THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Kembali Ke Kerajaan Harvest



Saat ini di daratan Blue Continent setiap kerajaan tengah mempersiapkan seluruh jendral mereka untuk mengikuti Kompetisi yang akan segera di adakan di kerajaan Emperor.


Kompetisi ini sendiri bertujuan untuk menjalin persahabatan baik antara Lima kerajaan besar, dan dengan tujuan untuk menentukan jendral mana yang terkuat, dan tentunya jendral yang menang juga akan mempengaruhi kedudukan atau posisi kerajaan tersebut, karena sebuah pasukan tidaklah hebat jika mereka memiliki jendral yang lemah.


***


Saat ini di kerajaan Harvest, raja Hector juga tengah memikirkan kompetisi antar para jendral yang akan segera diadakan, sementara salah satu jendralnya saat ini tidak di ketahui dimana keberadaannya dan hal itu pulalah yang membuat raja Hector menjadi pusing.


Padahal dia memiliki harapan besar kepada jendral barunya yang merupakan jendral utama kerajaan tersebut, namun saat ini sang jendral entah dimana keberadaannya dan sangat kecil kemungkinan bahwa dia akan bisa mengikuti Kompetisi tersebut.


"Yang mulia apakah tuan Leon akan mengikuti kompetisi ini?" tanya jendral Robert.


"Entahlah Robert, aku saja tidak tahu saat ini dia sedang ada dimana" ucap raja.


"Apakah kita harus mencarinya yang mulia" ujar jendral Ryo.


"Bukankah akan memakan waktu yang lama jika kita mencarinya?" ucap salah seorang jendral lainnya yang bernama Evan.


"Sudahlah, sebaiknya kita pikirkan masalah ini nanti dan aku akan tetap mendaftarkan nama kalian berempat" ucap Raja.


"Jadi yang mulia juga akan mendaftarkan tuan Leon dalam kompetisi ini?" tanya Jendral Ryo.


"Setidaknya kita masih bisa berharap bahwa dia akan datang dan menghadiri acara tersebut" kata Raja dengan nada lesu.


"Ada apa ayah, kenapa ayah terlihat sedih?" tiba-tiba saja terdengar suara seorang perempuan yang lansung membuat raja memandang kearah suara itu.


Dari arah pintu datang dua orang perempuan yang sangat cantik, dan salah satunya masih terlihat sangat muda, mereka berdua adalah istri dan anak dari raja Hector yaitu ratu Rosalina dan putri Elena.


"Hahahaha tidak ada apa-apa putriku kecilku" kata raja yang lansung merubah ekspresi wajahnya.


"Ayah!, aku bukan anak kecil lagi jadi berhentilah memanggilku putri kecil, aku sangat malu" ujar Elena.


"Hahahaha baiklah, ayah tidak akan memanggilmu begitu lagi" kata raja.


Sementara ratu Rosalina hanya tertawa melihat tingkah suami dan putrinya tersebut, dia kemudian lansung duduk di sebelah raja dan ikut mendengarkan apa yang tengah mereka bahas.


"Ayah, dimana jendral yang satu lagi, aku sangat penasaran dengannya" kata Elena bertanya.


"Dia saat ini tidak berada di sini putriku" jawab raja.


"Tapi kenapa ayah, bukankah seharusnya seorang jendral harus selalu ada di istana untuk melindungi raja dan keluarganya?" tanya Elena.


"Hahahaha jendral kita yang satu ini sedikit spesial, jika tidak ada keadaan mendesak dia tidak akan berada di istana" jawab raja.


"Hump, dasar jendral aneh" ujar Elena dengan nada kesal.


"Hahahaha jangan begitu anakku, mungkin suatu hari nanti kau akan jatuh cinta padanya" kata raja Hector.


***


Saat ini Leon tengah memikirkan apa yang harus ia persiapkan dalam Kompetisi nanti, dia sangat bingung dengan apa yang harus ia lakukan.


"Apa aku harus kembali ke kerajaan Harvest, dan bersiap bersama raja?" gumam Shin pelan.


"Lagipula aku tidak tau apa yang harus aku lakukan di sini" lanjutnya.


