THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Seharusnya Tidak Dilihat



Keesokan paginya di lapangan latihan istana terlihat Xin, Asta dan Guts tengah melatih kemampuan mereka masing-masing, terutama Guts dia lansung melatih kemampuan skill yang baru di dapatnya.


Raja Hector sangat senang dengan semangat latihan para pengawal Leon, dia mulai membandingkannya dengan semua prajuritnya yang terbilang malas.


"Jika saja prajurit kerajaan ini rajin seperti mereka bertiga aku yakin mereka akan sangat kuat" gumam raja pelan, kemudian menjauh dari tempat tersebut karena tidak ingin mengganggu latihan mereka.


Semua penghuni istana nampak mulai melakukan tugas mereka masing-masing, baik itu pelayan maupun penjaga, namun hanya dua orang yang saat ini masih terbaring di tempat tidur dan masih belum membuka mata, mereka berdua adalah Leon dan Ashley.


Keduanya masih tertidur lelap di dalam kamar dan tidak satu orangpun yang berani untuk membangunkan mereka berdua, karena raja sudah berpesan untuk tidak mengganggu mereka.


"Hoaammm!!, ternyata sudah pagi" gumam Ashley pelan.


"Sayang bangun, ini sudah pagi" kata Ashley membangunkan Leon.


"Mm"


"Ini sudah pagi ayo bangun" ucap Ashley.


"Mm"


Leon membuka matanya dan menarik tubuh Ashley kedalam pelukannya, dan sekarang Ashley menindih tubuh Leon.


"Hahaha kau ternyata berat juga ya" kata Leon pelan.


"Jangan menggodaku" ujar Ashley.


"Iya-iya" Leon kemudian mencium bibir Ashley.


Mereka berciuman cukup lama hingga akhirnya Leon memutar posisinya dan kini tubuhnya yang menindih tubuh Ashley.


"Arghh itu sakit" ucap Ashley


"Benarkah?, yang mana?" tanya Leon.


"Itu" kata Ashley sambil menunjuk ke tangan kirinya yang di terhimpit oleh lutut Leon.


"Hehehe maaf-maaf" kata Leon.


"Tidak apa-apa" jawab Ashley kemudian memeluk Leon lagi.


***


Di ruang makan


Saat ini raja dan yang lainnya tengah berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi, Xin, Asta, dan juga Guts telah menyelesaikan latihan mereka karena ingin mengisi perut mereka terlebih dahulu.


Semua orang telah datang kecuali Leon dan Ashley yang sedari pagi masih belum menampakkan diri.


"Pelayan tolong bangunkan Leon dam Ashley, katakan aku menunggu mereka di meja makan" kata raja memberi perintah.


"Baik yang mulia" jawab pelayan tersebut, namun saat dirinya ingin pergi putri Elena menghentikannya.


"Tunggu biar aku saja yang membangunkan mereka berdua" kata putri Elena kemudian berdiri dari kursinya dan pergi dari ruangan tersebut.


"Hahaha dasar pasangan muda, sampai bangunpun masih bisa telat" gumam raja pelan.


"Bukankah kau dulu juga seperti itu" ujar ratu Rosalina.


"Ekheemm, sudah, sudah jangan mengungkit masa lalu" kata raja.


Setelah pergi dari ruang makan putri Elena lansung bergegas menuju ke kamar Leon untuk membangunnya, sesampainya di depan kamar putri Elena bermaksud mengetuk pintu namun niatnya terhenti ketika mendengar jeritan Ashley.


"Arghh itu sakit"


"A-apa yang mereka lakukan, kenapa Ashley menjerit" gumam putri Elena pelan.


Karena menghawatirkan sesuatu terjadi putri Elena lansung menerobos masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu, dan ketika berada di dalam kamar dia sangat terkejut saat melihat Leon sedang menindih tubuh Ashley.


Leon dan Ashley juga ikut kaget karena mendengar pintu yang tiba-tiba terbuka dan mereka lebih kaget lagi ketika melihat yang masuk adalah putri Elena, sementara posisi mereka saat ini bisa saja membuat dia salah faham karena Leon sedang tidak mengenakan baju dan separuh tubuh mereka di tutupi selimut.


"Ma-maaf, aku tidak sengaja" kata putri Elena dan lansung lari keluar kamar.


"Ashley aku rasa, aku lupa mengunci pintunya" kata Leon.


