
Di kedalaman hutan yang sama terlihat beberapa tenda berdiri dengan kokoh yang mengelilingi satu buah tenda yang berukuran lebih besar dari pada yang lain, di dalam tenda itu terlihat tiga orang tengah berbincang-bincang mengenai sesuatu.
"Jendral Robert menurutmu berapa lama lagi kita akan sampai di kerajaan Torterres" ucap salah seorang pria yang memakai armor berwarna emas.
"Jika kita melanjutkan perjalanan besok pagi-pagi maka kita akan sampai sore hari yang mulia" jawab jendral yang bernama Robert.
"Baguslah kalau begitu" jawab pria yang di panggil yang mulia itu.
"Yang mulia, apa anda yakin kerajaan Torterres mau membantu masalah kita" ucap salah seorang yang mengenakan armor silver
"Benar yang mulia, apakah mereka akan terbuka membantu kita" ucap salah seorang lainnya.
"Aku mengerti kekhawatiran kalian, namun aku yakin King Hermes akan membantu kita" jawab orang yang mereka panggil yang mulia.
Keempat orang itu tidak lain adalah King Hector raja kerajaan Harvest, bersama bawahannya yaitu jendral Robert, Duke Reymond, dan Duke Andrew, mereka berencana menuju ke kerajaan Torterres untuk meminta bantuan kepada raja Hermes.
Saat ini kerajaan Harvest tengah mengalami musibah yakni berupa serangan dari monster, jika hanya beberapa kelompok monster saja yang menyerang mereka tidak akan kewalahan, namun yang menyerang kerajaan mereka saat ini adalah satu kelompok besar monster yang berjumlah jutaan.
Pada awalnya kerajaan mereka hanya di serang beberapa ratus monster saja hingga suatu hari datang seseorang dari ras Demon yang mengaku bahwa dia adalah salah satu bawahan raja iblis mengatakan bahwa dalam waktu tiga minggu kedepannya pasukan monster akan menyerang mereka, dan mengambil alih kerajaan Harvest.
Raja Hector sempat bingung kenapa bangsa demon menyerang mereka, dan kenapa harus dengan memberitahukannya pada mereka, jika mereka mau mereka bisa saja lansung menyerang, ke khawatiran Raja Hector makin menjadi-jadi saat beberapa hari terakhir para monster mulai menyerang desa-desa terpencil di kerajaan Harvest dan menghancurkannya.
Oleh karena itu Raja Hector berniat meminta bantuan kepada Raja Hermes karena khawatir kerajaannya takkan mampu menghadapi pasukan monster yang di pimpin oleh bangsa Demon.
Saat mereka sedang berunding mengenai bantuan yang akan mereka minta tiba-tiba saja terdengar langkah kaki yang sangat berat bahkan sampai membuat tanah bergetar, mereka berempat lansung keluar dari tenda.
"Yang mulia pasukan pengintai melihat sejumlah Orc tengah menuju ke arah kita" ucap salah seorang prajurit.
"Apa, berapa banyak jumlah mereka" tanya Raja Hector.
"Menurut para pengintai, jumlah mereka ada dua puluh yang mulia" jawab prajurit itu.
"Sial!, ini tidak mungkin... Jendral Robert siapkan semua pasukan bagaimanapun kita harus melawan mereka semua" ucap king Hector memberi perintah.
"Baik yang mulia" jawab Robert dan segera lansung pergi menyiapkan pasukan.
"Bagaimana ini yang mulia, kita tak mungkin bisa menghadapi para Orc itu" ujar Duke Reymond.
"Bisa atau tidaknya, kita harus melawan mereka semua" jawab king Hector.
"Kalian berdua segera bersiap untuk bertempur" lanjutnya.
"Baik yang mulia" jawab mereka berdua dan lansung pergi untuk bersiap-siap.
"Boomm"
"Boomm"
"Dengarkan semuanya, jangan ada yang gentar kita hadapi mereka dan lindungi yang mulia, jika kita mati maka kita akan mati sebagai pahlawan yang melindungi raja" ucap jendral Robert memberikan semangat.
