THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Kepergian Lyon



Keesokan harinya kabar mengenai kesembuhan Leon telah menyebar ke seluruh desa hingga membuat para penduduk berbondong-bondong berdatangan dan memenuhi halaman rumah Ronald untuk menemui Leon.


"Ronald dimana pemimpin kami ingin bertemu dengannya"


"Benar, kami juga ingin tau keadaan pemimpin"


"Baiklah, baiklah saudaraku sekalian harap tenang aku akan memanggil pemimpin" kata Ronald kemudian masuk kedalam rumahnya.


"Sayang sepertinya para penduduk sangat ingin bertemu denganku, jadi sebaiknya kita menemui mereka" ucap Leon.


"Baiklah" jawab Ashley singkat.


Mereka berdua kemudian meninggalkan kamar dam bertemu dengan Ronald yang baru saja ingin memanggil Leon.


"Pemimpin syukurlah anda akan keluar, para penduduk sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pemimpin" kata Ronald.


"Baiklah paman, aku dan istriku akan keluar menemui mereka semua" kata Leon.


Kemudian mereka bertiga pergi keluar rumah untuk menemui para penduduk, Duke Arton dan istrinya juga ikut keluar rumah karena merek mendengar ada keributan diluar rumah.


"Itu, itu pemimpin"


"Benar itu pemimpin, beri hormat"


para penduduk kemudian berlutut dan memberi hormat pada Leon layaknya memberi hormat pada seorang raja, Leon merasa tidak enak hati dengan perlakuan hormay yang di tunjukkan oleh para penduduk.


"Semuanya tolong berdiri, jangan seperti ini aku bukanlah raja" kata Leon.


"Pemimpin memang bukan raja, tapi di hati kami pemimpin adalah sosok raja yang sesungguhnya" kata salah satu penduduk.


"Hahhhhhh, kalian ini ada-ada saja" kata Leon menghela nafas panjang.


"Baiklah semuanya sekarang aku akan memimpin desa ini lagi, dan perkenalkan ini adalah istriku, Ashley, dan ini ayah mertuaku Arton, dan ibu mertuaku Maria" kata Leon memperkenalkan keluarganya.


"Salam pada nona pemimpin, salam pada ayah dan ibu mertua pemimpin" ucap para warga serempak.


"Terimakasih semuanya, satu hal lagi aku memiliki berita buruk saudaraku Lyon telah tiada dan untuk itu aku mohon bantuan kalian semua agar bisa mengadakan upacara pemakaman untuk adikku" kata Leon sedih.


"Baik pemimpin". kata para penduduk.


Setelah pertemuan singkat tersebut para warga kemudian menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan untuk upacara pemakaman Lyon, setelah selesai mereka kemudian melangsungkan upacara pemakaman tersebut dengan dipimpin lansung oleh Leon.


Suasana hening seketika menyelimuti desa, karena saat ini mereka semua tengah bersedih karena turut merasa kehilangan atas meninggalnya adik dari pemimpin mereka, setelah acara pemakaman selesai Leon lansung kembali kerumah Ronald untuk istirahat.


Ashley sangat mengerti kesedihan yang dialami Leon saat ini, jadi dia terus berada di sisi Leon dam berusaha untuk menghibur serta menyemangatinya.


"Sayang kau harus sabar, Lyon mati secara terhormat jadi jangan terlalu larut dalam kesedihanmu, aku yakin Lyon tidak ingin melihatmu seperti ini" ucap Alisha mencoba untuk menenangkan Leon.


"Iya sayang aku tau, hanya saja aku masih tidak percaya bahwa Logan dan Aquila juga menghianatiku, bahkan sebab mereka berdua juga Lyon jadi meninggal" kata Leon kesal.


"Tenanglah sayang, suatu saat kau pasti bisa membalaskan dendam Lyon" ucap Ashley.


"Tentu saja, mereka berdua tidak akan pernah aku lepaskan" ucap Leon.


"Ah ya, aku lupa Ashley bisakah kau menemaniku ke atas gunung besok?" tanya Leon.


"Maksudmu gunung yang ada di belakang desa ini?, untuk apa?, kau kan belum sembuh" ucap Ashley.


"Hahaha tidak apa-apa sayang, masalahnya ada seseorang yang mau menemani kita di sana" jawab Leon.


