
Setelah semua persiapan selesai di lakukan Leon dan ketiga bawahannya menunggu kedatangan para Orc di seberang sungai, sementara para warga desa hanya menyaksikan mereka dari dalam penghalang yang di ciptakan oleh Leon.
Tak lama kemudian dari kejauhan terdengar langkah kaki yang sangat berat hingga membuat tanah bergetar pohon-pohon juga ikut bergoyang serta para hewan yang ada di dalam hutan berlarian untuk menyelamatkan diri masing-masing.
Dari kedalaman hutan yang sangat lebat satu persatu para Orc mulai bermunculan, mereka terlihat seperti tentara raksasa dengan menggunakan zirah besi serta pedang dan juga perisai yang sangat besar.
Para warga yang menyaksikan dari dalam penghalang mulai bergidik ketakutan ketika melihat satu persatu para Orc yang bermunculan dari dalam hutan.
"Hahahaha, ternyata benar disini ada desa manusia" suara yang sangat besar dan menggelegar terdengar dari dalam hutan, lalu beberapa saat kemudian sosok yang sangat besar muncul dengan armor yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Aku adalah raja para Orc, dan kalian semua yang ada disini akan menjadi santapan kami" hahahaha" raja Orc tertawa senang
Sekali lagi mereka semua dikejutkan dengan sosok Orc yang berukuran dua kali lipat dari Orc lainnya dan dia bisa bicara, para penduduk menjadi semakin takut dan mereka semua khawatir bahwa penghalang Leon tidak cukup kiat untuk menahan serangan Orc tersebut.
"Tuan, ternyata dia bukan Orc biasa" kata Xin.
"Kau benar, jadi gunakan kekuatan penuh kalian dan habisi sebanyak yang kalian bisa" ucap Leon.
"Baik tuan" jawab mereka bertiga.
"Guts, gunakan skill Shadow Clone, Dan kalian berdua gunakan skill yang baru saja aku berikan, dan satu lagi Asta aku ingin kau fokus untuk melindungi mereka berdua jadi kau kali ini tidak akan bertarung" kata Leon memberi perintah.
"Baik tuan" jawab mereka serempak.
Leon kemudian berjalan maju mendekati para Orc, dia ingin mencari tau dari mana asal para Orc tersebut dan darimana mereka mendapatkan informasi mengenai desa Angin yang merupakan desa tersembunyi tersebut
"Hey kau yang di sana, kenapa kau datang ke desa kami?" tanya Leon menyelidik.
"Hahahaha, Alasannya adalah karena di sini banyak makanan" jawab raja Orc.
"Jadi yang kau pikirkan hanya makan ya, kuperingatkan kalian semua, pergi dari sini atau kalian akan menerima akibatnya" kata Leon tegas.
"Hahaha memangnya apa yang bisa kau lakukan" ucap raja Orc.
"Kau lihat saja nanti, tapi sebelum itu siapa yang sudah mengutusmu kemari?" tanya Leon.
"Hahahaha kau tidak perlu tau siapa dia, yang jelas dia adalah salah satu dari makhluk agung yang ada di dunia ini" ucap raja Orc.
"Makhluk agung?, siapa sebenarnya yang dia maksud, atau jangan-jangan para kep***t itu?" Leon bertanya-tanya dalam hatinya.
"Hahaha prajurit ku serang mereka semua dan jadikan makanan kita" kata raja Orc.
Seluruh pasukan Orc kemudian berlari dengan semangat menuju kearah desa, dari mata mereka semua terlihat bawah yang mereka pikirkan hanyalah nafsu untuk membunuh dan juga menangkap para manusia untuk dijadikan makanan.
"Xin, Asta, Guts, ayo maju" kata Leon.
"Baik tuan" jawab mereka serempak lalu berlari kearah para Orc.
"Sebagai pembukaan akan aku bantai kalian sebanyak mungkin" kata Leon.
"Skill \= Flowing Shadow"
Seperti sebelumnya dua bayangan muncul di kiri dan kanan Leon lalu bersamaan dengan Leon kedua bayangan itu mengayunkan katana mereka hingga menciptakan tiga gelombang cahaya membentuk bulan sabit dan memotong para Orc menjadi dua bagian, dalam sekejap ratusan Orc telah mati hanya dengan serangan tunggal Leon.
