THE LAWYER'S SECRET WIFE

THE LAWYER'S SECRET WIFE
Eps 17. Kebenaran?



"Jika saya mengatakan iya, apa kamu percaya?"


Quella terdiam sesaat. Bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan itu? Sedangkan dirinya sendiri tidak tahu akan jawabannya. "Saya bisa percaya asal ada buktinya,"


Tanpa menjawab pertanyaan Quella, Vince langsung mengeluarkan ponsel miliknya. Laki-laki itu tampak mengotak-atik benda pipih itu. Sampai akhirnya menemukan yang di cari. Ia pun segera memperlihatkannya pada Quella.


"Ini foto kamu saat di rawat usai mengalami kecelakaan sekitar 1 setengah tahun lalu," ucapnya sembari menggeser satu-persatu foto di layar ponselnya.


Terkejut. Quella benar-benar terkejut melihat foto itu. Ia segera mendudukkan diri untuk melihatnya dengan lebih jelas. Benar. Perempuan yang ada di foto itu adalah dirinya. Hanya saja dalam keadaan tubuh terpasang berbagai macam alat medis. Tiba-tiba kepalanya mengingat bahwa satu tahun sebelum masuk kuliah, ia pernah di rawat di rumah sakit.


"Saya baru ingat sekarang. 1 tahun sebelum masuk kuliah, saya sempat kecelakaan. Tetapi, bagaimana Anda tahu dan bahkan punya foto saya waktu itu? Sebenarnya Anda siapa?"


"Saya berada di sana saat kamu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kecelakaan itu sangat mengerikan dan kepalamu terbentur keras. Sehingga membuat sebagian ingatanmu hilang," jawab Vince yang membuat Quella kebingungan.


"Untuk apa Anda ada di sana? Dan apa maksudnya sebagian ingatanku hilang?" tanya Quella tidak mengerti.


Vince menghela nafas. "Xaviera... Saat ini saya tidak bisa mengatakan lebih banyak. Kamu hanya perlu tahu bahwa saya adalah bagian dari ingatanmu yang hilang,"


"Kenapa? Jika benar yang Anda katakan, lalu apa alasan Anda tidak bisa mengatakan semuanya? Bukankah saya berhak tahu?" Quella mengajukan pertanyaan bertubi-tubi pada Vince. Ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


"Tenanglah, Xaviera. Saya akan mengatakan semuanya tapi tidak sekarang. Keadaanmu tidak memungkinkan untuk mengetahui semuanya. Jadi tolong mengertilah posisi saya!" seru Vince yang kembali memegang lengan Quella sambil menatapnya dengan intens. Quella pun ikut membalas tatapannya. Sehingga terjadi adu tatapan di antara mereka.


"Baik. Tidak apa-apa kalau Anda tidak mau mengatakannya sekarang tapi jawab pertanyaan saya, siapa Anda? Kenapa wajah, bahkan suara Anda sangat familiar bagi saya?"


Pertanyaan Quella membuat Vince bungkam. Laki-laki itu bingung harus menjawab apa. Jika ia mengatakan statusnya? Apa Quella mau menerimanya? Vince khawatir perempuan itu tidak percaya, bahkan menolaknya. Namun saat ini juga merupakan kesempatan untuknya berkata jujur. Tidak peduli bagaimana reaksi Quella nanti, setidaknya ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di dapat.


"Saya bagian dari ingatanmu yang hilang. Saya suami kamu,"


Deg...


Detak jantung Quella berpacu kencang. Suami? Apa ia tidak salah dengar? Dan kenapa dengan detak jantungnya sekarang? Ini sangat mengejutkan, juga aneh untuknya.


"Suami?" ulang Quella berusaha memastikan apa yang di dengarnya tidak salah.


Vince menganggukan kepalanya. "Yes. Saya suami kamu,"


"Bagaimana itu mungkin!?" Quella tersentak tidak percaya.


"Itulah faktanya. Saya suami kamu. Kita sudah menikah 2 tahun lalu," ucap Vince menyangkal ketidakpercayaan Quella.


