara di Academy Magica, terlihat Miss. Rain yang berjalan mondar-mandir menunggu kedatangan keempat muridnya.
"Akhirnya kalian datang juga." kata Miss Rain saat melihat kedatangan orang yang ditunggunya
"Maaf Miss Kami terlambat." kata Zou mewakili teman-temannya
"Tidak masalah. Lebih baik kita kehutan white land sekarang."
"Ada apa Miss? Apa ada masalah?" tanya Sergia
"Tidak. Tapi Key sudah kembali.." ucap Miss Rain bahagia
"Benarkah..?" sahut Alina tersenyum senang
"Tentu saja, aura ini sangat kuat."
"Tapi mengapa kita harus ke hutan white land? Mengapa kita tidak ke istana Emerald saja, bukankah yang mulia putri Key akan kembali ke istana?" tanya Alvian bingung yang diangguki setuju oleh temannya yang lain
"Bagi Key hutan white land jauh lebih berharga dari pada istana. Sudahlah jangan banyak bertanya, lebih baik kita pergi sekarang." lalu Miss Rain membuka portal untuk mereka menuju hutan white land
Sesampainya mereka disana, terlihat sudah ada Ratu Azusa dan Raja Argus yang berdiri didepan sebuah pohon besar tempat Key biasa berada. Di bawah pohon itu sudah ada Draka yang yang sedang bermalas-malasan.
"Salam yang mulia Raja dan yang mulia Ratu." ucap Alvian cs sambil menunduk
"Berdirilah anak-anak.."
Setelah mengucapkan itu, Raja Argus melangkah mendekati Draka.
"Dimana Keisya, Draka?" tanya Raja Argus
"Salam yang mulia, yang mulia putri Key berada di atas." ucap Draka sambil mendongakkan kepalanya keatas pohon
Tak lama kemudian keluarlah seorang gadis cantik dari balik dahan yang paling besar. Gadis yang selama sebulan ini menjadi bahan khawatiran mereka semua.
"Salam yang mulia Raja Argus dan yang mulia Ratu Azusa.." ucap Key sambil menunduk hormat
"Berdirilah.." sahut Raja Argus
Setelah berdiri, Key langsung diterjang dengan sebuah pelukan dari sang ibu.
"Apa kau tidak tahu, kami sangat khawatir padamu. Kau bahkan tidak memberi kami kabar apapun mengenai dirimu." kata Ratu terisak
Key membalas pelukan ibunya "Jangan menangis ibu. aku tidak suka air mata."
"Apa yang terjadi selama sebulan belakangan Key." suara dingin Raja Argus menintrupsi pelukan Key dan Ratu Azusa. Ratu pun melepas pelukannya dan kembali melangkah ke samping suaminya.
"Tidak ada yang terjadi, mereka memperlakukan ku sangat baik." sahut Key tak kalah dingin
"Sangat baik? Kau tidak bisa membohongi ayah Key."
Key menatap tajam ayahnya "Bisa kita bicara ayah? Hanya berdua saja. Ada yang ingin ku sampaikan pada mu."
Semua menatap ke arah Key "Mengapa hanya berdua? Tidak bisakah kau mengatakannya disini saja."
"Tidak bisa bibi. Ini rahasia.."
"Baiklah, ayo pergi.." sahut Raja Argus
Key memegang tangan ayahnya hingga mereka mengilang dari hadapan semua orang. Dan hal itu membuat Ratu Azusa mendengus kesal.
"Ayah dan anak sama saja. Dasar lemari es." ketusnya
Alvian cs hanya mampu menahan tawa mendengar ucapan ratu Azusa yang terdengar mengumpat pada suami dan anaknya sendiri.
Dimensi ruang.
"Dimana ini?" tanya Raja Argus bingung sekaligus penasaran
"Ini dimensi ruangku ayah." sahut Keisya datar
"Kau sudah bisa membuat dimensi ruang sendiri?"
"Memangnya apa yang tidak bisa dilakukan putri mu ini ayah."
Mereka berdua adalah Key dan Raja Argus. Key segaja membawa ayah kesini agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Hanya seputar black land."
"Lanjutkan.."
"Ayah, dia merindukan ayah dan sepertinya dia juga masih menyayangi ayah hanya saja egonya terlalu tinggi."
