THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Mundur



Pria yang berasal dari bangsa demon itu terkejut saat merasakan aura yang sangat kuat dan merasa seperti seseorang tengah memperhatikan dirinya, dia menoleh ke sana kemari untuk mencari keberadaan orang itu namun nihil dia tidak menemukan siapa-siapa.


"Aura yang sangat kuat, siapa sebenarnya dia" ucap pria tersebut.


"Apa yang kau lakukan bangsa demon di sini?" tanya Leon dia berkomunikasi dengan bangsa demon tersebut menggunakan pikirannya.


"Aura yang sangat hebat, hanya seorang dengan kekuatan legenda yang bisa melakukan hal ini" gumam pria itu.


"Aku hanya datang untuk melihat-lihat tuan, maaf jika keberadaan ku mengganggu anda" jawab pria tersebut.


"Dari auramu, kau bukanlah iblis biasa apa kau petinggi raja iblis?" tanya Leon.


"Hahaha tuan sangat hebat bahkan bisa menebak dengan benar, bahkan aura keberadaan saya juga telah saya hapus namun tuan masih bisa merasakannya" jawab iblis itu.


"Jika tidak ada keperluan sebaiknya kau pergi dari sini" ucap Leon.


"Baik tuan, kalau begitu aku pamit" ucap iblis itu kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke hutan.


"Sial, sial, sial, kenapa ada seorang tingkat legenda di kota kecil itu" gumam iblis tersebut kesal, dia terus saja melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah pasukannya.


Leon akhirnya visa bernafas lega karena mengetahui bahwa iblis itu sudah pergi, dan untung saja iblis itu terpengaruh oleh ancaman Leon, karena jika mereka bertarung Leon sudah pasti kalah meskipun Leon memiliki kekuatan tingkat legenda namun kekuatan tersebut masih tertidur lelap di dalam dirinya.


Dan untung saja dia bisa mengeluarkan aura tingkat legendanya dan juga dia bisa mengontrolnya sesuka hati, jika tidak maka akan jadi masalah bila petinggi iblis itu menyerang mereka.


"Untunglah dia sudah pergi" gumam Leon sambil mengelap keringat di dahinya.


"Siapa dia kakak?" tanya Lyon.


"Seorang petinggi raja iblis" jawab Leon dengan berbisik-bisik.


Hanya mereka bertiga yang menyadari keberadaan orang yang tengah mengawasi mereka tadi dan hanya Leon seorang yang mengetahui bahwa dia adalah seorang petinggi raja iblis.


***


Petinggi raja iblis itu segera turun saat menemukan para pasukannya sudah separuh jalan, dan jika terus di lanjutkan maka dalam waktu satu hari mereka semua akan sampai di kota Esther.


"Dengarkan semuanya, kita sebaiknya mundur dan biarkan penyerangan kali ini di selesaikan oleh bangsa monster" ucap petinggi raja iblis itu.


"Baik tuan" jawab pasukannya serempak.


Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak mereka, mengapa tiba-tiba saja pemimpin mereka memutuskan untuk mundur dan malah mengutus para monster saja untuk menyerang, namun tidak seorangpun dari mereka berani untuk bertanya.


Tentu saja sang petinggi raja iblis tidak ingin kehilangan pasukannya dengan keberadaan seseorang tingkat legenda di sana maka sama saja dia mengantarkan pasukannya kedalam jurang yang tak berujung.


"Serangan ini untuk sementara kita tunda dulu" ucapnya kemudian dia memimpin pasukannya untuk mundur, namun dia tetap memerintahkan para monster untuk menyerang kota Esther.


Yang saat ini di pikirkan oleh petinggi iblis itu adalah, mungkin saja seorang tingkat legenda itu hanya sedang lewat dan kebetulan sedang mampir di kota itu jadi dia berencana untuk menunggu kepergiannya.


