THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Markas Bandit Serigala Malam



Bandit yang ditangkap oleh Leon hanya bisa menatap dua orang yang tengah berada di hadapannya dengan tatapan kosong, terlihat rasa takut yang teramat sangat dari dalam tatapannya.


"Dengarkan aku, aku akan membiarkanmu hidup dengan tenang asalkan kau menjawab pertanyaan yang akan aku sebutkan dengan jujur, dan tidak ada kebohongan karena aku sangat tidak suka pembohong, jadi apa kau setuju" kata Leon dengan tersenyum ramah.


Namun bagi pria malang itu, senyuman Leon merupakan senyuman dari seorang malaikat pencabut nyawa yang siap mengantarkannya ke alam keabadian, karena terlalu takut untuk bicara dia hanya menganggukkan kepalanya pelan.


"Baiklah, lansung saja apa kau tau dimana markas bandit serigala malam?" tanya Leon.


"......" dia tidak menjawab melainkan hanya mengangguk pelan.


"Bagus, sekarang aku mau kau menuntun kami ke markas tersebut, dan tenang saja setelah itu aku berjanji akan membebaskan mu" kata Leon.


Kemudian pria itu berjalan masuk kedalam hutan, Leon dan juga Lyon mengikutinya dari belakang, malam semakin larut dan lebatnya hutan membuat jarak pandang mereka terbatas hingga agak susah untuk mereka melangkah.


Setelah hampir satu jam berjalan masuk ke kedalaman hutan pria tersebut tiba-tiba berhenti dan menunjuk ke satu arah, Leon dan Lyon segera melihat kearah yang di tunjuk pria itu dan benar saja di sana terlihat seperti sebuah pemukiman yang ukuranya dua kali lipat dari desa angin.


"Baiklah terimakasih karena telah menuntun kami kemari, ini untukmu dan pergilah sejauh mungkin dan ingat jangan menjadi bandit lagi atau aku akan memenggal kepalamu" kata Leon sambil memberikan sekantong koin emas kepada pria tersebut.


"Te-terimakasih banyak tuan" jawab pria tersebut saat mengetahui bahwa dia mendapatkan sekantong koin emas.


"Pergilah dengan cepat, dan usahakan jangan sampai kau tertangkap oleh bandit lain, karena aku tidak akan bertanggung jawab akan hal itu" kata Leon.


"B-baik tuan, sekali lagi terimakasih" ucap pria tersebut dan lansung berlari sekuat tenaga meninggalkan mereka berdua.


"Kakak bagaimana sekarang?, apa kita akan lansung menyerang?" tanya Lyon.


"Untuk saat ini kita hanya perlu memantau dan sebaiknya kita mulai serangan esok hari" jawab Leon.


"Tapi bukanya akan lebih mudah saat malam hari, mereka saat ini pasti sedang beristirahat" ucap Lyon.


"Aku tau itu Lyon, hanya saja jika kita meratakan mereka besok, mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik" jawab Leon.


"Baiklah kakak, kalau begitu sebaiknya kita sembunyi dulu" ujar Lyon.


"Ayo ikuti aku" kata Leon kemudian melompat keatas sebuah pohon dan terus naik ke sebuah pohon besar.


Lyon mengikutinya dari belakang, mereka terus saja melompat dari satu dahan ke dahan yang lainnya hingga mereka berhenti di sebuah dahan yang di rasa sudah cukup tinggi dan sangat mudah untuk mengawasi mereka, jarak antara mereka dan markas bandit serigala malam berkisar 500 meter sedangkan saat ini mereka tengah duduk di sebuah dahan pohong besar dengan ketinggian hampir 200 meter.


Leon meminta Lyon untuk menekan semua auranya agar tidak bisa di deteksi oleh musuh, sedangkan untuk Leon karena dia memiliki Blue Sky Ring jadi dia saat ini tidak bisa di deteksi karena semua auranya sudah tertutup oleh cincin tersebut.


