
Dua hari telah berlalu kini pasukan kerajaan Harvest telah sampai di perbatasan kerajaan yaitu di kota Esther, raja segera memerintahkan jendral untuk mengatur posisi bertahan dan meningkatkan penjagaan di atas gerbang dengan pasukan pemanah.
Sementara semua prajurit sibuk membuat pertahanan, Leon dan Lyon malah mondar mandir di depan gerbang bersama dengan seekor serigala, setelah lelah mereka berdua kemudian duduk di dinding gerbang.
"Kakak, apa aku boleh mengamuk nanti?" tanya Lyon.
"Terserah kau saja, asalkan jangan terlalu sombong bila ada musuh yang kuat jangan paksakan untuk melawannya sendirian" jawab Leon.
"Baik kakak aku mengerti" ucap Lyon.
"Hey kalian berdua apa yang kalian lakukan di sana, sebaiknya cepat masuk kedalam gerbang" ucap salah satu prajurit.
"Kami akan menunggu di sini saja" ujar Lyon.
"Huh.... terserah kalian saja" ucap prajurit itu lgi.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba dari kejauhan terdengar banyak suara langkah kaki, Lyon memfokuskan pandangannya ke depan dan melihat ratusan ribu monster dan binatang iblis tengah menuju ke arah mereka.
"Serangan datang!!!" teriak salah satu prajurit yang juga menyaksikan kedatangan para monster itu.
Setelah mendengar ucapan dari prajurit itu, mereka semua menjadi gaduh dan khawatir karena pasukan bantuan diperkirakan akan datang satu hari lagi, raja segera naik keatas pagar untuk melihat gerombolan monster yang datang, begitu juga dengan jendral dan para bangsawan.
"Siapkan posisi bertahan" ucap jendral dengan suara yang lantang.
Setelah itu seluruh pasukan bergerak menuju kearah gerbang, dan pasukan pemanah segera naik keatas tembok, Lyon dan Leon juga nampak bersiap-siap mereka mengeluarkan senjata dan bersiap untuk menyerang.
"Yang mulia, apa yang mereka berdua lakukan" tanya salah seorang bangsawan menunjuk kearah Leon dan Lyon yang berada di luar pagar.
Mereka semua memandang kearah yang di tunjuk oleh bangsawan itu, dan mendapati dua orang yang menggunakan armor berbeda tengah berdiri dengan santainya di luar gerbang.
Jarak pasukan monster dan gerbang semakin dekat, Leon dan Lyon masih saja menunggu hingga mereka semua cukup dekat dengan gerbang, setelah jarak mereka hanya tersisa kurang dari 500 meter Lyon kemudian memancarkan aura putih yang menyelimuti tubuhnya, aura itu menekan semua orang yang ada di sana kecuali Leon dan Logan.
"Huh.... jika begini malah kau yang akan membunuh pasukan kerajaan, dan bukannya monster" ucap Leon lalu kemudian aura keemasan terpancar dari tubuhnya, namun anehnya aura itu malah menghilangkan tekanan akibat aura yang di keluarkan oleh Lyon.
"Hehehe.... maaf kakak, aku masih belum bisa mengontrol aura sepertimu" ucap Lyon pelan.
"Baiklah aku akan menyerang duluan" lanjutnya kemudian dia mengangkat tombaknya dan lansung menghilang dari pandangan para prajurit.
beberapa saat kemudian setelah menghilangnya seseorang yang memakai armor putih sebuah ledakan keras terdengar dari arah datangnya para monster.
"BOOMMM!!!!"
"BOOMMM!!!"
"BOOMMM!!!"
Ledakan keras terus saja terdengar bersamaan dengan tubuh monster yang beterbangan, serta debu-debu yang mulai membatasi pandangan para prajurit.
"Maafkan adikku yang mulia, dia memang suka begitu" ucap Leon santai.
Mereka semua terkejut mendengar perkataan Leon, mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan saat ini, hanya dengan satu orang mampu menghancurkan ribuan pasukan monster dengan beberapa kali serangan saja.
