THE LAWYER'S SECRET WIFE

THE LAWYER'S SECRET WIFE
Eps 49. Perhitungan



"Qu—Quella?" Yocelyn serta kedua temannya sama-sama tergagap. Mereka bertiga terkejut mendengar nama Quella di sebutkan oleh Vince.


"Ya, Quella! Saya yakin kalian tidak mungkin langsung tidak mengenalnya. Bahkan setelah melakukan rencana yang membuatnya sekarang terbaring koma, bukan?" ucap Vince dingin dengan emosi kembali tertahan.


"A—pa yang pengacara Vince katakan? Kami tidak mengerti," sahut teman laki-laki Yocelyn memberanikan diri.


Vince semakin mempertajam tatapannya saat mendengar itu. Suasana di dalam ruangan itu pun ikut tambah mencekam karena aura dingin Vince yang begitu terasa.


"Kalian tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti!? Jangan berpikir saya tidak tahu apa yang telah kalian lakukan pada Quella!"


Yocelyn dan kedua temannya saling beradu tatapan. Mereka bertiga seolah sedang berbicara, tepatnya mempertanyakan beberapa hal. Terutama apa hubungan Quella dengan laki-laki sehebat Vince. Lalu apa Vince benar-benar mengetahui apa yang telah mereka lakukan pada Quella.


"Memangnya apa yang kami lakukan pada Quella?" tanya Yocelyn berusaha tetap tenang, meski nyatanya sekarang mulai merasa gugup.


Muak mendengar pertanyaan yang seolah tidak mengerti apa-apa, Vince langsung mengisyaratkan salah satu anak buahnya untuk datang ke arahnya. Anak buahnya itu tentu mengerti dan langsung melakukan seperti yang ia isyaratkan. Kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik jas hitam yang di berikan padanya.


Takkk...


Vince melemparkan sesuatu yang tadi di berikan oleh anak buahnya. Sesuatu itu tidak lain adalah beberapa lembar foto bukti kejahatan Yocelyn dan kedua temannya.


"Lalu apa itu semua hah!? Coba kalian jelaskan!!" bentak Vince usai melemparkan beberapa lembar foto itu ke atas meja tepat di hadapannya.


Antara gugup dan penasaran, Yocelyn dan kedua temannya segera mengambil semua lembar foto itu. Raut wajah mereka seketika memucat saat melihatnya. Bahkan keringat tampak membasahi wajah mereka, padahal AC di ruangan itu menyala. Lantas mereka bertiga kembali saling beradu tatapan. Namun kali ini jelas sekali perasaan takut terpancar dari sorot mata mereka. Semua foto itu menunjukkan keberadaan mereka di aula pada malam itu. Bahkan pergerakan teman laki-laki Yocelyn yang menyabotase tali lampu pun terdapat di sana.


`Bagaimana mungkin foto ini di dapatkan? Bukankah malam itu kami berhasil melakukannya tanpa terekam CCTV!? Arghhhh! Ini bukan hal baik!` batin Yocelyn


`Yocelyn—Kita harus bagaimana sekarang? Kenapa semua foto ini bisa di dapatkan pengacara Vince?` batin teman laki-laki Yocelyn


`Habislah kita! Meski foto ini tidak jelas tapi orang-orang pasti dapat mengenali kita,` batin teman gadis Yocelyn


"Kenapa diam!? Apa semua foto itu sudah sangat membuat kalian mengerti dengan apa yang saya maksudkan!!?" sambung Vince tetap pada nada bicaranya yang cukup tinggi. Padahal selama ini setahu banyak orang, ia jarang sekali berucap dengan nada tinggi seperti itu pada orang lain.


"Kami tetap tidak mengerti. Semua foto ini tidak jelas. Sebenarnya apa yang ingin pengacara Vince katakan pada kami?" Yocelyn berkilah soal semua foto itu.


Vince menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Kalian sungguh menguji kesabaran saya!"


Laki-laki itu berseru seraya mengisyaratkan anak buahnya tadi untuk memberikan bukti yang lebih jelas. Anak buahnya itu langsung memberikan ponsel yang berisi rekaman CCTV di malam sebelum kejadian lampu terjatuh mengenai Quella. Vince memutarnya dan memperlihatkan pada Yocelyn, beserta kedua temannya. Di dalam rekaman itu jelas menunjukkan bahwa memang mereka bertigalah yang menjadi dalang atas kejadian menimpa Quella. Sehingga baik Yocelyn, maupun kedua temannya benar-benar tidak bisa menyangkalnya lagi. Tetapi bukan berarti Yocelyn akan merasa bersalah.


