
Sementara pasukan kerajaan tengah bertarung mati-matian melawan para Orc, Leon dan yang lainnya tengah makan hidangan yang yang telah Leon sajikan, meskipun hanya daging bakar namun mereka makan dengan sangat Lahap.
"Tuan, jika boleh aku ingin mengajukan satu permintaan pada tuan" ucap Logan.
"Sebutkan saja, selagi aku bisa maka akan aku penuhi" jawab Leon.
"Aku ingin menjadi tunggangan tuan!" ujar Logan.
"Tapi apa alasanmu?" jawab Leon dia sedikit terkejut dengan permintaan Logan.
"Begini tuan aku merasa bersalah karena telah membuat tuan terluka, jadi aku ingin menjadi tunggangan tuan sebagai permintaan maaf" ucap Logan.
"Tapi...."
"Aku mohon tuan" ujar Logan dan lansung bersujud.
"Hah... baiklah jika memang itu yang kau inginkan" jawab Leon.
"Terimakasih tuan" balas Leon.
Setelah itu mereka melanjutkan makan dengan lahap, setelah makan mereka bertiga beristirahat dan saat ingin mulai tertidur Logan tiba-tiba berdiri dan memandang ke satu arah.
"Ada apa Logan?" tanya Leon.
"Aku mendengar ada suara pertempuran tuan" jawab Logan.
Karena Logan adalah seekor serigala jadi dia memiliki indera yang lebih tajam dari Leon, Lyon juga berdiri dan kemudian memandang kearah yang sama dengan Logan.
"Pantas saja dari tadi aku mendengar suara orang-orang yang menjerit" ujar Lyon.
"Hah... baiklah kalau begitu mari kita ke sana" jawab Leon kemudian berdiri dan mengenakan topengnya.
Logan lansung berubah menjadi seekor serigala yang besar, dia tidak merubah bentuknya ke ukuran yang sesungguhnya karena itu sangatlah besar.
Leon dan Lyon melompat dan naik ke punggung Logan, Lyon juga telah memakai Armor putihnya setelah itu Logan melesat dengan sangat cepat menuju ke dalam hutan tepatnya kearah suara yang ia dengar.
Setelah setengah 10 menit melesat dengan cepat akhirnya mereka sampai di dekat pertemuan yang sedang terjadi antara pasukan manusia dan Orc.
"Lyon, Logan habisi para Orc itu" ucap Leon memberi perintah.
"Baik kakak"
"Baik tuan"
Leon melompat dari punggung Logan dan lansung mengeluarkan katana dari sarungnya dan lansung menebas salah satu Orc, tebasan Leon lansung membuat kepala Orc itu lepas dari tubuhnya dan lansung jatuh ke tanah diikuti dengan tubuhnya.
"Saatnya berpesta!" ujar Lyon.
Dia juga lansung melompat dari punggung logan dan menyerang para Orc dengan tombaknya, Logan juga tidak tinggal diam dia juga ikut menyerang dengan cakar dan taringnya yang tajam.
Para prajurit kerajaan terdiam melihat aksi yang baru saja mereka lakukan, mereka sangat heran dari mana dua orang dan saru serigala besar ini berasal, dan bahkan serangan mereka sangat ampuh, hanya butuh satu tebasan atau cakaran untuk membunuh para Orc.
Tidak sampai sepuluh menit, pasukan Orc yang tersisa mati di tangan mereka bertiga, raja Hector dan yang lainnya hanya bisa tercengang melihat apa yang baru saja mereka saksikan, mereka semua tak percaya para pasukan Orc yang sangat susah mereka kalahkan telah habis di sapu bersih oleh dua orang dan saru serigala dengan sangat cepat.
"Hah... dasar para monster tidak berguna, aku bahkan belum bersenang-senang" ucap Lyon.
"Lyon jangan terlalu sombong" ujar Leon.
"Maafkan aku kakak, aku hanya terlalu bersemangat" jawab Lyon sambil menunduk.
"Lain kali jangan seperti itu lagi" ucap Leon.
"Baik kakak, tidak akan aku ulangi lagi" jawab Lyon.
Semua orang yang ada di sana menjadi sangat terkejut mendengar percakapan mereka berdua yang mengatakan bahwa para Orc itu hanyalah monster tidak berguna.
