THE LAWYER'S SECRET WIFE

THE LAWYER'S SECRET WIFE
Eps 55. 2in



Detail rumahnya secara keseluruhan, lantai satu terdiri dari dapur, ruang tamu, ruang keluarga dan ruang olahraga. Sedangkan di lantai dua, hanya terdapat kamar utama—Kamar yang di tempati Vince, satu kamar tamu, serta ruang kerja dan perpustakaan yang di jadikan satu ruang. Lalu bagian belakang rumahnya terdapat sebuah kolam yang di kelilingi tanaman hias hijau, lengkap dengan sebuah gazebo di dekatnya untuk bersantai. Meski ukuran rumahnya tidak sangat besar tetapi desain dan fasilitasnya tentu saja serba mewah.


Kini Vince tengah membawa Quella menuju kamarnya—Ralat, maksudnya ke kamar yang ke depannya akan mereka tempati berdua. Quella mengedarkan pandangannya di sela berjalan mengikuti Vince. Hingga akhirnya laki-laki itu berhenti tepat di sebuah pintu berwarna hitam dan membukanya.


Ceklek


Hal pertama yang Quella lihat usai pintu itu di buka adalah nuansa desain ruangannya terkesan kalem. Perpaduan antara ketiga warna; putih, hitam dan abu-abu. Sebuah ranjang berukuran king size berada di tengah-tengah ruangan itu.



(Ilustrasi by pinterest)


"Ayo masuk!" seru Vince menarik lembut tangan Quella.


Dapat tarikan tiba-tiba sempat membuat Quella sedikit tersentak. Tetapi, kemudian ia langsung mengikuti langkah Vince memasuki kamar. Laki-laki itu menunjukkan bagian kamar secara singkat, seperti kamar mandi dan Walk in Closet—Dimana barang-barangnya juga sudah terdapat di sana.


"Sekarang beristirahatlah! Aku pergi ke ruang kerja dulu. Ada sesuatu yang harus ku bahas dengan Troy," ucapnya seraya menuntun Quella untuk duduk di pinggiran ranjang.


Quella mendongakkan kepalanya agar bisa menatap sang suami, sebelum mengangguk pelan. "Heum. Pergi saja! Aku akan beristirahat,"


Vince tersenyum tipis dan setelahnya mendaratkan sebuah ciuman singkat di puncak kepalanya. "Panggil aku kalau kamu butuh apa-apa!"


"Iya," sahut Quella singkat. Setelahnya Vince pergi meninggalkan di kamar.


Quella beranjak berdiri dan berkeliling di kamar yang berukuran cukup luas tersebut. Lalu langkah kakinya bergerak menuju balkon kamar. Dari sana ia bisa melihat pemandangan berupa rumah-rumah elit berbeda bentuk dan desain. Namun fokusnya tidak bertahan lama pada pemandangan itu, melainkan beralih menatap langit gelap yang terdapat beberapa bintang berkilauan. Sudut bibirnya terangkat, menunjukkan kesenangannya terhadap pemandangan langit di malam hari.


Hembusan angin malam yang menambah suhu dingin, mengharuskan Quella mengakhiri kegiatannya menatap bintang di langit. Gadis itu segera masuk kembali ke dalam kamar dan menutup pintu balkon.


"Dari tadi siang aku belum mandi. Sepertinya mandi dengan air hangat adalah pilihan terbaik," gumamnya pelan.


Tanpa berpikir panjang lagi, Quella langsung pergi ke kamar mandi. Ternyata suaminya itu memang telah menyiapkan semuanya. Lihat saja isi kamar mandi yang juga menyediakan segala keperluannya. Ia pun mulai membersihkan dirinya dengan waktu yang tidak begitu lama. Selesai mandi, Quella pergi ke Walk in Closet dan mengambil baju tidurnya yang berwarna biru malam. Ia langsung memakainya, di lanjutkan dengan rutinitasnya layaknya perempuan pada umumnya usai mandi.


Ting...


Baru saja Quella ingin naik ke ranjang, terdengar sebuah notifikasi masuk di ponselnya yang tadi di letakkan di atas nakas. Lantas mengambil ponselnya terlebih dulu, sebelum naik ke ranjang dan bersandar di dinding ranjang.


[Author gak tau namanya apa yang buat nyender gitu di ranjang. Jadi di paham-pahami aja, oke?]


Di lihat notifikasi itu berasal dari grupnya dengan Zelda dan Wileen. Ia langsung membukanya.


...**Pencinta Cogan😍...


...(You, Zelda💃 dan Wileen😽**)...


Zelda💃:


@You udah pulang?


