
Pertempuran melawan serangan para monster telah berlangsung dengan kemenangan berada di pihak kerajaan Harvest di bantu oleh Leon dan juga dua Duke dari kerajaan Torterres, sementara itu petinggi iblis yang awalnya ingin memyerang kini lebih memilih untuk mundur dan kembali ke tanah kekuasaan raja iblis.
Mereka semua kembali ke kota Esther tepatnya berkumpul di rumah penguasa kota, dan untung saja dari pihak kerajaan hanya sedikit korban yang terluka dan tidak ada yang sampai meninggal.
"Hoaammm!!!!" Leon membuka matanya dan lansung berdiri "sepertinya aku ketiduran" ucap Leon sambil menggaruk-garuk kepalanya, dia kemudian pergi mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai mandi dan mengganti pakaian dia kemudian berjalan keluar rumah penguasa kota.
Saat berada di depan rumah dia sangat terkejut melihat banyak prajurit tengah berkumpul di halaman rumah penguasa kota, serta raja dan yang lainnya juga mengenakan armor, karena pemasaran Leon kemudian bertanya pada raja.
"Yang mulia, apakah ada serangan monster lagi?" tanya Leon.
"Ah, tuan Leon kau sudah bangun rupanya, iya memang benar ada serangan para monster saat kau tertidur namun mereka semua sudah berhasil kami musnahkan" jawab raja.
Leon hanya menganggukkan kepala pelan, dia juga merasa malu karena saat mereka semua bertempur namun dia malah tertidur, namun mereka semua memaklumi hal itu karena mereka tau bahwa Leon kelelahan.
"Kakak, kau tidak perlu khawatir mereka semua sudah kami kalahkan" ucap Lyon.
"Iya aku tau" jawab Leon.
Setelah selesai mereka semua masuk kedalam kediaman penguasa kota, dan para prajurit diistirahatkan mereka lansung kembali ke dalam kamar masing-masing karena kelelahan sementara itu Leon lebih memilih untuk berjalan-jalan di kota Esther.
"Apa yang harus aku lakukan, saat ini aku masih sangat lemah, jika saja petinggi raja iblis itu menyerang maka aku yakin dia akan berhasil menghancurkan kerajaan Harvest" gumam Leon dalam hati.
"Apa aku bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi" lanjutnya.
Leon masih memikirkan tentang petinggi raja iblis itu, dia sangat tau betapa kuatnya seorang petinggi raja iblis karena saat dia mencoba mengukur kekuatan petinggi raja iblis itu dia sama sekali tidak menemukan di tingkatan mana kekuatannya.
Saat Leon larut dalam lamunannya tanpa sadar dia sudah sampai di sebuah tokoh yang terlihat sangat tua dan bangunannya seperti tidak akan lama lagi bertahan, karena penasaran Leon berjalan kedalam toko tersebut.
"Permisi!!" ucap Leon, namun tidak ada seorangpun yang menjawab Leon.
Karena tidak ada yang menjawab Leon bermaksud meninggalkan toko itu, namun langkahnya terhenti dia kemudian berbalik ke belakang dan sekali lagi memandang kearah toko itu, karena penasaran dia lansung saja masuk ke dalam toko tersebut.
Saat masuk kedalam toko tersebut Leon tidak menemukan seorangpun penjaga, dia memutuskan untuk melihat-lihat barang apa saja yang di jual, semakin Leon masuk kedalam toko tersebut semakin kuat aura dingin yang ia rasakan.
Leon tidak menghiraukan rasa dingin itu, dia mulai melihat-lihat barang yang di jual di sana, namun dia hanya menemukan berbagai macam kristal dengan warna dan ukuran yang berbeda-beda dan sama sekali tidak ada barang yang lain.
Saat sedang memperhatikan berbagai macam kristal itu mata Leon melirik satu bongkahan kristal berukuran kepalan tangan orang dewasa yang berwarna biru terang, dia kemudian berjalan menuju kristal itu dan mencoba untuk menyentuhnya.
