
Di gerbang kota terlihat seorang pria paruh baya tengah berjalan dan menuju kearah arena pertarungan, dia menggunakan jubah hitam yang sudah terlihat usang serta menggunakan penutup kepala yang juga berwarna hitam.
"Hahaha sudah sangat lama aku tidak kembali ke kerajaan ini" kata orang itu.
"Tapi bantuan apa yang di butuhkan bocah bodoh itu, sehingga harus memanggilku pulang ke kerajaan" gumamnya pelan.
Pria tersebut terus melanjutkan perjalanannya menuju ke arena pertarungan, aura gelap terpancar dari tubuhnya hingga membuat beberapa penduduk merasa merinding saat berpapasan dengan orang itu.
Di arena, pertarungan yang sangat sengit masih berlanjut, namun kali ini dua orang dari guild Nightmare telah gugur sehingga memudahkan Xin dan teman-temannya untuk menghadapi mereka semua.
Xin masih bertarung dengan Edward sementara Guts lebih memilih untuk membantu Asta yang terlihat mulai kewalahan karena bertarung melawan tiga orang.
Guts melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah pertarungan Asta, namun Nico yang melihat hak itu tidak tinggal diam dia melancarkan serangan menggunakan bola api kearah Guts, karena kecepatan yang luar biasa Guts dapat dengan mudah menghindari setiap bola api yang mengarah padanya.
"Homer bantu aku!!" kata Nico.
"Tidak bisa, aku juga sedang sibuk" jawab Homer.
Dia sangat ingin membantu Nico namun lawannya yaitu Asta sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk dirinya bisa meninggalkan pertarungan tersebut dan melindungi teman-temannya.
Dengan kecepatan tingginya, Guts menghilang dari pandangan Nico dan dalam sekejap dia sudah berada di belakang Nico dan memukul pundaknya dengan kuat sehingga membuat Nico tersungkur ke tanah dan pingsan.
"Nico...!!!" Giovanni berteriak kencang ketika melihat Nico yang tergeletak di lantai arena, dia segera merapalkan mantra sihir dan menciptakan bola api raksasa kemudian melemparkannya kearah Guts.
Namun sekuat apapun serangan tersebut bagi Assassin seperti Guts untuk menghindari serangan itu dengan kecepatannya yang tinggi bukanlah suatu masalah.
Guts kembali menghilang dari pandangan dan dalam hitungan detik dia sudah berada di hadapan Giovanni kemudian mendaratkan pukulan ke perutnya hingga membuatnya terpental ke belakang.
"Aku tidak ingin melukai wanita jadi sebaiknya kau menyerah saja" kata Guts
"Jangan remehkan aku!" kata Giovanni kemudian mencoba untuk kembali menyerang Guts dengan sihirnya.
Namun lagi-lagi usahanya sia-sia, karena bagi seorang Mage bertarung seorang diri melawan Assassin bukanlah hal yang mudah dan bisa dibilang itu adalah sesuatu hal yang mustahil untuk mereka bisa menang, kecuali Mage tersebut memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari seorang Assassin.
"Usaha yang sia-sia" kata Guts, dia melesat dengan kecepatan tinggi kearah Giovanni dan memukul perutnya dengan keras hingga membuatnya terpental sampai keluar arena.
Edward dan Xin menghentikan pertarungan mereka ketika melihat seorang perempuan terpental keluar arena.
"Hahaha anggotamu sudah berkurang satu lagi, apa kau masih belum mau menyerah?" kata Xin.
"Sialan, kalau begini terus kami akan kalah, kapan dia akan datang" gumam Edward pelan.
"Apa yang kau bisikkan, apa kau sudah siap untuk menyerah?" tanya Xin.
"Hahaha pertarungan yang sangat hebat!!!"
Mereka semua dikejutkan ketika mendengar seseorang bertepuk tangan di ujung arena, aura yang sangat gelap serta kuat terpancar dari tubuhnya hingga membuat para penonton merasa ngeri serta bergetar ketakutan.
"Akhirnya dia datang juga!!" kata Edward.
"Hey bocah kenapa kau sangat lemah, bahkan menghadapi tiga orang ini saja kau tidak bisa" kata orang itu.
"Hey siapa kau, jangan mengganggu pertarungan kami" ucap Xin.
