
Pagi itu seluruh prajurit di kejutkan dengan kedatangan rombongan pasukan dari kerajaan Torterres mereka juga merasa sangat senang karena bantuan mereka telah datang.
Raja dan yang lainnya saat ini tengah duduk di meja makan, mereka tengah menikmati sarapan pagi yang di sediakan oleh tuan penguasa kota.
"Lapor yang mulia raja" ucap salah seorang prajurit yang tiba-tiba menghadap.
"Ada apa prajurit, apa kau tidak lihat raja sedang makan!" ujar jendral Robert dengan nada tinggi.
"Maaf jendral, tapi ada yang harus saya sampaikan" ucap prajurit itu.
"Katakanlah" jawab raja.
"Begini yang mulia, rombongan pasukan dari kerajaan Torterres telah sampai" ucap prajurit itu menjelaskan.
"Benarkah?, cepat kau undang mereka untuk lansung ke sini" ujar raja.
"Baik yang mulia" prajurit itu memberi hormat dan kemudian meninggalkan ruangan makan.
Selang beberapa menit, terlihat prajurit itu datang lagi namun kali ini dia tidak sendirian melainkan bersama tiga orang di belakangnya, setelah mengantarkan tiga orang itu prajurit tersebut memberi hormat dan kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Salam hormat yang mulia" ucap ketiga pria tersebut memberikan hormat.
"Yang mulia, mereka berdua adalah bangsawan utusan dari raja Hermes" kata Duke Andrew menjelaskan.
"Salam yang mulia, saya adalah Duke Arton.."
"Dan saya Adalah Duke Felix, yang mulia"
Mereka berdua memperkenalkan diri kepada raja, raja kemudian berdiri dari tempat duduknya dan maju ke arah mereka berdua.
"Terimakasih banyak karena kalian telah datang" ucap raja.
"Tidak perlu berterimakasih yang mulia, anda dan raja kami adalah sahabat sudah sepatutnya kerajaan kami membantu kerajaan anda" kata Duke Arton.
"Benar yang mulia, jadi tidak perlu anda berterimakasih kepada kami" ujar Duke Felix.
"Baiklah, aku sangat senang raja Hermes masih mau membantuku, kalau begitu mari kita sarapan bersama, kalian pasti lapar" kara raja.
Mereka bertiga kemudian mengambil posisi duduk masing-masing, penguasa kota kembali meminta para pelayan untuk menyediakan makanan lebih banyak.
"Huh.... dasar Lyon kalau masalah makan selalu saja duluan" keluh Leon.
Setelah yakin Lyon ada di ruang makan dia kemudian datang ke sana, namun karena Leon lupa ini adalah kediaman penguasa kota dan dia juga terburu-buru Leon melupakan sesuatu yang penting yaitu topengnya, Leon menuju ke ruang makan dengan pakaian biasa saja tanpa mengenakkan topeng ataupun armor.
"Selamat pagi semua!" ucap Leon kemudian duduk di salah satu kursi yang kosong.
Mereka yang ada di sana terkejut melihat apa yang baru saja di lakukan oleh pemuda asing itu, bahkan Duke Arton juga terkejut, namun yang membuat dia terkejut adalah kenapa Leon juga ada di kerajaan Harvest.
"Hey, siapa kau?" tanya penguasa kota.
"Eh... apa penguasa kota sudah melupakan aku?" jawab Leon kemudian meminum segelas susu.
"Nak, kalau boleh tau siapa kau?" tanya jendral Robert.
"Hah... ayolah jendral ini tidak lucu, kita cuma tidak bertemu semalam dan kau sudah lupa denganku" jawab Leon kesal.
Sementara mereka semua dipenuhi dengan kebingungan, Lyon masih saja menyantap makanannya seakan tak perduli dengan apa yang saat ini tengah terjadi.
"Leon, sejak kapan kau di sini?" tanya Duke Arton.
"Eh.... kenapa Duke Arton bisa mengenaliku" gumam Leon.
"Apa tuan Arton mengenali pemuda ini?" tanya jendral.
