
Sebelumnya..
Setelah kalah dari Leon jendral iblis Ingrid bergegas kembali ke kerajaan bangsa iblis di benua hitam, berita tentang keberadaan Leon harus segera ia laporkan pada jendral iblis Luchifer.
Sesampainya di kerajaan iblis mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Ingrid dalam keadaan terluka.
"Jendral Ingrid apa yang terjadi padamu?" tanya Cyrilo
"Aku tidak apa-apa, mari ikut aku menghadap yang mulia" kata Ingrid.
Mereka berdua kemudian lansung menuju ke istana hitam tempat raja iblis berada, sesampainya di sana raja iblis serta para jendral lainnya yang melihat kedatangan Ingrid menjadi bertanya-tanya.
"Ingrid apa yang terjadi padamu?" tanya raja iblis.
"Hamba tidak apa-apa yang mulia, ada sesuatu yang harus hampa laporkan pada yang mulia dan yang lainnya" jawab Ingrid.
"Silahkan" kata raja iblis.
"Begini yang mulia, di benua Blue Continent ada seorang kesatria hebat yang memiliki darah dewa, kekuatannya memang masih sangat rendah namun aura yang ia pancarkan sudah menyamai seorang legenda, bahkan hamba sendiri tidak mampu menahan tekanan aura tersebut dan hal itu pulalah yang menyebabkan hamba bisa terluka" kata Ingrid menjelaskan.
"Hahahaha, seorang kesatria dengan aura dewa, ini benar-benar menarik" ucap raja iblis.
"Lalu apa yang harus kita lakukan yang mulia?" tanya Ingrid.
"Tidak perlu khawatir aku bahkan telah menyiapkan semuanya jauh sebelum kau bertemu dengannya" kata raja iblis.
"Barbaros, jelaskan pada mereka semua" ucap raja iblis.
"Baik yang mulia, begini semuanya tetua agung telah menyiapkan rencana sesuai dengan titah yang mulia raja iblis, beliau telah menciptakan hewan-hewan yang kuat untuk persiapan sebagai senjata kita, dan saat ini ada dua hewan ciptaan tetua agung yang mengikuti kesatria tersebut dengan menyamar sebagai hewan suci, jadi setiap gerak gerik dari kesatria tersebut dapat kita ketahui" kata jendral Barbaros menjelaskan.
"Jadi semua ini telah di rencanakan" gumam Ingrid.
"Benar Ingrid dan tugasmu adalah temui kedua hewan tersebut dan bawa pulang sebelum semuanya diketahui oleh kesatria itu" ujar raja iblis.
"Apa maksudnya yang mulia, bagaiman bisa dia mengetahui rencana yang mulia?" tanya Ingrid.
"Sebelumnya pria tersebut telah menemukan tempat persembunyian hewan suci kuno, yang merupakan raja dari dunia ini dan hanya tinggal menunggu waktu saja sampai mereka berdua bertemu" kata raja iblis.
"Baik yang mulia, tugas ini akan hamba selesaikan dengan baik, tapi hamba perlu menyembuhkan diri dulu yang mulia" kata Ingrid.
"Tidak perlu, gunakan ini dan kau akan sembuh serta kekuatanmu akan berlipat ganda" ujar raja iblis kemudian melemparkan sebuah kristal hitam pada Ingrid.
"Baik yang mulia, hamba undur diri dulu" kata Ingrid kemudian pergi meninggalkan aula istana.
Setelah sampai di ruangannya Ingrid lansung menyerap inti kristal hitam tersebut dan dalam sekejap luka-luka yang ia alami menjadi sembuh tidak hanya itu bahkan ia juga merasakan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.
"Hahahaha saatnya balas dendam" gumam Ingrid.
Setelah selesai menyerap inti kristal hitam tersebut Ingrid lansung pergi dari benua hitam menuju ke Blue Continent untuk menemui kedua hewan yang di maksud oleh Jendral Barbaros.