"Siapa aku itu tidak penting" kata pria tersebut, tiba-tiba dia menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap sudah berada di depan Xin serta mendaratkan satu pukulan di dadanya hingga membuat Xin terpental keluar arena dan menabrak dinding.
"Kekuatan yang sangat kuat" gumam Leon.
"Ashley jika keadaan bertambah bahaya maka segera pergi berlindung" kata Leon.
"Apa kau akan bertarung?" tanya Ashley khawatir.
"Ashley, keadaan sudah seperti ini dan mereka tidak akan bisa menghadapi orang itu, jadi terpaksa aku harus turun tangan" kata Leon.
"Tapi kau belum sembuh total" kata Ashley.
"Tenanglah sayang, dan doakan saja aku" kata Leon kemudian mencium kening Ashley.
Leon kemudian menghilang dari pandangan Ashley dan dalam sekejap dia sudah berada di atas arena.
"Asta kau bantu Xin, dan Guts jaga Ashley" kata Leon memberi perintah.
"Baik tuan" kata mereka berdua kemudian keluar dari arena pertarungan.
"Tuan, sebelumnya aku ingin tau siapa anda, dan kenapa anda mengganggu pertarungan ini?" kata Leon.
"Aku adalah Arthur orang-orang menyebutku sebagai kesatria kegelapan, Edward adalah adik sepupuku dan tentu saja sudah kewajiban bagiku untuk membantunya menghabisi setiap musuh-musuhnya" jawab pria yang bernama Arthur.
"Kalau begitu berarti aku juga harus ikut campur" ujar Leon.
"Hahahaha, aku hanya mencari lawan yang kuat dan bukanorang yang tidak punya kekuatan sepertimu, jadi sebaiknya kau turun dari arena karena kau tidak pantas menjadi lawanku" kata Arthur, dia tidak bisa melihat kekuatan serta energi Leon karena efek dari Blue Sky Ring yang dipakai Leon.
Namun Leon hanya diam dan tersenyum dengan lembut, dan dalam beberapa detik kemudian dia sudah menghilang dari pandangan dan tiba-tiba saja Homer terpental dari arena pertarungan dan menabrak dinding pembatas yang ada di belakangnya lalu setelah itu Leon kembali muncul di tempatnya semula.
"Apa anda yakin aku masih tidak punya kekuatan, tuan?" tanya Leon sambil tersenyum ramah.
Wajah Arthur yang awalnya terlihat senang namun tiba-tiba saja berubah menjadi jelek setelah menyaksikan Homer yang terpental keluar arena, dia tidak bisa membaca serangan yang di lakukan oleh Leon.
"Sepertinya aku menemukan lawan yang hebat" kata Arthur.
"Sebelum kita bertarung sebutkan dulu namamu tuan" ucap Arthur kemudian mencabut pedang yang tersarung di pinggangnya.
"Namaku adalah Leon, biasanya orang-orang memanggilku dengan sebutan Lone wolf" kata Leon.
Arthur terkejut ketika mendengar nama tersebut, karena ketika dalam perjalanannya dia selalu mendengar cerita tentang kehebatan seorang petualang dengan armor yang aneh dan topeng yang menyerupai serigala dan diberi julukan Lone Wolf.
"Apa kau Lone Wolf yang itu?" tanya Arthur.
"Aku tidak tau yang mana maksudmu tapi setahuku hanya satu orang yang memiliki julukan tersebut yaitu, aku" kata Leon kemudian dalam sekejap seluruh tubuhnya telah di tutupi oleh armor yang terlihat asing bagi mereka semua serta sebuah topeng yang mirip wajah serigala.
"Ka-kau benar-benar sang Lone Wolf" kata Arthur.
"Kakak, apa kau kenal dengan orang ini?" tanya Edward.
"Tentu saja, siapa yang tidak kenal dengan sang Lone Wolf yang membantu kerajaan Harvest dalam peperangan melawan ratusan ribu monster di kota Esther, bahkan kabarnya dia menghabisi ratusan ribu monster seorang diri" kata Arthur.
Mereka semua tercengang setelah mendengar ucapan Arthur bahkan Ashley, Guts dan Asta juga ikut terkejut mendengarnya, karena Leon tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada mereka, dan mereka juga tidak menyangka bahwa Leon adalah pahlawan bagi kerajaan Harvest.