"Maksudmu Ergus?"
"Itu tidak mungkin Key. Mustahil."
"Itu benar ayah. Hanya saja rasa rindu itu terkalahkan dengan rasa irinya padamu."
"Dia ingin mengalahkan mu dan ingin menguasai kerajaan Emerald juga negeri magical ini. Dia ingin kegelapan berkuasa didunia ini."
"Itu tidak boleh terjadi Key. Mau bagaimana pun negeri magical tidak boleh dikuasai kegelapan, karena itu akan membuat keseimbangan dunia hancur."
"Aku tahu ayah dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi."
"Lalu apa rencana mu?"
"Perang akan tetap terjadi ayah, mau bagaimana pun wilayah white land tetap milik penyihir white land."
"Kau benar putriku.."
"Aku sendiri yang akan memimpin perang ini, tunggu saja aba-aba dariku. Jangan ada pergerakan sebelum perintah ku jatuhkan."
"Baiklah, ayah mengerti.."
"Satu lagi ayah, ini mengenai orang-orang yang menghilang secara massa satu tahun lalu.."
"Apa lagi ini.?"
"Mereka bisa kembali lagi.."
"Bagaimana caranya, kita harus menyelamatkan mereka."
"Aku tahu caranya ayah. Semua informasi itu sudah berada di tanganku. Termasuk informasi mengenai paman Ergus dan panglimanya yang baru.."
***
"Mereka lama sekali.." gerutu Ratu Azusa
"Jangan menggerutu ibu, nanti cepat tua.." ucap Key yang sudah tiba bersama ayahnya
"Memangnya apa yang kalian bicarakan? Mengapa lama sekali?"
"Ini rahasia.."
Ratu Azusa mendengus tapi itu tidak digubris oleh Key.
"Lebih baik ibu dan ayah kembali keistana dan perketat penjagaan disetiap sudut istana. Jika terjadi sesuatu, teman-temanku akan memberitahu ayah. Aku masih ada urusan dengan bibi dan yang lainnya."
"Baiklah, kalau begitu kami kembali dulu."
Setelah kepergian orang tuanya, Key melangkah mendekati rekannya dan bibinya.
"Selamat datang yang mulia putri.." ucap mereka serentak sambil membungkuk hormat
"Terima kasih.."
"Apa ada masalah Key?" tanya Miss Rain
"Hanya sedikit bibi."
"Apa yang terjadi?"
"Apa penyihir black land itu memperlakukan anda dengan buruk yang mulia?" tanya Sergia
"Tidak ada perlakuan buruk. Mereka memperlakukan ku layaknya diriku sendiri."
"Lalu masalah apa yang kau maksud Key?"
"Tidak ada pilihan bibi. Perang itu akan tetap terjadi."
"Mengapa? Bukankah kau sudah..."
"Tidak ada yang teratasi bibi." ucap Key memotong perkataan bibinya
"Perang itu sudah digariskan akan terjadi. Wilayah white land akan tetap menjadi milik white land. Kegelapan tidak akan kubiarkan mengambil alih negeri magical ini. Negeri ini ditakdirkan untukku dan semua keturunan ku yang terpilih." kata Key membelakangi semua orang
"Tapi mengenai orang-orang yang hilang secara massal bagaimana yang mulia putri?" tanya Alina
"Aku sudah tau cara untuk membuat mereka kembali. Hanya saja ini sangat rumit." sahut Keisya sambil menghela nafas panjang
"Rumit?" ucap Zou bingung
"Iya, karena dia memiliki kekuatan nature bander."
"Nature bander? Kekuatan apa itu..?" ucap Sergia bingung
"Itu adalah salah satu dari kekuatan langka, kekuatan yang akan melindungi pemiliknya." jelas Alvian
"Jadi kita harus melakukan apa?" tanya Zou
"Kita akan diskusikan ini nanti. Aku harus
pergi."
"Mau kemana lagi kau?" seru Miss Rain galak
"Aku ingin menemui semua teman-temanku bi. Sebentar saja."
"Baiklah, hanya sebentar.." Key mengangguk mengiyakan perintah bibinya.
Selesai...
Jangan lupa vote dan comment.
Merci..