Ingrid menghentikan laju terbangnya dan berhenti di atas sebuah desa kecil yang terletak di tengah hutan, dia mencoba untuk menelusuri desa tersebut hingga akhirnya ia berhasil menemukan dua hewan tersebut.
"Hey kalian berdua yang ada di bawah, segera kesini ada yang ingin aku sampaikan" kata Ingrid
Beberapa saat kemudian di depannya muncul dua orang manusia dan lansung memberi hormat padanya, mereka berdua adalah Logan dan Aquila yang merupakan hewan yang di maksud oleh raja iblis sebelumnya.
"Salam pada jendral Ingrid" kata mereka berdua serempak.
"Bagus jika kalian telah mengenalku, jadi lansung saja yang mulia raja meminta kalian berdua untuk kembali ke istana karena akan ada hal gawat yang akan terjadi, tapi sebelum itu kalian ikut aku balas dendam dulu" kata Ingrid.
"Siap menerima perintah jendral" jawab mereka berdua serempak.
"Lyon, Logan, Aquila.."
"Maaf jendral sepertinya kami di panggil oleh manusia hina itu" kata Logan.
"Bagus ikuti dia, dan ketika sudah tiba saatnya kita akan memberikan kejutan besar padanya" ujar Ingrid.
"Baik jendral" ucap mereka berdua kemudian menghilang dari pandangan Ingrid.
Setelah kepergian mereka berdua, Ingrid kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke kerajaan Torterres, dan kali ini ia berhasil menyembunyikan auranya hingga tidak diketahui oleh Leon, selain itu Leon juga masih belum sembuh total akibat kekuatan kegelapan yang melukainya saat berduel dengan Ingrid, sehingga membuatnya hanya fokus pada penyembuhan diri saja.
Setelah sebulan berlalu akhirnya waktu yang ditunggu Ingrid tiba, saat itu raja memerintahkan jendral untuk menangkap Leon, Ingrid sangat senang namun dia masih belum menyerang melainkan menunggu saat-saat yang sangat tepat.
Dan setelah keributan terjadi di istana, akhirnya Ingrid muncul dan mengejutkan semua orang termasuk Leon yang saat itu sedang berhadapan dengan pra bangsawan.
***
Leon yang saat itu tengah terluka membawa mereka semua ke sebuah hutan yang ia ingat, yaitu hutan tempat markas bandit serigala malam yang telah Leon hancurkan sebelumnya.
"Kita ada dimana?" tanya Duke Arton bingung karena tiba-tiba mereka berada di tengah bangunan yang sudah hancur.
"Leon..!!" Ashley berteriak histeris dan menangis ketika melihat tubuh Leon telah tergeletak di tanah, begitu juga dengan Lyon yang telah berubah kembali ke wujud aslinya.
"Suamiku, bagaimana ini?" tanya Maria sedih
"Kita tidak tau sekarang berada dimana, jadi sebaiknya kita tetap di sini saja, kalian jagalah Leon aku akan berusaha mencari bantuan" kata Duke Arton kemudian pergi ke hutan.
Duke Arton menyusuri seluruh hutan dan berharap bisa menemukan seorang petualang atau siapapun itu yang dapat ia mintai bantuan, namun sudah berjam-jam ia menelusuri hutan masih belum nampak satu orangpun berada di sana.
"Sebenarnya ini ada dimana, kenapa hutan di sini sangat asing" gumam Duke Arton sambil bersandar di sebuah pohon.
Setelah selesai mengumpulkan tenaga Duke Arton kemudian melanjutkan perjalanannya menelusuri hutan, dan setelah dua jam berlalu ia akhirnya dari kejauhan Duke Arton melihat sebuah desa kecil.
"Syukurlah disini ada sebuah desa" kata Duke Arton kemudian lansung berlari menuju ke arah desa yang masih lumayan jauh, dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki Duke Arton berlari secepat mungkin menuju kearah desa.
Setelah sampai di desa Duke Arton di sambut oleh seorang gadis kecil yang sangat ramah, kemudian Duke Arton di bawa oleh gadis tersebut ke tempat ayahnya yang merupakan pemimpin desa.