"Baiklah, saatnya berolah raga" ucap Leon pelan, dia kemudian mengeluarkan katana miliknya dalam sekejap dia juga menghilang dari pandangan para prajurit.
Samar-samar dari tempat ratusan monster itu berada terdengar raungan dari para monster, dan entah kenapa mereka yang tengah menyaksikan dan mendengar raungan itu menjadi kasihan pada para monster.
"Hahahaha, rasakan ini monster-monster jelek" Lyon tertawa terbahak-bahak di tengah-tengah pertarungan yang sedang terjadi.
"Lyon jangan buang-buang waktu lagi habisi mereka semua" ucap Leon dengan sedikit berteriak.
"Baik kakak!" jawab Lyon.
Lyon mengangkat tangannya dan mengeluarkan bola api berwarna putih yang semakin lama menjadi semakin besar, setelah merasa cukup besar Lyon melemparkan bola api itu ke arah para monster.
"BBOOMMMM!!!"
Terjadi ledakan yang sangat besar saat bola api putih itu menyentuh gerombolan para monster, tanah menjadi bergetar akibat dari ledakan itu bahkan efek ledakannya sampai terasa oleh para pasukan yang tengah menyaksikan mereka dari atas pagar.
Leon juga tidak tinggal diam dia melakukan hal yang sama dengan Lyon, dia mengangkat kedua tangannya dan 5 bola api yang juga berwarna putih tercipta dan kelimanya sangatlah besar, bahkan Lyon sedikit terkejut dan kagum dengan apa yang tengah ia saksikan saat ini.
"EXPLOTION SHOT"
Explotion Shot adalah skill ciptaan Leon sendiri setelah mendapatkan kekuatan api putih milik Lyon, kelima bola api raksasa itu terbang kearah para monster dan setelah kelimanya menyentuh para monster terjadi ledakan yang sangat besar dan berturut-turut selama 5 kali.
Tidak sampai setengah jam ratusan ribu gelombang monster yang datang semuanya mati dan yang membuat mereka semua mati adalah dua orang yang saat ini berdiri di depan kawah raksasa yang tercipta akibat ledakan-ledakan besar yang baru saja terjadi.
Raja, jendral, para bangsawan, bahkan para prajurit yang menyaksikan hal itu hanya memandangi mereka dengan tatapan kosong dan mulut yang sedikit terbuka.
Aura emas dan aura putih yang memancar dari tubuh mereka berdua perlahan-lahan mulai menghilang, lalu setelah itu mereka berdua berjalan kembali menuju kearah dinding pagar, di sana terlihat semua orang tengah memandang ke arah mereka berdua.
"Ap-apa mereka itu manusia" ucap Duke Charles.
"Aku sangat bersyukur mereka bukanlah lawan kita" ujar salah satu bangsawan lainnya.
"Sebaiknya kita jangan sampai membuat mereka tersinggung atau kita akan berakhir sama seperti para monster itu" ucap jendral Robert.
"Sudahlah mari buka gerbangnya dan sambut kedatangan mereka berdua" ujar raja.
"Buka gerbangnya!" teriak jendral Robert memberikan perintah.
Para prajurit yang ada di dekat gerbang segera bergegas membuka gerbang sesuai perintah jendral mereka.
"Kakak, setelah ini apa kita akan kembali ke kerajaan Torterres?" tanya Lyon.
"Untuk saat ini, kita akan berada di sini terlebih dahulu, sampai situasinya benar-benar aman" jawab Leon
"Oke!" jawab Lyon singkat.
"Kakak apa aku boleh minta sedikit makanan pada mereka, aku sangat lapar" ucap Lyon.
"Terserah kau saja, tapi ingat jangan buat keributan" ujar Leon.
"Tenanglah kakak, aku akan meminta dengan sangat baik" ucap Lyon dengan tersenyum lebar.
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam gerbang Logan juga ikut masuk ke dalam gerbang, waktu pertempuran Leon melarang Logan untuk ikut bertempur dan hanya boleh menyaksikan atau bertindak jika ada sesuatu yang gawat terjadi.