Setelah kekuatannya meningkat skill Leon juga ikut meningkat, dan untuk Flowing Shadow sendiri kekuatan, jangkauan area serta kecepatannya menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya, jika sebelumnya dia hanya bisa membunuh maksimal tiga ratus dengan skill ini maka setelah meningkat dia bahkan bisa membunuh lebih dari 500 monster tingkat warior.
"Luar biasa hanya dengan satu skill pemimpin telah membunuh ratusan Orc"
"Dia sangat kuat"
"Sekarang pasti kita akan selamat"
Para penduduk yang awalnya cemas dan khawatir menjadi tenang dan bersemangat setelah melihat Leon dengan mudahnya membantai ratusan Orc hanya dengan sekali serang.
"Asta, Guts ayo maju jangan sampai tuan menghabisi mereka semua!!" kata Xin senang.
"Hahaha tentu saja" ujar Guts.
Mereka bertiga menjadi semakin bersemangat setelah melihat serangan Leon yang luar biasa, mereka juga ingin menunjukkan kekuatan mereka pada Leon.
"Skill \= Sword of Destruction"
Aura merah kehitaman yang sangat ganas keluar dari pedang Xin, dia lansung menebaskan pedang tersebut dari jarak jauh dan cahaya merah kehitaman melesat dengan cepat menebas setiap Orc yang ada di depannya, dan dalam sekejap puluhan Orc kembali terbelah menjadi dua.
"Hahahaha skill yang tuan berikan ternyata sangat kuat" ucap Xin tertawa senang.
" Hahaha dasar tukang pamer" ujar Asta.
"Skill \= Aura Shield"
Perisai besar yang di bawa Asta mengeluarkan aura yang kuat, dia kemudian melompat keatas dan menghentakkan perisainya ke tanah hingga membuat beberapa Orc beterbangan.
"Guts habisi mereka" teriak Asta.
"Tidak perlu kau perintahkan pasti akan aku habisi" ujar Guts
"Skill \= Shadow Clone"
50 bayangan hitam keluar dari tubuh Guts dan lansung menyerang para monster yang masih melayang akibat hentakan perisai Asta, dan yang lainnya lansung menyerang para Orc yang ada di depan mereka.
"Hahahaha mereka bertiga sangat bersemangat" kata Leon.
Leon kemudian melesat dan maju ke tengah-tengah para monster dan dengan ganas menebas mereka semua, bagi Leon para Orc itu hanyalah sebagai pemanasan karena musuh utamanya adalah 10 jendral Orc dan pemimpin mereka tersebut.
Setalah hampir satu jam mereka berempat bertarung akhirnya pasukan Orc yang tersisa hanya tinggal beberapa ratus saja, hal ini membuat raja Orc semakin kesal dan marah dia menjadi sangat benci pada Leon yang dengan mudahnya membunuh setiap pasukannya.
"Sialan, kalian semua habisi manusia itu!!" kata raja Orc sambil menunjuk kearah Leon.
Sepuluh jendral Orc tersebut kemudian melesat maju dan lansung menyerang Leon dengan ganas, melihat kesepuluh jendral Orc tersebut menyerangnya sekaligus Leon menjadi semakin bersemangat, dia lansung melesat maju kearah para jendral Orc sambil menebas para prajurit Orc yang ada di depannya.
"Hahahaha, sekarang saatnya giliran kalian semua" kata Leon.
"Habisi manusia itu" ujar raja Orc.
Pertarungan sengit terjadi antara Leon dan sepuluh jendral Orc, meskipun hanya sendirian Leon nampak tidak kesusahan melawan sepuluh jendral tersebut bahkan dia nampak menikmati pertarungannya.
"TRAANGG!!"
"TRAANGG!!"
"BOOMMM"
Salah satu jendral Orc terpental beberapa meter dengan tubuh terluka parah, namun dia kembali berdiri dan lansung menyerang Leon sekali lagi.