Walaupun sebenarnya dia juga agak merasa takut namun dia harus tetap berani agar para prajurit tak kehilangan semangat mereka.
"Haaaaa!!"
Para prajurit bersorak mendengar ucapan jendral mereka, kini tidak ada lagi rasa takut dalam diri mereka melainkan rasa semangat yang membara dan siap bertempur kapan saja.
Tak lama kemudian, para pasukan Orc mulai terlihat, badan mereka yang tinggi dan besar serta mereka juga membawa senjata golok yang sangat besar ukurannya tidak membuat para prajurit gentar melainkan mereka semua sudah siap dan hanya tinggal menunggu perintah dari Jendral untuk menyerang.
"Pasukan pemanah, tembakan panah kalian dan hujani mereka dengan anak panah" ucap jendral Robert memberikan perintah.
Mendengar perintah dari jendral Robert para pasukan pemanah yang berjumlah puluhan mulai menarik busur mereka dan menembakkan anak panah kearah pasukan Orc, seketika puluhan anak panah nampak melayang kearah para Orc namun saat anak panah itu menyentuh para Orc satupun dari mereka tidak ada yang terluka.
"Jangan menyerah tembakkan lagi anak panah kalian" ucap jendral Robert.
Para pasukan pemanah kembali menarik busur mereka dan menyerang pasukan Orc namun hasilnya masih sama saja, tubuh Orc sangatlah keras seperti batu jadi senjata biasa tidak bisa melukai mereka.
"Pasukan, angkat pedang kalian dan habisi para Orc itu" ucap jendral Robe memberi perintah, serta mengangkat tinggi pedangnya.
Seluruh pasukan memegang pedang mereka dan lansung maju menyerang pasukan Orc di bawah komando jendral Robert, para Orc juga tidak tinggal diam mereka semua mengangkat golok besar mereka dan lansung menyerang pasukan kerajaan.
Pasukan kerajaan menyerang para Orc dengan pedang mereka namun ketika pedang itu menyentuh kulit para Orc mereka seperti memukul batu karena kerasnya kulit para Orc.
Para prajurit masih mencoba menyerang dengan sekuat tenaga, dan menebas para Orc dengan pedang mereka namun hasilnya tetap sama, jendral Robert menjadi sangat kesal karena tidak bisa melukai para Orc, dia kemudian menenangkan dirinya dan mengalirkan mana pada pedangnya, seketika pedangnya bercahaya dan kemudian dia menebaskan pedang itu ke arah salah satu Orc.
"Double Slash"
Jendral Robert mengeluarkan skillnya dan menyerang Orc dengan dua tebasan pedang, dan akhirnya dia bisa melukai salah satu Orc meskipun hanya luka ringan, para pasukan yang menyaksikan hal itu mulai mengikuti cara jendral Robert dan mereka semua juga berhasil melukai para Orc.
Para Orc menjadi marah karena kulit mereka yang keras berhasil di tembus, mereka menyerang para pasukan kerajaan dengan brutal, sekali tebasan mereka berhasil membunuh beberapa pasukan, dalam sekejam pasukan yang berjumlah 500 berkurang dengan drastis dan tersisa kurang dari 400 pasukan.
"Jangan lengah dan teruslah menyerang" ucap jendral Robert.
"pasukan pemanah, tembak para orc dengan panah sihir kalian" lanjutnya memberi perintah.
Pasukan pemanah mulai menyerang dan kali ini mereka menggunakan mantra sihir pada anak mereka, panah yang mereka Lesatkan juga berhasil melukai para Orc, melihat hal itu mereka terus menghujani para Orc dengan anak panah.
Meskipun hanya luka-luka ringan yang di hasilkan namun karena usaha mereka akhirnya mereka berhasil membunuh 5 Orc, para Orc menjadi semakin marah dan terus menyerang mereka secara brutal.