THE LAWYER'S SECRET WIFE

THE LAWYER'S SECRET WIFE
Eps 59. Ke Mall



"Sekarang baru minta maaf, huh?"


Quella mendengus tapi tak ayal langsung melepaskan jewerannya pada telinga Vince. Sekarang ia bersedekap dada sembari duduk bersandar di kursi. Ia menatap sinis sang suami yang masih sedikit meringis akibat ulahnya.


"Aku marah karena kecerobohan mereka, sayang. Kalau mereka tidak ceroboh, aku juga tidak akan marah seperti ini," kilah Vince membela diri.


"Tapi harus marahnya selama itu? Bukannya menyelesaikan masalah, kamu justru hanya buang-buang suara. Mereka juga tidak bisa berbuat apapun karena masalah ini terjadi tanpa sengaja," ucap Quella menceletuk sesuai fakta.


"Baiklah, aku salah. Maaf, sayang!" Vince mengakui kesalahannya.


Ucapan Quella sangat benar dan sekarang tidak ada cara lain, selain meminta maaf daripada terus berdebat. Terlebih lagi ia tidak ingin merusak suasana hati istrinya itu.


"Heum, sudahlah. Jangan mengulangi hal yang sama lagi! Masalah tidak bisa di selesaikan hanya dengan amarah seperti itu," imbuh Quella mengingatkan.


Vince mengangguk mengerti. Lalu bergerak menyentuh rambut Quella yang begitu halus. "Kamu ke sini di antar pak Hedy?"


"Aku menyetir sendiri," sontak saja pernyataan Quella barusan membuat Vince memicingkan matanya.


"Kenapa tidak minta di antar pak Hedy!?"


"Karena aku mau menyetir sendiri. Lagian tujuan awalku bukan ke sini tapi ke rumah Zelda buat nonton bersama. Cuma gara-gara Asisten Troy meneleponku untuk datang menenangkanmu, aku jadi ganti arah. Makanya aku datang ke sini," jelas Quella seraya memutar malas bola matanya.


Selanjutnya ia bisa menebak apa yang akan terjadi. Pastinya cecaran yang di dasari kekhawatiran dari sang suami tercinta wk.


"Kamu baru keluar dari rumah sakit. Seharusnya istirahat dulu di rumah, jangan kemana-mana! Bukannya pergi tanpa memberitahuku dan itu pun tidak di antar pak Hedy. Kalau nanti kamu kenapa-kenapa, gimana? Aku tidak mau terjadi sesuatu lagi padamu, sayang!" cecar Vince bernada datar, tetapi kekhawatirannya tampak terdengar jelas.


Benar, kan? Quella sudah menebak hal ini. Tidak masalah. Suaminya khawatir seperti itu sangat wajar. Jadi sekarang yang harus ia lakukan adalah menenangkannya.


"Aku sudah baik-baik saja. Kamu tenanglah! Soal memberitahukan, aku rencananya mau menghubungimu saat mau berangkat tadi. Tetapi Asisten Troy lebih dulu meneleponku. Jadinya aku tidak jadi menghubungimu,"


Tampak Vince menghela nafas. "Huffft—Aku seperti ini karena mengkhawatirkanmu, sayang!"


"Ya, aku tahu itu. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku," ungkap Quella tersenyum tipis seraya menyentuh wajah tampan sang suami yang mana kini menunjukkan jelas kekhawatirannya.


Vince hanya membalas dengan mencium punggung tangan Quella yang menyentuh wajahnya. Ciuman yang begitu hangat dan tidak akan pernah bosan ia lakukan.


"Sekarang kamu mau kemana? Tetap ke rumah Zelda?" tanyanya mengganti topik pembahasan.


Quella tidak langsung menjawab, melainkan melirik jam dinding yang ada di ruangan itu. Sudah hampir jam setengah 12 siang dan terlalu terlambat untuknya datang ke rumah Zelda. Kedua sahabatnya itu pasti sudah menonton setengah dari film. Lagian Zelda juga tidak memintanya datang usai urusannya selesai. Mungkin ia akan ganti tujuan daripada langsung pulang ke rumah. Ke mall untuk berbelanja, maybe?


"Aku mau ke mall. Ada beberapa barang yang ingin ku beli, " jawab Quella sempat berpikir sejenak.


"Kenapa tidak lain kali saja, sayang? Hari ini kamu istirahat dulu di rumah," ucap Vince sedikit keberatan. Di dalam pikirannya sekarang, memulihkan kesehatan Quella adalah yang utama.


Quella mendengus kasar mendengarnya. Tetapi, bibirnya tampak mengerucut lucu. "Selama di rumah sakit, aku sudah banyak istirahat. Masa di rumah juga harus istirahat lagi. Aku bosan, sayang!"


Ugh! Kalau sudah begini, Vince mana tahan untuk tetap pada pendiriannya agar hari ini Quella beristirahat saja di rumah. Ekspresi sang istri itu begitu menggemaskan. Dengan spontan ia memberikan ciuman sekilas pada bib*r Quella yang tengah mengerucut lucu.


"Kamu boleh ke mall tapi harus aku temani. Tidak boleh nolak!" seru Vince tanpa bisa di ganggu gugat, alias keputusan final.


"Baiklah," Quella tidak mempunyai alasan, apalagi pilihan untuk menolak hal itu.


Kini mereka berdua tengah berjalan keluar dari meeting room. Tentunya dengan Vince menggandeng tangan Quella. Tidak memedulikan tatapan orang-orang yang bekerja di bawah kantor Firma Hukumnya.