"Hahahaha, sudah-sudah aku faham kebingungan kalian semua, dia adalah kakakku" ucap Lyon.
"Dan kakak, apa kau sengaja melepas topeng mu?" tanya Lyon.
Leon terkejut mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Lyon dia kemudian memegang wajahnya dan baru menyadari bahwa dia sedang tidak menggunakan topengnya, setelah itu dia hanya tersenyum canggung dan sedikit menundukkan kepalanya.
"Jadi, anda adalah tuan Lone Wolf?" tanya raja.
"Benar yang mulia" jawab Leon dengan nada yang terdengar sedikit canggung.
"Hahahaha aku tidak menyangka bahwa anda masih sangat muda" ucap raja.
"Leon, kapan aku kesini?" tanya Duke Arton.
"Ceritanya panjang paman, nanti jika ada waktu akan aku ceritakan semuanya" balas Leon kemudian dia lansung memakan makanannya.
Mereka semua melanjutkan sarapan meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Leon namun mereka semua mengurungkan niatnya, terutama Duke Arton yang masih sangat penasaran sejak kapan Leon ada di kerajaan Harvest.
***
Di kedalaman hutan, para pasukan berzirah bangsa iblis masih melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kota Esther untuk menyerang kota tersebut dan menebus kekalahan mereka yang pertama, yaitu saat pasukan mereka di habisi oleh dua orang saja.
Sementara ituseorang bangsa demon terlihat tengah mengawasi pergerakan para prajurit dari atas awan, sembari mengawasi pergerakan para prajurit sesekali dia memikirkan apa yang di sampaikan oleh salah satu prajurit tadi, dia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Karena rasa penasarannya yang sangat tinggi dia kemudian melesat terbang dengan cepat ke arah kota Esther, dan kurang dari 20 menit dia sudah sampai di sana karena kecepatan terbangnya yang sangat tinggi.
Sesampainya di atas langit kota Esther dia menggunakan sihirnya untuk menyembunyikan hawa keberadaannya, setelah di rasa cukup dia memfokuskan pandangannya ke arah kota dan saat dia melihat kearah rumah yang besar dia tiba-tiba saja merasakan kekuatan yang kuat dan aneh.
"Perasaan apa ini, kenapa aku merasakan kekuatan yang sangat besar" gumamnya dalam hati.
"Apakah mereka yang mengalahkan pra monster yang awalnya aku kirim?" gumamnya lagi.
"Tapi kenapa aku merasakan hawa keberadaan hewan suci" lanjutnya.
***
Di kediaman penguasa kota, setelah selesai makan mereka semua menuju ke sebuah ruangan yang merupakan ruangan khusus tempat untuk penguasa kota melakukan pertemuan atau melakukan rapat, di sana mereka berbincang-bincang mengenai perihal serangan monster yang terjadi.
"Kakak, aku merasakan ada yang mengawasi kita" ucap Lyon.
"Kau benar aku juga merasakannya, namun hawa keberadaannya sangat samar" jawab Leon.
"Ada apa tuan Leon?" tanya raja, dia akhirnya mengetahui bahwa nama sang Lone Wolf itu adalah Leon.
"Kami merasakan ada yang sedang mengawasi kita dari kejauhan" jawab Leon.
"Apa, apa tuan tau siapa dia?" tanya jendral.
"Aku tidak tahu siapa dia" jawab Leon.
"Logan, apa kau merasakan keberadaan musuh?" tanya Leon dalam hati.
"Iya tuan, namun aku tidak mengetahui dia ada dimana" jawab Logan.
"Baiklah, kau awasi terus keadaan di luar" ujar Leon.
"Baik tuan!" jawab Logan.
Leon kemudian memfokuskan dirinya, perlahan dia menutup matanya dan dari tubuhnya mulai keluar aura keemasan, dia menyebarkan aura miliknya untuk mencari keberadaan orang yang mengawasi mereka dan tiba-tiba dia melihat seseorang dengan sepasang sayap tengah melayang dan menyaksikan mereka dari atas.