Reaksi Quella sudah di tebak oleh Vince. Laki-laki itu kembali menghela nafas dan berhenti memegang lengan Quella. "Saya tidak sedang berbohong. Jika kamu tidak percaya, lihatlah sendiri di ponsel saya! Semua foto dan video pernikahan kita ada di sini,"


Vince menyerahkan ponselnya pada Quella. Tanpa pikir panjang, Quella langsung mengambilnya dan melihat semua foto, serta video yang Vince maksudkan. Mata Quella membulat sempurna saat melihat semua itu. Tidak henti-hentinya pula raut wajahnya memperlihatkan keterkejutan.


"Ini--Bagaimana..."


"Kamu tidak mengingatnya. Makanya kamu merasa terkejut melihat semua ini," sela Vince dengan tersenyum pahit.


Quella menatap layar ponsel dan Vince secara bergantian. Perempuan itu sangat terkejut mengetahui sebuah kebenaran. Dimana ternyata ia mengalami hilang ingatan dan juga kebenaran bahwa statusnya sudah menikah. Ini gila. Benar-benar hal yang tidak terduga. Quella memegang kepalanya yang kembali terasa sedikit sakit. Vince yang melihat itu langsung merasa khawatir.


"Apa kepalamu terasa sakit lagi, Xaviera?" tanya Vince khawatir. Ia ingin memegang lengan Quella tapi di tepis.


"Saya ingin pulang," jawabnya.


"Keadaanmu sedang tidak baik. Beristirahatlah di sini dulu!" seru Vince tidak membiarkan Quella pulang dalam keadaan seperti itu.


"Saya baik dan saya ingin pulang sekarang. Tolong Anda jangan menghalangi saya!" pinta Quella sembari ingin beranjak berdiri dari ranjang.


Vince langsung memegangi lengan Quella. "Oke, kamu boleh pulang sekarang tapi saya antar,"


"Saya bisa sendiri," tolak Quella secara cepat.


"Kamu tidak boleh menolak!" timpal Vince mempertegas.


Rasa sakit di kepalanya membuat Quella enggan untuk berdebat lebih lama lagi. Pada akhirnya ia membiarkan Vince mengantarnya pulang. Quella sempat mengirimkan pesan pada kedua sahabatnya, bahwa ia pulang duluan karena tiba-tiba tidak enak badan. Supaya kedua sahabatnya itu tidak mencari keberadaannya di rumah Gerald. Dan--Selama di perjalanan pulang, Quella hanya duduk bersandar dengan mata terpejam. Vince pun tidak berniat mengajak berbicara karena takut membuat keadaan Quella memburuk. Quella Vince melaju cepat di jalanan kota yang tidak begitu ramai. Hingga tanpa terasa mobilnya sudah berhenti di depan rumah Quella.


"Xaviera..." panggil Vince pada Quella yang masih memejamkan matanya.


Sontak mata Quella terbuka. Ia melihat ke arah sekitar yang merupakan kawasan rumahnya. "Saya turun. Terima kasih,"


Quella hendak turun dari mobil tapi Vince mencegahnya. "Jangan memaksakan diri untuk mengingat semuanya. Saya akan bersabar menunggu ingatanmu kembali pulih,"


Sesaat Quella menatap Vince, sebelum turun dari mobil tanpa berucap apapun. Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya. Vince masih berada di sana, sampai memastikan bahwa perempuan yang tidak lain istrinya itu benar-benar sudah masuk ke dalam rumah. Setelah itu Vince segera melajukan mobilnya pergi meninggalkan kawasan rumah Quella. Tanpa sepengetahuan Vince, Quella menatap kepergian Vince lewat salah satu jendela di rumahnya. Ia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


"Besok aku harus bertanya pada Billy soal ini," gumamnya sembari berjalan menuju kamarnya.


Kepalanya masih terasa sakit. Ia pikir dengan tidur akan membuat sakit di kepalanya akan hilang. Tetapi, ia pergi makan malam terlebih dulu. Beruntung sore tadi ia membeli makanan dan tinggal di panasi sebentar. Jika tidak ada, ia mana mungkin bisa tidur dalam keadaan lapar. Quella hanya makan sedikit meski perutnya lapar karena menahan sakit di kepalanya. Usai makan, Quella segera pergi tidur di ketahuinya. Malam ini terlalu mengejutkan baginya karena mengetahui kebenaran yang selama ini tidak ia ketahui.