THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Mimpi Buruk



Berita tentang Leon yang terluka parah akibat bertarung dengan bangsa iblis sampai ke kerajaan Harvest, sehingga membuat raja kelabakan dan bingung padahal sebentar lagi kompetisi para jendral akan di laksanakan namun Leon malah terluka parah.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?, seseorang beri aku solusi" kata raja.


"Ma-maaf yang mulia, namun kami juga tidak tau harus berbuat apa" kata jendral Robert.


"Sudahlah sebaiknya kita mengunjungi Leon saja dan batalkan ikut kompetisi tersebut" ucap raja.


"Jangan yang mulia, hal itu akan menyebabkan kerajaan kita di pandang rendah oleh mereka semua" ujar jendral Evan.


"Baiklah-baiklah, aku tidak mengerti kenapa kalian sangatlah cerewet seperti istriku saja" ucap raja.


"Ekheemm!, tadi kau bilang aku apa?"


Tiba-tiba saja raja merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari sampingnya, dia memberanikan diri untuk menoleh dan ternyata ia baru sadar bahwa di sebelahnya ada istri dan anaknya.


"Hahaha, maafkan aku istriku aku hanya bercanda" kata raja.


"Sudahlah, Elena sebaiknya kita pergi saja" ucap ratu Rosalina kemudian pergi meninggalkan ruang tahta bersama Elena.


"Huh, kenapa aku sering sekali bicara tanpa menoleh dulu" gumam raja pelan.


***


Satu hari telah berlalu sementara itu di kediaman Duke Arton, Leon masih nampak terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur dan belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar, hal ini membuat Ashley semakin sedih dan menyalahkan dirinya sendiri, dia bahkan tidak pernah keluar dari kamarnya dan juga tidak makan sama sekali, yang ia pikirkan saat ini hanyalah keadaan Leon.


"Ashley setidaknya istirahatlah sebentar biarkan ibu yang menjaga Leon, kau bahkan belum makan dari kemarin." kata Maria


"Aku tidak lapar ibu aku hanya ingin menjaga Leon, aku mau makan jika dia sudah bangun" jawab Ashley.


"Tapi putriku, Leon juga pasti akan sangat sedih jika kau seperti ini" ucap ibunya


"Aku mohon ibu, biarkan aku sendiri bersama Leon di sini" jawab Ashley.


Maria hanya bisa menghela nafas panjang mendengar jawaban putrinya, ia sama sekali tidak menyangka bahwa putrinya yang penurut akan jadi sangat keras kepala seperti saat ini, kemudian ia pergi meninggalkan kamar tersebut.


Waktu terus berjalan, Ashley sama sekali tidak pernah meninggalkan kamarnya, dia hanya akan meninggalkan Leon ketika ia ingin mandi saja, selebihnya ia habiskan waktu untuk menjaga Leon.


"Leon aku tinggal mandi sebentar ya, hari sudah malam dan aku hanya mandi tadi pagi" kata Ashley, kemudian dia mengecup kening Leon dan beranjak menuju ke kamar mandi.


Sekarang sudah tidak ada lagi perasaan canggung dalam dirinya entah itu karena Leon yang sedang tidak sadarkan atau memang perasaan canggung tersebut telah hilang hanya ia yang tau.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian Ashley kemudian membuka perban Leon dan membersihkan luka-lukanya dengan kain bersih, lalu setelah itu dia kembali mengoleskan obat yang di berikan tabib padanya, obat tersebut memang sangat ampuh seperti yang di katakan oleh tabib itu, karena setiap luka sayatan yang Leon alami perlahan-lahan mulai menutup kembali.


Karena merasa lelah Ashley kemudian merebahkan tubuhnya di sebelah Leon kemudian menghadap kearah Leon dan memeluknya.


"Ash-ashley, Ashley!!"


Ashley yang telah menutup matanya karena ngantuk dan hampir tertidur kembali terjaga karena mendengar suara Leon memanggil namanya.


"Leon, apa kau sudah sadar?" tanya Ashley.


"Ashley, Ashley!!!" Leon terus saja memanggil nama Ashley seperti orang yang sedang mengigau.


