
"Hugo apa kau tau dimana tempat tinggal sang Lone Wolf" kata Arton .
"Maaf tuan, hamba tidak tau dan hamba juga lupa menanyakan tempat tinggalnya waktu itu" jawab Hugo.
"Kau ini bagaimana bisa melupakan hal yang penting, dia sudah menyelamatkan putriku jadi aku harus berterimakasih padanya" ujar Arton.
"Maafkan aku tuan" jawab Hugo.
"Baiklah aku maafkan kau tapi ini menjadi tugasmu sekarang temukan dan bawa dia ke sini agar aku bisa bertemu lansung dengannya" ujar Arton.
"Baik tuan" balas Hugo kemudian pergi meninggalkan ruangan Arton.
Memang selama beberapa hari ini Duke Arton selalu seja mencari keberadaan sang Lone Wolf, dia berniat untuk berterimakasih padanya karena telah menyelamatkan putrinya.
Namun mencari keberadaannya sangat susah karena minimnya informasi mengenai dirinya, dia bahkan tidak tahu siapa nama dari pemuda yang sudah menyelamatkan anaknya itu.
***
Leon dan yang lainnya kini berada di sebuah rumah sederhana yang terletak di pinggiran kota, rumah itu sengaja di beli oleh Xin untuk menjadi tempat mereka pulang meskipun sederhana namun rumah itu sangat nyaman karena letaknya agak jauh dari keramaian penduduk.
"Xin sekarang kalian berada di tingkatan apa" tanya Leon.
"Sekarang kami sudah naik ke tingkat Black Gold tuan" jawab Xin.
"Wah... kalian hebat dalam beberapa bulan saja sudah berkembang sangat pesat" ujar Leon.
"Ini semua berkat petunjuk dari tuan, dan juga kami sering melakukan latihan tuan" ucap Xin
"Yah... intinya aku senang kalian bertiga sudah bertambah kuat" kata Leon.
"Terimakasih tuan" jawab mereka serentak.
"Tuan, apakah harimau putih itu peliharaan tuan" tanya Asta.
"Dia bukan peliharaanku, namun adik angkat ku dia juga bukan hewan biasa melainkan hewan suci" jawab Leon.
"Apa!!!" ujar mereka serentak.
"Jadi maksud tuan dia adalah salah satu dari hewan suci?" tanya Xin.
"Ya begitulah!" jawab Leon santai.
"Pantas saja aku merasa ada aura yang sangat kuat dari harimau itu, ternyata dia adalah hewan suci" ujar Xin.
"Awalnya aku juga kurang yakin, namun setelah dia tumbuh besar aku merasa semakin yakin bahwa dia adalah hewan suci, dan saru lagi di dahinya ada simbol api berwarna biru" jelas Leon.
"Tumbuh besar?, jadi tuan menemukannya saat masih bayi" tanya Guts.
"Iya itu benar, aku menemukannya saat bayi atau bisa di bilang induknya yang menyerahkannya padaku, karena saat itu induknya tengah sekarat sehabis melawan kalajengking iblis" jelas Leon.
"Beruntung sekali tuan bisa mendapatkan salah satu dari hewan suci" ujar Asta.
"Itu benar tuan, dengan begini tuan mungkin bisa menemukan yang lainnya" sahut Xin.
"Menemukan yang lain?, maksudmu?" tanya Leon.
"Begini tuan menurut legenda semua hewan suci itu terhubung satu sama lain, jadi tuan berkemungkinan akan menemukan yang lainnya, seperti Elang Es, Naga halilintar, dan Serigala angin" jelas Guts.
"Sebenarnya masih ada yang lain tuan, seperti Phoenix api, Monyet besi, dan Ular biru, tapi ketiga hewan ini telah tiada namun ada juga yang mengatakan mereka di tangkap oleh raja iblis" lanjutnya.
"Raja iblis, sepertinya dia sangat kuat sehingga bisa mengalahkan hewan suci" kata Leon.
"Itu benar tuan, namun jika ketujuh hewan suci menggabungkan kekuatannya maka kekuatan raja iblis bukanlah apa-apa bagi mereka" jawab Xin
"Hmmmm.. kalau begitu aku akan mencoba untuk mencari mereka dan menjinakkan mereka semua" gumam Leon pelan.