Spontan teman laki-laki Yocelyn langsung menyentuh lengannya. "Yocelyn—Pertanyaan lo ini akan membuat kita berada dalam masalah besar,"


"I—iya benar, Yocelyn. Gue sangat takut," timpal temannya yang lain.


Ucapan kedua temannya itu tidak di hiraukan oleh Yocelyn. Ia justru dengan berani menatap Vince yang sorot matanya sangat tajam dan penuh emosi.


"Nona tanya apa hubungannya dengan saya!? Jelas sekali ada hubungannya! Quella adalah orang saya," jawab Vince memperjelas ucapannya tanpa menyebutkan status Quella sebagai istrinya.


Yocelyn ingin berbicara tapi laki-laki itu lebih dulu menyela. "Orang yang saya—Vince Marson ingin lindungi. Siapapun orang yang berani mengganggunya atau bahkan melukainya, sama halnya mencari masalah dengan saya. Dan—Kalian bertiga telah melakukan hal yang tidak bisa saya terima!!!"


Glekk...


Dengan susah payah Yocelyn dan kedua temannya menelan saliva. Sekarang mereka benar-benar merasakan kemarahan dari seorang Vince. Keberanian Yocelyn yang tadi tersisa, dalam sekejap menghilang entah kemana.


"Kami ti—dak ber—maksud seperti itu," ucap Yocelyn tergagap. Keberaniannya mendadak di gantikan perasaan takut.


"Lalu maksud kalian seperti apa, hah!? Selama ini saya diam melihat apa yang telah kalian lakukan pada Quella tapi sekarang sudah cukup! Kalian terutama kau—Nona Yocelyn, sangat melewati batas. Saya pasti akan membuat perhitungan dengan kalian bertiga!!!" seru Vince menunjuk tajam ke arah ketiga orang itu.


Percayalah. Ucapan Vince seakan membuat bulu kodok mereka bertiga merinding. Yocelyn tidak dapat berkata-kata apapun lagi, begitu pula kedua temannya. Ini pertama kalinya mereka menghadapi kemarahan seorang Vince yang selama ini hampir tidak pernah terdengar marah.


"Pe—nga—cara Vince, kami salah dan ti—dak tahu kalau Quella orang Anda! Ka—mi sungguh min—ta maaf. Benarkan, Yo!?" teman laki-laki Yocelyn menyenggol lengan gadis itu agar membenarkan ucapannya.


Yocelyn yang berdiam langsung menganggukkan kepala. Ia sadar bahwa saat ini bukan waktunya untuk keras kepala. Kepribadian Vince biasanya memang terkenal cukup kejam saat berhadapan dengan orang yang berani mencari masalah. Sekarang kemarahan Vince tampak sangat menakutkan. Tidak tahu apa yang akan laki-laki itu lakukan pada mereka.


"Be—benar, pengacara Vince. Semua ini tidak akan terjadi kalau saya dan kedua teman saya tahu siapa Quella. Mohon pengacara Vince untuk memaafkan kesalahan kami. Dan la—gi, ucapan saya sebelumnya jangan di anggap serius. Saya tidak bermaksud seperti itu," imbuh Yocelyn berusaha memberikan penjelasan.


"Minta maaf!? Semudah itu kalian meminta maaf setelah semua yang kalian lakukan pada Quella. Kalian pikir saya berhati besar untuk memaafkan kalian, hah!? Tidak sama sekali. Kalian tunggulah perhitungan dari saya! Semuanya akan di perhitungkan sesuai apa yang telah kalian lakukan," berang Vince sembari beranjak berdiri.


Laki-laki itu pun segera berjalan pergi di ikuti anak buahnya meninggalkan ketiga orang itu. Sudah cukup ia berbicara dengan sangat jelas.


"Pengacara Vince! Saya—" Yocelyn berniat mencegah kepergian Vince untuk meminta maaf tapi tiba-tiba ponselnya dan kedua temannya berdering segara bersamaan.


Lantas mereka bertiga pun mengangkat telepon masing-masing. Baru beberapa detik berbicara, raut wajah mereka semakin memucat. Bahkan lutut mereka terasa lemas mendengar berita buruk yang baru saja di dapatkan.


"I—ni ti—dak mungkin!" lirih Yocelyn yang seketika jatuh terduduk.