^^^Me:^^^


^^^Hmmm udah^^^


Wileen😽:


Sorry, gak bisa jemput🙇


Tadi gue ada praktik dadakan


Zelda💃:


Gue juga ada mata kuliah tambahan


makanya gak bisa jemput. Sorry🥺


^^^Me:^^^


^^^It's okay guys. Gue paham^^^


Zelda💃:


Btw, besok kalian berdua ke rumah gue ya!?


^^^Me:^^^


^^^Ngapain?^^^


Wileen😽:


2in


Zelda💃:


Nonton kuy! Ada film baru yang


lagi rami banget nih


Wileen😽:


Gue sih oke aja tapi lo lupa kalau


Quella baru keluar dari rumah sakit?


Zelda💃:


berdua yang nonton gak seru😌


^^^Me:^^^


^^^Boleh deh. Udah lama juga^^^


^^^kita gak nonton bersama^^^


Wileen😽:


Serius lo udah gakpapa? Istirahat


aja dulu. Nonton kan bisa lain kali


^^^Me:^^^


^^^Lo kira gue di rumah sakit^^^


^^^ngapain? Gue udah bosan^^^


^^^istirahat di atas brankar😑^^^


Zelda💃:


Noh lo @Wileen😽 udah denger


sendirikan. Jadi please deh


gausah di bikin ribet


Wileen😽:


Ck. Okelah


^^^Me:^^^


^^^Besok jam berapa?^^^


Zelda💃:


Kayak biasanya


^^^Me:^^^


^^^Oke deh^^^


Wileen😽:


@You jangan lupa minta ijin


sama paksu


Zelda💃:


Bener tuh. Gue gak mau nanti


acara nonton kita terganggu


sama telepon paksu lo


^^^Me:^^^


^^^👍👍👍^^^


Quella mematikan ponselnya dan meletakkannya kembali ke atas nakas sebab sudah mengantuk. Ia mematikan lampu kamar terlebih dulu, menyisakan lampu tidur di kedua sisi ranjang yang di biarkan menyala. Kebiasaannya ia sulit untuk tidur kalau ruangan terlalu terang. Baru setelahnya berbaring dengan posisi yang nyaman, selimut di tariknya sampai menutupi dadanya. Ia mulai memejamkan matanya. Tidak berselang lama, nafasnya sudah mulai teratur.


Ceklek


Pintu kamar di buka lagi yang tidak lain di lakukan oleh Vince. Laki-laki itu menutup pintu dengan perlahan saat melihat lampu kamar yang sudah di matikan. Lalu ia berjalan mendekati ranjang, dimana Quella tengah tidur dengan lelapnya. Sontak sudut bibir Vince terangkat memandang wajah cantik yang pemiliknya sedang tidur itu. Tangannya terulur mengusap puncak kepala istrinya itu. Puas melakukannya, ia pun mendaratkan sebuah kecupan singkat di keningnya. Sebelum pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mana mungkin ia tidur dalam keadaan belum mandi.


Kegiatannya itu tidak berlangsung terlalu lama. Vince keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang jauh lebih segar daripada tadi. Tujuannya sekarang adalah Walk in closet dan mengambil baju tidur hitam senada seperti Quella, lalu memakainya. Setelah itu ia pergi ke ranjang, berbaring di sebelah Quella. Perlahan Vince membawa Quella ke dalam pelukannya. Istrinya itu tampak sempat terusik, tetapi ia langsung menenangkannya.


"Syuttt! Tidur, sayang!" suara bariton milik Vince terdengar seperti bisikan yang berhasil menenangkan Quella.


Dimana istrinya itu kembali tenang, usai merapatkan tubuhnya dengan Vince. Quella membalas pelukannya tanpa sadar dan kini kepalanya menempel di dadanya yang bidang. Vince tersenyum tipis seraya memberikan beberapa kali ciuman singkat di puncak kepalanya. Tidak dapat di ungkiri bahwa saat ini ia merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama, akhirnya Quella kembali ke dalam pelukannya dan mereka juga telah kembali mulai hidup bersama. Rasanya tidak ada hal yang membahagiakan selain itu.


"Terima kasih sudah kembali. GoodNight my wife, Xaviera!" ucapnya pelan. Sebelum ikut terlelap.


... ...


...----------------...


Announcement!!!


Kalau gak suka yang bertele-tele, bisa langsung skip ya🙇 Tanpa meninggalkan jejak yang bikin Author terganggu. Soalnya Author orangnya moodyn hehe😆


Maaciw semuanya♡⁠(⁠Ӧ⁠v⁠Ӧ⁠。⁠)