"Ah... sudahlah daripada aku bingung lebih baik aku ke sana saja" ujar Leon sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Dia kemudian mencari sebuah tempat yang sepi untuk menggunakan skill teleportasi milikinya, karena akan sangat gawat jika ia menggunakan skill tersebut di tempat ramai, setelah berjalan beberapa menit akhirnya Leon menemukan sebuah gang kecil yang sepi, diapun memutuskan untuk masuk ke gang tersebut.


"GREAT TELEPORTATION"


Seketika Shin tiba-tiba menghilang dari gang tersebut, dalam beberapa detik Leon sudah muncul di hadapan raja dan yang lainnya, karena kedatangan Leon yang sangat tiba-tiba, raja dan yang lainya menjadi sangat terkejut dan kaget, bahkan ratu Rosalina hampir pingsan di buatnya.


"Eh... Ma-maaf semuanya gara-gara kedatanganku yang mendadak kalian jadi terkejut" kata Leon sambil menundukkan kepalanya pelan.


"Leon, bagaimana kau bisa tiba-tiba muncul di sini?" kata raja.


"Itu adalah sebuah skill spesial milikku yang mulia" kata Leon ramah.


"Hah... syukurlah kau datang ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu" ucap raja.


"Ayah, siapa dia?" tanya putri Elena dengan wajah yang masih pucat karena kaget.


"Dia adalah salah satu jendral kita putriku" jawab raja.


"Perkenalkan nama saya adalah Leon, tuan putri" kata Leon ramah.


"tunggu bukankah ayah bilang jendral kita seorang Lone Wolf?" tanya putri Elena bingung.


"Hahahaha benar sekali tuan putri, saya adalah sang Lone Wolf, namun itu hanyalah julukan dan nama asli saya adalah Leon" kata Leon menjelaskan.


"Jadi begitu, apa aku boleh melihat wajahmu?" tanya putri lagi.


"Tentu tuan putri" kata Leon kemudian melepaskan topengnya.


Putri Elena dan ratu Rosalina sangat kaget ketika melihat wajah Leon, ratu Rosalina terkejut karena mengetahui bahwa jendral tertinggi kerajaan mereka masih sangat muda, sementara putri Elena sangat terkejut ketika melihat wajah Leon yang sangat tampan.


"Ternyata dia sangat tampan" ucap putri Elena dalam hatinya.


"Ekheemm!!"


Suara raja membangunkan istri dan anaknya dari lamunan mereka, ratu hanya tersenyum canggung sementara putri Elena wajahnya memerah dan tertunduk malu, dan entah mengapa tiba-tiba saja ia merasa sangat gugup ketika memandang wajah Leon.


"Begini Leon, aku berencana untuk mendaftarkan dirimu dalam kompetisi para jendral yang akan diadakan dalam beberapa waktu dekat" ucap raja menjelaskan.


"Kalau masalah itu, saya juga sudah mengetahuinya yang mulia hanya saja saya masih bingung dengan apa yang harus dipersiapkan" kata Leon.


"Syukurlah jika kau sudah tau, dan masalah persiapan kau tidak perlu khawatir Leon aku sudah mengurus semuanya" kata raja.


"Baiklah Leon, sekarang pergilah istirahat jendral Robert tunjukkan kamar untuk jendral Leon" lanjutnya.


"Baik yang mulia" kata jendral Robert.


"Mari tuan Leon" kata jendral Robert kemudian mengajak Leon menuju kamarnya untuk istirahat.


Setelah kepergian Leon dan jendral Robert suasana menjadi hening, sementara putri Elena masih memandang Leon yang semakin lama semakin jauh dan kemudian menghilang dari pandangannya.


"Bukankah sudah ayah bilang bahwa ketika bertemu dengannya kau akan jatuh cinta" kata raja.


"Entahlah ayah, aku juga tidak tau" ucap putri Elena malu-malu.


"Jika kau menyukainya, ibu akan melamarnya untukmu" ujar ratu.


"Tidak ibu, aku hanya ingin mendekatinya dengan usahaku sendiri" ucap putri Elena dengan nada tegas.


Raja dan ratu hanya bisa tersenyum hangat serta menggelengkan kepala melihat tingkah laku putri mereka.