"Ada apa Leon aku ada disini" kata Ashley.


Leon membuka matanya kemudian lansung bangun dan memeluk tubuh Ashley, nafasnya terdengar ngos-ngosan dan tubuhnya penuh dengan keringat seperti seseorang yang baru saja lari dari kejaran monster ganas.


"Huuh, huuh, huuuhhh, untung saja,... untung saja ini hanya mimpi" kata Leon yang masih memeluk tubuh Ashley.


"Mimpi?, apa maksudmu?" tanya Ashley.


"Ya, aku bermimpi buruk, dan itu sangat mengerikan" jawab Leon.


"Memangnya kau mimpi apa?" tanya Ashley penasaran.


"Aku bermimpi, kau marah padaku dan tidak memperbolehkan aku tidur di kamar dan mengunciku di luar, aku berteriak dan memanggilmu, namun kau tetap saja tidak mau membuka pintu kamar kita" jawab Leon yang memeluk Ashley semakin erat.


"Huuuhhh, sudahlah Leon kau tau itu takkan pernah terjadi" kata Ashley.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Leon.


Setelah merasa tenang Leo kemudian melepaskan pelukannya pada Ashley, kemudian memandang wajah istrinya yang kini berada di depannya, dari kedua mata indah istrinya air mata perlahan menetes dan mengalir di pipinya.


"Ada apa, kenapa kau menangis, apa ada yang membuatmu sedih" tanya Leon.


"Tidak, tidak ini bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaanku, karena doaku telah di kabulkan" jawab Ashley.


"Memangnya doamu apa?" tanya Leon penasaran.


"Aku selalu mendoakanmu agar kau cepat sembuh" jawab Ashley.


"Terimakasih banyak Ashley, aku sangat mencintaimu, ah ya... apa kita bisa makan sekarang aku sangat lapar dan aku yakin kau juga pasti belum makankan? tanya Leon.


"B-bagaimana kau bisa tau aku belum makan?" Ashley balik bertanya.


"Aku tau karena melihat bibirmu yang kering dan juga wajahmu yang terlihat pucat" jawab Leon.


"Baiklah kalau begitu kau tunggu di sini sebentar, aku akan ke bawah dan mengambilkan makanan untuk kita" ucap Ashley.


Ashley kemudian keluar dari kamarnya dan lansung menuju ke lantai bawah, ketika ia sampai ke bawah ayah dan ibunya lansung menghampirinya dan menanyakan keadaan Leon.


"Ashley?!" ucap Maria ketika melihat Ashley turun dari lantai atas.


"Ashley, akhirnya kau keluar kamar juga putriku, bagaimana keadaan Leon saat ini?" tanya Duke Arton.


"Dia baru saja sadar ayah, dan aku ingin mengambilkan makanan untuk kami berdua, karena Leon sudah lapar" jawab Ashley.


"Baiklah putriku, kau tunggu saja di kamar bersama Leon biar ibu membawakan makanan untuk kalian berdua" ucap Maria.


"Tapi bu..."


"Sudahlah, kau tunggu saja di kamarmu" ujar Maria memotong perkataan Ashley.


Setelah itu Ashley kembali ke kamarnya dan mengatakan pada Leon bahwa ibunya yang akan membawakan makanan untuk mereka, setelah beberapa saat menunggu akhirnya Duke Arton dan istrinya Maria datang ke kamar mereka berdua dengan membawakan makanan.


Ashley mengambil makanan yang di bawa oleh ibunya dan lansung menyuapi Leon, karena dia tau saat ini tangan Leon tengah terluka dan tidak bisa makan sendiri.


"Ekheemm!!, bisa-bisanya kalian bermesraan di depan ayah dan ibu kalian" kata Duke Arton.


"Ayah siapa suruh kau melihat kami, lagi pula saat ini tidak mungkin Leon makan dengan tangan seperti itu" kata Ashley menunjuk ke tangan Leon.


"Baiklah kalau begitu ayah dan ibu akan pergi, nikmatilah waktu kalian berdua" kata Maria kemudian menarik tangan Duke Arton keluar dari kamar anak mereka.