"Troy!" panggil Vince saat melihat keberadaan asistennya itu. Lantas Troy segera datang menghampirinya dan Quella.


"Ada apa, tuan?"


Troy langsung menggangguk mengerti. "Baik, tuan. Saya mengerti,"


"Hmmm. Pulanglah setelah selesai melakukannya! Kita bertemu lagi besok," ucap Vince di sertai dehaman pelan dan kembali di balas anggukan kepala oleh Troy.


"Hati-hati di jalan, tuan!"


Vince tidak membalas lagi, melainkan mulai melanjutkan berjalan bersama Quella. Dimana sang istrinya hanya tersenyum tipis di balik masker menatap ke arah Troy.


"Apa tidak masalah kalau kamu menemaniku?" tanya Quella di sela berjalan memasuki lift yang mana akan mengantarkannya dan Vince ke lantai dasar.


"Di sini aku bosnya, kamu lupa?" bukannya menjawab, Vince justru bertanya balik.


Quella menatap jengah ke arah laki-laki yang berstatus suaminya itu. "Bos mah bebas,"


"Nah kamu tahu itu," timpal Vince tersenyum tipis. Quella hanya menanggapinya dengan dehaman singkat.


Sebelum akhirnya pintu lift terbuka. Mereka berdua pun berjalan keluar dengan masih bergandengan tangan. Hal itu menggundang tatapan terkejut dari resepsionis dan beberapa orang yang kebetulan berada di sana. Sebuah pemandangan yang tidak terduga untuk mereka. Ini karena Vince tidak pernah di rumorkan apalagi terlihat dengan gadis manapun. Nyatanya hari ini mereka melihat sang bos tengah berjalan bersama seorang gadis sembari bergandengan tangan dan sangat mesra. Ini benar-benar mengejutkan. Namun kedua orang yang sedang membuat seisi kantor Firma Hukum milik itu terkejut, justru berjalan dengan santainya keluar dari sana.


"Kuncinya, sayang!" seru Vince saat mereka berdua sudah berdiri di dekat mobil yang tadi Quella bawa.


Quella langsung menyerahkan kunci mobil yang tadi di simpannya dalam tas. Vince melepaskan genggaman tangannya, lalu menerima kunci tersebut dan membukakan pintu mobil untuk Quella. Tanpa berucap apapun, Quella segera berjalan masuk ke dalam mobil di susul Vince yang masuk dari arah lain. Dimana setelahnya Vince melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju mall terkenal di sana.


****************


Setelah memakan waktu tempuh sekitar 20 menit, akhirnya Vince dan Quella tiba di mall yang di tuju. Vince memarkirkan mobil terlebih dulu di parkiran yang tersedia.


"Ayo turun!" ajak Vince hendak membuka pintu mobil tapi di hentikan oleh Quella.


Sontak hal itu membuatnya langsung menoleh ke arah sang istri. Alisnya terangkat sebelah.


"Kenapa, sayang?" sambungnya.


"Kamu yakin keluar seperti ini? Maksudku, tidak mau melakukan penyamaran?" celetuk Quella menatap intens Vince.


"Ah—Aku kira kenapa. Keluar seperti ini juga tidak masalah. Cepat atau lambat semua orang akan tahu tentang kita," sahut Vince begitu santai.


"Baiklah. Terserah kamu saja," Quella tidak ingin ambil pusing soal itu.


Vince memang benar. Cepat atau lambat semua orang akan tahu tentang mereka. Jadi ia membiarkan saja suaminya itu menemaninya tanpa penyamaran.


"Sekarang ayo turun!" sekali lagi Vince berseru mengajaknya turun dari mobil.


Tetapi sebelum itu, Vince sempat melepaskan jas, rompi serta dasi yang melekat di tubuh kekarnya. Menyisakan kemeja yang satu kancing bagian atasnya di lepaskan dan lengannya sedikit di gulung ke atas. Sehingga penampilannya jauh lebih santai daripada tadi.


Quella menganggukkan kepalanya dan segera turun dari mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Vince. Laki-laki itu bergerak cepat hanya untuk membukakan pintu mobil. Dan—Tentunya langsung menggandeng mesra tangannya. Mereka berdua mulai berjalan memasuki mall. Seperti yang sudah di perkirakan, kedatangan mereka berdua cukup menarik perhatian orang-orang di sana. Bukan Quella yang menarik perhatian mereka sebab maskernya masih menutupi sebagian wajahnya. Itupun hanya bagian mata yang sedikit terlihat, sisanya di tutupi oleh topi.


Oleh karena itu, orang yang menarik perhatian mereka adalah Vince. Laki-laki itu berjalan dengan santainya menggandeng tangannya. Tentunya pemandangan itu tidak di sia-siakan oleh sebagian orang. Dimana mereka langsung mengambil beberapa foto. Namun baik Quella, maupun Vince tidak terlalu memedulikan hal tersebut dan terus lanjut berjalan.


"Lihatlah! Kamu memiliki banyak fans di sini," ucap Quella pelan di sela berjalan.


Vince terkekeh mendengarnya. "Mereka hanya ingin membuat berita panas. Secara ini kali pertamanya aku berjalan berdua dengan seorang gadis,"


"Benarkah? Apa kamu lupa kalau aku bukan lagi seorang gadis, tetapi perempuan yang sudah menikah?" cetus Quella seraya menatap ke arah Vince yang berjalan di sebelahnya.


Spontan Vince kembali terkekeh mendengar penuturan sang istri. "Biarkan saja mereka mengira apa. Mau kamu di kira seorang gadis ataupun perempuan, faktanya kamu adalah istriku. Istri seorang Vince Marson,"