"Siapa?" tanya Ashley penasaran.


"Nanti kau juga bakal tau" jawab Leon.


"Tunggu apa aku boleh ikut?" tanya Leon.


"Sayang ini bukan rumah kita" jawab Ashley dengan wajah memerah.


"Memangnya kenapa, mereka juga tidak akan mungkin mengintip" ucap Leon.


"Baiklah" jawab Ashley pelan.


Dia sangat senang Leon akhirnya bisa menghilangkan kesedihannya walaupun sedikit, meskipun yang di minta Leon agak sedikit membuat jantungnya bergerak cepat namun ia juga tidak dapat menolak keinginan suaminya tersebut.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian mereka berdua kemudian menuju ke dapur untuk makan, namun ketika sampai di dapur mereka tidak menemukan makanan karena saat ini Reyna sedang memasak.


"Eh kak Leon, kak Ashley apa kalian lapar?, aku minta maaf karena makanannya belum siap" ucap Reyna dengan wajah tertunduk.


"Tidak apa-apa Reyna, kau tidak bersalah jadi jangan minta maaf, begini saja kakak akan membantumu memasak agar cepat selesai" kata Ashley.


"Benarkah?, kalau begitu terimakasih kak" jawab Reyna


"Baiklah sayang, aku akan ke kamar saja nanti kalau sudah selesai bangunkan aku" kata Leo kemudian lansung pergi menuju kamar.


"Baiklah Reyna mari kita masak" ucap Ashley.


Karena makanan belum ada Leon memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat, namun ketika ia hendak masuk kamar ia mendengar suara Duke Arton dan Ronald sedang membahas sesuatu, karena penasaran Leon memutuskan untuk menemui mereka berdua yang sedang duduk di teras rumah.


"Ayah, paman, kalian sedang membahas apa?" tanya Leon.


"Pemimpin, kami hanya sedan membicarakan tentang pembangunan mansion" jawab Ronald.


"Begitu ya, apa aku boleh bergabung?" tanya Leon.


"Tentu saja boleh nak, silahkan duduk" kata Duke Arton.


"Begini pemimpin aku berniat membangun satu mansion tambahan untuk ayah mertua pemimpin" kata Ronald menjelaskan.


"Lalu masalahnya apa?" tanya Leon.


"Masalahnya ayah tidak setuju, membangun dua mansion membutuhkan biaya yang mahal, lagipula ibumu akan lebih senang jika tinggal bersama kalian" ucap Arton.


"Jika ayah menghawatirkan soal uang, itu bukanlah masalah ayah, namun kalau memang ayah tidak mau aku akan menuruti keinginan ayah saja" kata Leon.


"Baiklah pemimpin, berarti kita lanjutkan saja pembangunan mansion sebelumnya" ujar Ronald.


"Benar paman, dan jika ada yang kurang paman tinggal beritahu padaku saja" kata Leon.


"Baik pemimpin" jawab Ronald.


Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang mengenai seputar masalah desa, mereka juga membahas tentang musim dingin yang akan datang beberapa bulan lagi.


Untungnya masalah tersebut telah diatasi oleh Leon sebelumnya, dengan membeli bahan-bahan untuk membuat baju yang tebal agar para penduduk desa tetap bisa keluar rumah selama musim dingin berlangsung.


Perbincangan mereka bertiga akhirnya berakhir disebabkan oleh Reyna yang datang dan mengajak mereka bertiga menuju ke kedapur karena makanan telah selesai.


Mereka bertiga kemudian menuju ke dapur untuk makan bersama dan kembali melanjutkan perbincangan hangat mereka sebelumnya di meja makan.


Para penduduk yang berlalu lalang melewati rumah Ronald samar-samar dapat mendengar gelak tawa dari arah dalam rumah, dan ketika mereka mendengar gelak tawa tersebut mereka semua merasa sangat senang karena pemimpin mereka telah kembali ceria seperti semula.


"Syukrulah akhirnya pemimpin bisa kembali ceria dengan cepat".


"Kau benar, semoga saja pemimpin tidak terlalu memikirkan adiknya"


Para penduduk yang berlalu-lalang terus membicarakan Leon saat mereka mendengar gelak tawa dari arah rumah Ronald, mereka semua juga merasa senang karena Leon tidak lagi bersedih.