"Dasar bodoh!" ujar Ashley dengan muka memerah karena malu


"Apa yang akan tuan putri pikirkan, dia sudah melihat kita seperti ini" kata Ashley pelan.


"Memangnya apa yang akan dia pikirkan, kita tidak melakukan apa-apa, lagipula salahnya sendiri masuk tanpa mengetuk pintu" jawab Leon.


"Kenapa kau ini tidak mengerti, memangnya kau pikir posisi kita akan membuat tuan putri berfikir seperti apa?" tanya Ashley.


"Hahahaha, sudahlah nanti bisa kita jelaskan padanya" kata Leon.


"Karena sudah bangun sebaiknya kita mandi setelah itu lansung sarapan, aku yakin yang mulia sudah menunggu kita" kata Leon dan lansung pergi ke kamar mandi.


Setelah melihat adegan yang tak seharusnya ia lihat putri Elena lansung kembali ke ruang makan dengan muka memerah, meskipun Leon dan Ashley hanya berpelukan namun tetap saja yang difikirkan oleh putri Elena adalah mereka berdua sedang melakukan hal yang seharusnya tidak ia saksikan.


"Putriku, dimana Leon dan Ashley?" tanya raja


"..." putri Elena tidak menjawab, tatapannya kosong wajahnya memerah dan dia masih terbayang tentang apa yang baru saja ia saksikan.


"Tuan putri anda kenapa?" tanya Xin.


"A-aku ti-tidak melihatnya" kata putri Elena kaget.


"Melihat apa nak?" tanya ratu Rosalina.


"Ti-tidak ibu, tidak ada" jawab putri Elena.


"Kau kenapa putriku, apa kau sakit? wajahmu sangat merah" tanya raja.


"Tidak ayah, aku tidak apa-apa" jawab putri Elena, dia mencoba untuk tenang dan melupakan kejadian yang baru saja dia lihat.


Tak lama kemudian Leon dan Ashley datang ke ruang makan dengan bergandengan tangan, raja dan ratu hanya tersenyum hangat melihat pasangan muda itu.


"Ekheemm, kalian ini pagi-pagi sudah bermesraan" kata raja.


"Hahahaha selamat pagi semuanya" kata Leon, kemudian lansung duduk di kursi yang kosong, dan Ashley duduk di sebelahnya


"Maaf yang mulia kami telat" ujar Ashley.


"Sudahlah Ashley jangan kau pikirkan" jawab ratu.


"Leon apa kau tau, apa yang terjadi pada adikmu ini?" tanya ratu.


"Memangnya Elena kenapa yang mulia ratu?" Leon balik bertanya


"Entahlah, tadinya dia ingin membangunkan kalian namun setelah kembali dari kamar kalian dia seperti sudah bertemu monster" ucap ratu Rosalina.


"Entahlah yang mulia, mungkin saja tuan putri sedang sakit, atau bisa jadi dia memang melihat sesuatu" kata Leon.


"Awww!!" Ashley mencubit paha Leon.


"Ada apa Leon?" tanya raja.


"Tidak ada apa-apa yang mulia, hanya digigit semut saja" jawab Leon sambil menggosok pahanya yang masih terasa panas.


"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Leon berbisik.


"Aku melakukan itu supaya mulutmu bisa di jaga" jawab Ashley pelan


Karena Leon dan Ashley sudah datang ke ruang makan dan tidak ada lagi yang mereka tunggu, mereka semua kemudian mulai menyantap sarapan yang telah di sediakan oleh para pelayan, suasana sarapan pagi tersebut sangat hening karena tidak ada yang bicara terutama putri Elena dia masih memikirkan tentang apa yang ia saksikan tadi.


Wajahnya masih memerah karena malu, sesekali ia mencoba untuk melihat kearah Ashley dan Leon ketika pandangannya bertemu dengan Leon atau Ashley dia lansung mengalihkan pandangannya ke samping atau ke bawah, tidak hanya putri Elena Ashley juga merasa malu karena dilihat oleh orang lain ketika bermesraan dengan Leon di dalam kamar.


Sebelumnya Ashley tidak pernah menunjukkan sifat manjanya pada orang lain selain dari ibunya, dan setelah menikah dia menjadi tertutup namun setelah kejadian yang menimpa Leon entah kenapa dia menjadi lebih manja kepada Leon namun hanya ia lakukan ketika di dalam kamar, dan tadi pagi ketika dia sedang bermesraan dengan suaminya malah di lihat oleh orang lain, itu membuatnya sangat malu terlebih yang melihat mereka adalah seorang tuan putri.