Waktu berlalu dengan cepat kini matahari telah berganti dengan sang rembulan untuk menyinari dunia ini, Leon dan Lyon tidak tidur semalaman mereka terus saja mengawasi markas tersebut sampai sekarang.


"Kakak, beberapa dari mereka sudah mulai beraktivitas" kata Lyon ketika melihat beberapa bandit keluar dari rumah mereka.


"Baiklah saatnya beraksi" ucap Leon.


Sementara Leon dia tidak tanggung-tanggung dia lansung mengeluarkan skillnya yang bisa menciptakan berapapun bola api yang ia inginkan


"Explanation Shot"


Lima bola api besar muncul di atas Leon, dan lagi-lagi Lyon menjadi sangat kagum dengan kemampuan kakaknya itu, mereka kemudian melemparkan bola api yang mereka ciptakan kearah markas bandit serigala malam, tujuh bola api yang sangat besar melesat dengan kecepatan tinggi bagaikan sebuah meteor.


"BOOMMMM!!"


Lima ledakan besar terdengar di tengah-tengah hutan yang rindang itu, Ledakan dahsyat tersebut menyebabkan bangunan yang ada di area markas tersebut menjadi hancur dan terbakar, api dengan cepat menyebar membakar setiap benda yang disentuhnya.


Teriakan dan jeritan terdengar di mana-mana, hingga membuat kehebohan di kedalaman hutan tersebut.


"Siapa yang berani menyerang markas serigala malam" tiba-tiba saja dari arah sebuah rumah yang paling besar keluar seseorang dan lansung berteriak.


"Prajurit, semuanya berkumpul dan bantu yang lainya" ucap pria tersebut.


Ratusan prajurit kemudian membantu yang lainnya, untuk segera meninggalkan kediaman atau rumah mereka yang telah hangus terbakar oleh api.


"Hahahaha, bandit serigala malam akhirnya kami bisa menemukanmu" kata Lyon yang lansung mendarat tepat di depan ketua bandit tersebut.


"Siapa kalian, dan kenapa kalian menyerang markas ku" tanya pria tersebut.


"Hahahaha, kau tidak perlu tau siapa kami yang jelas kami ke sini hanya untuk memusnahkan semua orang-orangmu" kata Lyon dengan sinis.


Tiba-tiba saja mereka semua telah di kelilingi oleh ribuan bandit lengkap dengan senjata mereka dan sudah siap untuk menyerang mereka berdua.


"Hahahaha, kalian salah pilihan karena berani menyerang markas kami" kata bandit serigala malam.


"Bunuh merek berdua" lanjutnya memberi perintah dengan nada tegas.


Leon dan Lyon kemudian lansung mengeluarkan senjata mereka, dan lansung menyerang para bandit yang mengarah ke mereka, pertarungan sudah tidak bisa di hindarkan lagi, kini Leon dan Lyon tengah berhadapan dengan ribuan anggota bandit serigala malam.


Sebenarnya jika salah satu dari mereka berdua ingin memusnahkan para bandit itu sangatlah mudah, hanya saja kali ini mereka tidak menggunakan skill melainkan hanya menyerang dengan biasa, bahkan mereka tidak terlalu serius melawan ribuan bandit amatir itu.


"Kakak, biarkan aku yang mengurus mereka semua, kau kejar saja ketuanya" kata Lyon.


"Apa kau yakin bisa sendirian?" tanya Leon.


"Ayolah kakak, bagiku mereka semua hanyalah semut-semut yang akan segera ku injak" kata Lyon.


"Baiklah kalau begitu aku pergi" jawab Leon kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.


Para bandit yang mendengar ucapan Lyon menjadi sangat geram dan marah, mereka semua tidak terima karena Lyon baru saja mengatakan bahwa dia sedang berhadapan dengan semut yang siap ia injak-injak, mereka semua menyerang Lyon secara membabi-buta, namun bukannya kewalahan Lyon malah nampak seperti sangat menikmati pertarungan itu.