THE LAWYER'S SECRET WIFE

THE LAWYER'S SECRET WIFE
Eps 16. Kesedihan Vince



Laki-laki itu tidak berbalik badan meski namanya di panggil. Vince Marson--Benar itulah namanya. Seorang laki-laki yang begitu mendominasi dan di takuti banyak orang dengan identitasnya sebagai pengacara terkenal di Inggris. Usianya baru menginjak 25 tahun. Masih terbilang muda untuk laki-laki seusianya yang berhasil sukses menjadi seorang pengacara. Tidak hanya kehebatannya sebagai pengacara saja yang di kagumi, ketampanannya pun sama. Ketampanannya begitu memesona. Belum lagi di dukung dengan tubuh atletisnya yang juga tinggi. The is perpect Man, kata banyak perempuan saat melihatnya secara langsung.


Pengacara muda yang sukses, tampan dan juga seorang konglomerat, wajar kalau banyak perempuan menyebutnya laki-laki sempurna. Hampir sempurna sepenuhnya. Tinggal pasangan saja yang belum Vince miliki. Bukan karena ia tidak ada yang suka, tetapi memang dirinya sendiri yang membentengi para perempuan untuk tidak mendekat. Sehingga para perempuan sulit untuk bisa mendekatinya. Entah apa yang membuatnya tidak ingin di dekati. Jelasnya karena sikapnya itu, sampai sekarang ia belum mempunyai pasangan. Ia juga tidak terlihat dekat dengan siapapun, terkecuali beberapa orang terdekatnya.


Vince juga sosok pengacara yang amat teliti dan pintar dalam melakukan sesuatu. Siapa pun kliennya, ia akan menyelidiki orangnya terlebih dulu sebelum mau menerima kasusnya. Jika calon kliennya itu bersalah, Vince tidak akan mau menerima kasusnya. Vince berprinsip untuk membela orang benar. Sekali pun orang itu tidak mampu membayar penuh jasanya, itu tidak masalah. Ia hanya ingin kemampuannya sebagai pengacara bisa berguna bagi banyak orang sesuai pesan orang tuanya dulu. Hidup dengan kekayaan melimpah, bukan berarti Vince sombong. Justru ia senang berbagi pada banyak orang.


Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang belum di ketahui dunia. Fakta bahwa Vince sudah menikah sejak 3 tahun lalu. Ia menikah karena perjodohan yang orang tuanya lakukan. Dimana sosok perempuan yang menjadi istrinya tidak lain adalah Quella Xaviera. Perempuan yang menjadi cinta pertamanya. Oleh karena itu ia langsung menerima perjodohan yang memang sudah di rencanakan sebelum orang tua Quella meninggal. Saat Quella baru akan menginjak usia 20 tahun, baru pernikahan mereka di langsungkan. Meski tanpa kehadiran orang tua Quella.


Namun mereka menjalani kehidupan pernikahan dengan bahagia hanya dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Sebelum sebuah kecelakaan membuat Quella kehilangan sebagian ingatannya. Kecelakaan yang juga menjadi salah satu alasan Vince tidak bisa berada dekat dengan Quella. Dan--Inilah waktu yang selama ini Vince tunggu. Waktu untuk bisa kembali bersama Quella dan memulihkan ingatannya.


***


"Apa yang terjadi padanya?" orang yang tadi memanggil Vince kembali bertanya, tepat sesudah berdiri di dekat ranjang.


"Dia tidak sadarkan diri karena memaksa untuk mengingat kembali. Ini salahku, Ger!" jawab Vince tanpa menatap arah lawan bicaranya--Gerald.


Apa hubungan Vince dan Gerald? Jawabannya mereka adalah saudara sepupu. Gerald salah satu orang terdekat Vince. Ia tahu semua hal tentang kakak sepupunya itu. Termasuk permasalahan Vince dengan Quella yang sudah berlangsung sejak 1 setengah tahun lalu. Gerald hanya tahu Quella kehilangan ingatan karena kecelakaan. Selebihnya Vince tidak memberitahukan lebih jelas. Ia juga tidak berniat untuk mencari tahu soal itu.


"Jangan salahkan dirimu, kak! Dia--Kakar ipar seperti ini karena ingin mengingat apa yang telah di lupakannya," Gerald memegang pundak Vince untuk menenangkannya.


"Tapi dia menjadi tidak sadarkan diri seperti ini. Seharusnya aku bisa lebih bersabar untuk menunggu ingatannya pulih," ucap Vince masih menyalahkan dirinya atas keadaan Quella.


Gerald menggelengkan kepala. "Bukan begitu, kak. Jika kakak tidak melakukannya sekarang? Lalu kapan? Apa kakak ingin menunggu lebih lama lagi atau bahkan selamanya? Tidak bukan. Kakak sudah lama menunggu dan sekaranglah waktunya. Kita harus berusaha membuat ingatan kakak ipar kembali. Jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri!"