Para pasukan monster terus maju karena perintah dari petinggi iblis tersebut, mereka sama sekali tidak bisa menolak karena mereka semua merupakan budak dari sang raja kegelapan yaitu raja iblis.


***


Setelah berbicara dengan salah satu petinggi raja iblis entah mengapa Leon merasa tubuhnya sangatlah kelelahan, dia kemudian kembali ke kamarnya untuk berisitirahat namun saat akan membuka pintu kamarnya seseorang datang menyapanya.


"Leon apa kau ada waktu sebentar?" tanya Duke Arton yang baru saja datang.


"Ada apa paman?" ucap Leon bertanya lagi.


"Jika kau ada waktu aku ingin bicara hal penting denganmu, namun jika kau sedang sibuk maka kita bicara lain kali saja" kata Duke Arton menjelaskan.


"Tidak paman aku tidak sedang sibuk hanya sedikit kelelahan saja" jawab Leon.


"Baiklah kalau begitu kau istirahat saja" ucap Duke Arton.


"Ada apa ini paman, apakah ada sesuatu yang penting" tanya Leon


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bertanya kapan kau akan pulang, putriku sangat merindukanmu" ucap Duke Arton.


"Setelah urusanku di sini selesai aku akan segera pulang paman" jawab Leon.


"Baiklah, kalau begitu kau istirahat saja" ucap Duke Arton dan kemudian pergi meninggalkan Leon.


Sebenarnya masih banyak yang ingin dia tanyakan namun karena Leon kelelahan dia mengurungkan niatnya, dan akan menanyakannya lain waktu.


Leon kemudian masuk kedalam kamarnya dan lansung merebahkan tubuhnya, dia merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit dan tubuhnya seperti tidak pernah beristirahat selama seminggu penuh, Leon memejamkan matanya dan selang beberapa menit dia kembali tertidur.


Sementara Leon sedang tertidur di gerbang kota tengah terjadi keributan karena para prajurit penjaga kota melihat gerombolan pasukan monster mengarah ke kota, sebelumnya petinggi raja iblis telah membuat portal sihir agar para monster bisa dengan cepat sampai di kota Esther dan segera menyerang mereka.


Hal ini ia lakukan sebagai pengalihan, agar seseorang tingkat legenda itu tak bisa mengejarnya, padahal memang Leon sama sekali tidak berminat untuk mengejar petinggi raja iblis tersebut.


"Monster Menyerang!!" terdengar teriakan yang sangat keras dari arah gerbang kota yang membuat semua orang di dalam kota lari berhamburan masuk kedalam rumah masing-masing, sementara itu para prajurit berlarian menuju kearah gerbang kota.


Raja dan yang lainnya juga keluar dari kediaman penguasa kota saat mendengar suara keras yang memberitahukan bahwa monster menyerang mereka.


"Tuan Lyon dimana kakak anda?" tanya raja yang melihat Leon tidak ada.


"Dia sedang beristirahat, jadi aku tidak ingin membangunkannya, dan masalah monster ini sebaiknya kita saja yang hadapi" jawab Lyon.


Mereka semua menganggukkan kepala pelan seakan setuju dengan apa yang baru saja Lyon katakan, mereka tidak ingin terlalu bergantung pada kekuatan Leon, dan kali ini mereka akan menyerang dan mempertahankan kota dengan kekuatan mereka sendiri.


Raja memimpin lansung peperangan kali ini, diikuti oleh jendral istana serta para bangsawan, Duke Arton dan Duke Felix juga tidak tinggal diam mereka mengumpulkan para pasukan mereka dan segera bergabung di barisan terdepan.


Dan kali ini Logan juga ikut turun tangan untuk menghabisi para pasukan monster, pertempuran sengit kembali terjadi antara manusia dan monster, namun karena tidak adanya pemimpin serta bala bantuan dari ras iblis para pasukan monster dengan sangat mudah dapat di kalahkan oleh pasukan kerajaan Torterres.