"Te-terimakasih tuan, karena telah menyelamatkan kami" ucap King Hector memberanikan diri untuk bicara.
"Tidak perlu berterimakasih tuan, kami hanya kebetulan sedang berada tidak jauh dari sini" jawab Leon.
"Hormat kami yang mulia!" jawab Leon sambil membungkuk memberi hormat.
Melihat Leon membungkuk Lyon dan Logan juga ikut membungkuk, Logan masih mempertahankan wujud serigalanya dan tidak berubah menjadi manusia lagi.
"Kalau boleh saya tahu, siapakah tuan berdua ini" tanya king Hector.
"Yang mulia bisa memanggil saya dengan sebutan Lone wolf, dan ini adik saya Lyon, sedangkan serigala ini adalah tunggangan kami Logan" jawab Leon memperkenalkan diri mereka.
"Saya sangat berterimakasih karena tuan telah membantu kami, mari kita masuk ke tenda saya dan beristirahat sebentar" ucap king Hector mengajak mereka berdua.
Leon dan Lyon mengikuti king Hector ke dalam tendanya diikuti oleh jendral Robert dan kedua Duke, sementara Logan hanya menunggu dan berjaga di luar tenda.
Sesampainya di dalam tenda king Hector mempersilahkan keduanya untuk duduk dan kemudian menyuruh jendral Robert untuk menyiapkan minuman untuk mereka semua, king Hector juga memperkenalkan jendralnya dan kedua Duke, dia juga menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menuju ke kerajaan Torterres.
"Jadi apa tujuan yang mulia dan rombongan menuju ke kerajaan Torterres?" tanya Leon.
"Kami bermaksud ingin meminta bantuan kepada raja Hermes, karena saat ini kerajaan kami tengah di ambang kehancuran" jawab raja Hector.
"Apa maksud anda yang mulia?" tanya Leon lagi.
"Kerajaan kami mendapatkan ancaman dari ras Demon, mereka mengatakan akan menyerang kerajaan kami dengan jutaan pasukan demon dan monster" jawab raja Hector.
"Awalnya kami hanya mengira itu sebuah gertakan, namun akhir-akhir ini desa-desa di kerajaan kami terus di serang, dan menurut informasi dari mata-mata kerajaan pasukan mereka mencapai jutaan" lanjut raja Hector.
"Ras Demon, apa yang sebenarnya mereka inginkan" gumam Leon pelan.
"Maaf tuan apakah boleh saya melihat wajah tuan" ucap Jendral Robert, dia sangat penasaran dengan wajah di balik topeng itu.
"Apa anda mencurigai kami!" bentak Lyon dan lansung berdiri dan mengeluarkan aura intimidasi yang kuat
"Lyon tahan emosimu!" ucap Leon.
"Tapi dia sudah keterlaluan kakak" jawab Lyon.
"Hah... dia hanya meminta satu hal yang mudah" ujar Leon.
"Maafkan saudaraku tuan Jendral" lanjutnya.
"Tapi kak..."
"Leon apa sekarang kau sudah berani membantah kakakmu ini" ucap Leon santai.
"Maafkan aku kakak, aku akan belajar menahan diri mulai sekarang" jawab Lyon.
"Begitu lebih baik" ujar Leon.
"Maafkan sifat adikku ini yang mulia, dia memang agak pemarah" ucap Leon lagi.
"Tidak masalah tuan, itu adalah hal yang sangat wajar" jawab raja Hector.
"Kalau boleh kami tau tuan ini berasal dari mana?" tanya Duke Andrew.
"Kami sebenarnya adalah petualang dari kerajaan Torterres tuan" jawab Leon.
"Jika tuan berkenan, bagaimana jika kita pergi ke kerajaan Torterres bersama" ujar Duke Reymond.
"Baiklah tuan, kebetulan kami juga ingin segera pulang dan melaporkan misi yang telah kami selesaikan" jawab Leon.
dan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kerajaan Torterres bersama-sama.
*halo para pembaca, hari ini sengaja author bikin Crazy up karena Views novel ini sudah sebanyak ( 1000+) orang, jika nanti likenya mencapai** **500 atau 350 minimal maka akan saya bikin Crazy up lagi.
Mari dukung author dengan memberikan Like, coment, vote, share, dan rate 5 🌟 bintang.
Terimakasih semuanya****.