"Aku masih bisa menunggu lebih lama lagi, Ger. Asalkan dia baik-baik saja," Vince berucap pelan--Matanya menatap sendu ke arah Quella.


"Kakak ipar pasti baik-baik saja. Percayalah padaku, kak!" sekali lagi Gerald menyakinkan Vince bahwa keadaan Quella baik-baik saja.


Vince terdiam mendengarkan Gerald. Pikirannya hanya memikirkan keadaan Quella. Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri, bila terjadi sesuatu hal buruk pada perempuan yang di cintainya itu.


"Kakak tetaplah di sini sampai kakak ipar sadar! Aku akan kembali ke bawah dulu untuk mengatasi kedua sahabat kakak ipar," sambungnya.


Gerald pun segera pergi meninggalkan Vince bersama Quella di dalam kamar itu. Ia akan mengatasi Zelda dan Wileen yang pastinya akan mencari Quella saat tidak menemukan keberadaannya di taman. Sementara itu, Vince tidak mengubah posisinya. Duduk di sebelah Quella sembari memegang tangannya. Kedua matanya tidak pernah berkedip menatap perempuan yang sangat di cintainya itu. Ia berharap saat Quella sadar, ingatannya kembali pulih. Tidak masalah kalau hanya satu atau dua kejadian yang baru di ingatnya. Tetapi, setidaknya ia menjadi bagian dari kejadian yang Quella ingat. Itu saja sudah cukup untuk saat ini.


"Xaviera--Sayang. Sudah sekian lama dan baru sekarang aku bisa memegang tanganmu kembali. Ini pun dalam keadaan kamu tidak sadarkan diri. Aku minta maaf. Sungguh aku menyesal atas apa yang telah ku lakukan dulu, maupun sekarang. Pada saat itu aku terpaksa meninggalkanmu untuk sementar waktu demi keselamatanmu. Tetapi, ternyata kamu justru ikut meninggalkanku. Kamu lupa akan keberadaanku. Lupa akan semua yang pernah kita lalui bersama. Kamu tahu? Itu menyakitkan. Hatiku benar-benar sakit," ucap Vince dengan bibir bergetar.


Kesedihan mendalam yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapa pun, kini tumpah di hadapan Quella. Vince menangis dalam diam. Kepalanya tertunduk dengan mata terpejam. Tanpa sadar tetesan demi tetesan air matanya mengenai tangan Quella. Air mata yang hanya menetes kala Vince seorang diri meratapi kesedihannya. Orang lain mungkin mengira Vince selalu merasa bahagia. Tidak. Semua itu salah besar. Vince menyimpan kesedihan dalam hatinya. Dimana selama ini ia tidak bisa melakukan apa-apa, selain menatap Quella dari kejauhan. Lalu mengapa ia tidak bersama Quella saat masalahnya sudah selesai? Jawabannya hanya Vince yang tahu.


"Please, bangun dan sebutlah namaku! Aku sangat merindukanmu," sambungnya di sela tangisannya yang tertahan.


Takdir seperti mengerti akan kesedihan Vince--Laki-laki yang selama ini menahannya di dalam hati. Perlahan jari Quella bergerak, sontak membuat Vince langsung menghapus air matanya dan juga mengusap tangan Quella yang basah. Tidak berselang lama, mata Quella mulai terbuka.


"Xaviera... Kamu sudah sadar?" tanyanya sembari menyentuh wajah Quella--Perempuan yang sampai saat ini masih berstatus sebagai istrinya.


Quella mengedarkan pandangannya ke segala arah, sampai akhirnya menemukan keberadaan Vince di sebelahnya. "Anda?"


Kecewa. Vince harus menelan kekecewaan karena sepertinya Quella masih tidak mengingatnya. Tetapi, ia tidak ingin Quella melihat kekecewaannya itu. Vince juga langsung menarik tangannya yang tadi menyentuh wajah Quella.


"Ya, ini saya. Kamu tidak apa-apa, kan?"


Quella menggelengkan kepalanya. "Sebenarnya saya kenapa? Dan--Siapa Anda? Kenapa suara Anda terus memenuhi isi kepala saya?"


Deg...


Vince tidak tahu harus mengatakan apa pada Quella. Selama ini kenyataan Quella hilang ingatan di rahasiakan darinya atau permintaan pamannya sendiri. Vince pun setuju karena ini demi kesehatan Quella. Namun sekarang bagaimana? Mungkin ini sudah saatnya mengatakan kenyataan itu.


"Apa pernah ada yang memberitahu kamu pernah mengalami kecelakaan?" tanya Vince secara hati-hati agar Quella bisa mengingat secara perlahan dan bertahap.


"Tidak. Memangnya saya pernah kecelakaan?" Quella bertanya balik.