"A-apa ini?" kata Leon dalam hatinya.
Leon berusaha menggerakkan tubuhnya namun sia-sia tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak dan bahkan kakinya telah membeku sampai ke lututnya.
Dari sudut ruangan yang nampak gelap karena tidak terkena cahaya matahari Leon melihat sepasang cahaya biru yang nampak seperti sepasang mata, lalu dari dalam kegelapan itu sosok seorang perempuan berjalan menghampiri Leon.
Leon menyipitkan matanya saat melihat perempuan itu mulai mendekat, dia sangat cantik dengan kulit putih, sorot mata yang tajam dan bola mata yang biru seperti birunya laut, serta rambut putih keperakan yang sangat panjang menjuntai sampai ke punggung, semakin wanita itu mendekat entah kenapa detakkan jantung Leon semakin cepat.
"Apa yang kau inginkan manusia" ucap perempuan itu.
"Apa kau mau mencuri barang jualanku" lanjutnya.
Leon tidak bisa menjawab karena mulutnya terkunci dan seperti membeku, dia ingin sekali menjelaskan kepada wanita itu bahwa dia tidak bermaksud jahat dan dia hanya berniat untuk membeli kristal yang tadi dia lihat, namun kata-katanya tidak keluar dan mulutnya seperti membeku.
"Apa yang harus aku lakukan pada seorang pencuri, apa aku potong saja kedua tanganmu itu" ucap perempuan itu lagi.
Dia kemudian mengeluarkan aura dingin dari telapak tangannya dan membentuk sebuah pedang, namun pedang itu lebih terlihat seperti sehelai bulu burung dan sangat tansparan seperti kaca, dan dingin seperti es, dia kemudian mengangkat pedangnya dan berniat untuk menebas tangan Leon.
Namun saat pedang itu hampir menyentuh tangan Leon tiba-tiba saja pedang itu pecah seperti kaca menghantam batu besar, dan seketika ruangan yang awalnya dingin kini menjadi sangat panas akibat dari aura yang memancar dari tubuh Leon.
Aura keemasan mulai menyelimuti tubuh Leon dan perlahan-lahan seluruh tubuhnya yang tadinya membeku kini sudah bisa di gerakkan dan es yang membelenggu kakinya kini telah meleleh sepenuhnya.
Perempuan itu terkejut merasakan tekanan yang sangat kuat dari aura itu, dan dia juga merasakan perasaan yang sangat akrab dengan aura yang keluar dari tubuh Leon.
"Ti-tidak mungkin, di dunia ini hanya dia yang memiliki aura seperti ini, kenapa kau bisa memiliki aura itu" tanya perempuan tersebut.
"Bagaimana aku mendapatkan aura ini?, pertanyaan bodoh macam apa itu, tentu saja aura ini adalah milikku sendiri" jawab Leon dan seketika auranya semakin kuat dan mendominasi, bahkan bola matanya memancarkan cahaya keemasan dan di tengah dahinya tiba-tiba saja muncul sebuah simbol bunga teratai dengan tujuh kelopak dan tujuh warna yang berbeda.
Saat perempuan itu melihat simbol yang tercipta tersebut tubuhnya bergetar hebat keringat mulai mengucur dari tubuhnya, dia terjatuh akibat kakinya yang bergetar tidak kuat lagi menopang tubuhnya, dia kembali memandang ke arah Leon dan kembali melihat simbol bunga teratai di dahi Leon, dia sangat tau itu simbol apa dan juga dia sangat mengetahui bahwa yang memiliki simbol itu adalah penguasa dari ketujuh hewan suci.
"Tu-tuan, maafkan kesalahanku yang tidak bisa mengetahui keberadaan tuan" ucap perempuan itu.
Leon sedikit terkejut karena perubahan sikap perempuan itu, yang tiba-tiba saja memanggilnya dengan sebutan tuan.