Mereka bertiga hanya bisa tersenyum kecut mendengar apa yang baru saja tuan mereka katakan, menjinakkan satu monster saja sudah sangat susah apalagi untuk menjinakkan hewan suci.
Meskipun begitu mereka tetap yakin dengan kemampuan tuan mereka karena saat ini mereka telah melihat buktinya yaitu harimau putih salah satu hewan suci sudah di taklukkan oleh tuannya.
"Kakak, ada seseorang yang datang mendekat, dan sepertinya dia adalah sang pengawal" kata Lyon.
"Maksudmu?...ah yaa aku lupa biarkan saja dia" jawab Leon.
"Ada apa tuan?" tanya Xin melihat Leon sedang merenung.
"Tidak ada apa-apa, kata Lyon ada orang yang ingin mendekat ke sini" jawab Leon.
"Apa orang ini datang dengan maksud yang tidak baik tuan" ujar Guts yang lansung berdiri.
"Tidak, tidak dia datang hanya ingin mengunjungi ku" jawab Leon.
"Guts karena kau sudah berdiri sebaiknya kau sambut dia" lanjutnya.
"Baik tuan!" jawab Guts kemudian lansung menghilang dari pandangan.
"Dia semakin cepat saja" gumam Leon pelan.
"Baiklah karena ada tamu yang akan datang, ada diantara kalian yang bisa membuatkan teh?" tanya Leon.
"Akan saya buatkan tuan" jawab Asta kemudian lansung menuju ke dapur.
***
Hugo masih berputar di sekitar hutan di pinggiran kota awan, dia mencari sebuah rumah yang ada di sana, namun masih agak susah menemukannya karena dia hanya mendapatkan informasi bahwa di sana ada rumah dan di huni oleh beberapa petualang kuat.
Karena itulah dia merasa yakin bahwa sang Lone Wolf ada di sana, saat dia menanyakan tentang Lone Wolf di kota kebanyakan orang menolak untuk membicarakannya, karena takut akan terkena masalah dan juga mereka tidak tahu dimana keberadaannya.
"Huh.... kenapa sangat susah mencarinya" gumam Hugo, dia berhenti sejenak di bawah pohon.
"Kenapa kau mencari sang Lone Wolf" ujar Guts.
Mendengar suara itu Hugo lansung menjauh dari pohon itu dan lansung bersiaga, dia melihat keatas pohon dan mendapati seseorang yang sedang duduk di sana, meskipun kelihatannya dia sedang bersantai namun dia tetap memancarkan aura yang kuat.
"Maaf tuan jika aku mengganggu istirahat tuan" kata Hugo dengan sopan.
"Aku sedang tidak istirahat, namun saat mendengar kau membicarakan tentang Lone Wolf aku lansung datang ke sini" jawab Guts santai.
"Jadi dia baru saja sampai, kenapa aku tidak merasakan keberadaannya" gumam Hugo membatin.
"Ah.... begini tuan, aku memang ingin menemuinya karena suatu hal" ucap Hugo.
"Untuk apa kau menemuinya" tanya Guts.
"Begini tuan, saat kami dalam perjalanan pulang kami di hadang oleh sekelompok goblin dan sang Lone Wolf menyelamatkan kami, jadi aku ingin mengundangnya ke kediaman bangsawan untuk berterimakasih secara lansung" jawab Hugo.
"Jadi kau seorang bangsawan?" tanya Guts lagi.
"Bukan tuan aku hanya seorang pelayan, yang ingin bertemu dengannya adalah tuanku" jawab Hugo.
"Baiklah kalau begitu mari ikuti aku" ujar Guts dan lansung turun dari pohon.
Hugo mengikuti Guts melewati semak-semak, awalnya dia heran karena di balik semak-semak itu hanyalah jalan buntu dan tidak ada apa-apa, namun saat mereka melewatinya tiba-tiba mereka sudah sampai di halaman sebuah rumah.
"Kenapa waktu aku melewati hutan tadi aku tidak menemukannya" gumam Hugo.
"Itu karena ada lingkaran sihir di sana, makanya kau hanya berputar-putar" jawab Guts.
Hugo sedikit tertegun mendengar jawaban Guts padahal dia seorang penyihir tapi dia tidak menyadari adanya lingkaran sihir di sana.