
Setelah sarapan pagi yang penuh dengan rasa canggung serta salah paham itu, Leon dan Ashley kemudian pergi ke belakang kediaman Duke Arton, untuk sekedar menikmati indahnya pemandangan kota awan pada pagi hari yang mana jika di lihat dari tempat mereka saat ini kota awan di selimuti oleh kabut putih tebal di seluruh kota kerajaan, dan hal itu pulalah yang membuat kota tersebut memiliki nama kota Awan.
"Sudah hampir seminggu sejak aku meninggalkan desa angin, aku jadi penasaran bagaimana perkembangan mereka" ucap Leon.
"Desa angin?" ujar Ashley.
"Benar Ashley desa angin, setelah aku sembuh nanti aku akan membawa kau ke sana, dan desa tersebut juga akan menjadi tempat tinggal kita yang baru" jawab Leon.
"Aku sangat penasaran dengan desa itu" ucap Ashley.
"Desa itu sangat indah Ashley, jika kau sudah ke sana aku yakin kau akan lansung nyaman, di sana juga ada musim dingin seperti di kerajaan Es" kata Leon menjelaskan.
"Benarkah?, aku selalu bermimpi untuk bisa merasakan lansung bagaimana musim dingin" ujar Ashley senang.
"Hahaha baiklah nanti kita akan kembali ke sana, tapi sebelum itu kita harus ke kerajaan Harvest terlebih dahulu" ucap Leon.
"Kenapa harus ke sana?" tanya Ashley bingung.
"Sayang, apa kau lupa bahwa suamimu ini adalah seorang jendral di sana" kata Leon.
"Hehehe iya aku lupa" jawab Ashley.
"Apa kau ingin jalan-jalan ke sana?" tanya Leon.
"Bukankah itu lumayan jauh, dan kau juga masih terluka" jawab Ashley.
"Tenang saja kita akan sampai di sana dalam sekejap" ucap Leon.
"Benarkah?" tanya Ashley.
"Iya, tapi sebelum itu kita harus mengajak Xin dan teman-temannya untuk jadi pengawal kita" ucap Leon.
Setelah selesai mengatakan hal itu, ketiganya lansung muncul di depan Leon seakan-akan mereka bisa mendengar ucapan Leon barusan.
"Kami sudah siap tuan" ujar Xin.
"Ya ampun kalian ini, baiklah aku akan memberitahukan hal ini dulu pada Duke Arton" kata Leon.
"Tidak perlu tuan, saya sudah memberitahukannya pada Duke Arton dan beliau bilang tidak masalah, selagi kami menjaga tuan dan nona" ujar Guts.
"Hahaha kalian memang bisa di andalkan, tapi Guts usahakan jika ingin menguping sembunyikan hawa keberadaanmu dengan baik" kata Leon.
"Baik tuan, aku minta maaf" jawab Guts.
"Sudahlah jangan di pikirkan, mari semuanya mendekat dan pegang bahuku" kata Leon memberi perintah.
"Baik tuan" jawab mereka serempak lalu mendekat ke arah Leon dan memegang bahunya dari belakang.
"Ashley apa kau siap?" tanya Leon.
"Mm" Ashley mengencangkan pelukannya pada Leon.
"Great Teleportation"
Mereka berlima menghilang dari kediaman Duke Arton dan hanya dalam hitungan menit mereka berlima sudah sampai di depan gerbang istana kerajaan Harvest.
Kedatangan mereka berlima sontak membuat dua prajurit yang sedang berjaga kaget, dan lansung menodongkan senjata ke arah mereka, Xin tidak terima dengan perlakuan dua penjaga itu dan ingin menghajar mereka berdua namun dengan cepat Leon menghentikannya.
"Aku adalah sang Lone Wolf, jendral tertinggi kerajaan ini" jawab Leon.
"Hahahaha jangan bercanda nak, jika kau adalah jendral maka aku adalah raja" kata salah satu penjaga sambil tertawa sombong.
"Maaf tuan, tapi apa yang aku katakan adalah benar" ujar Leon.
"Hahahaha, aku juga benar anak muda sekarang beri hormat padaku karena aku adalah raja" kata penjaga itu.
Mereka berdua tak henti-hentinya tertawa bahkan sampai terdengar ke dalam gerbang, Jendral Robert yang kebetulan ada di di dekat gerbang segera menghampiri dua prajurit yang sedang tertawa di depan gerbang istana.
Dia ingin marah pada dua prajurit itu karena mereka masih bisa bercanda saat bertugas, namun ketika ia melihat ada lima orang di depan gerbang ia sedikit kaget karena salah satunya terlihat sangat familiar, dan benar saja ketika sampai di sana jendral Robert lansung menunduk memberi hormat.
"Jendral Leon, selamat datang kembali saya dengar anda sedang terluka" kata jendral Robert.
Kedua prajurit yang awalnya tertawa itu seketika mematung saat melihat jendral Robert yang selalu tegas menjadi begitu hormat pada seorang pemuda bahkan memanggilnya jendral.
"Ma-maaf jendral Robert siapakah pemuda ini" salah satu penjaga memberanikan diri untuk bertanya.
"Dasar bodoh dia adalah jendral Leon, jendral tertinggi kerajaan kita, kenapa kalian menahannya di depan gerbang dan malah tertawa di depannya" kata jendral Robert marah.
"Maafkan kami jendral, kami tidak tau bahwa itu adalah anda" keduanya lansung berlutut di depan Leon.
"Tidak apa-apa, kali ini aku maafkan lagi pula aku juga salah karena tidak memperlihatkan lencana ini pada kalian" ujar Leon kemudian memperlihatkan lencana jendral miliknya.
"Baiklah jendral Leon, kalau begitu mari kita msuk ke dalam aku yakin raja akan sangat senang dengan kedatangan anda" kata jendral Robert
Kemudian jendral Robert membawa mereka berlima masuk ke istana untuk lansung menemui raja, saat di jalan jendral Robert juga sempat bertanya tentang siapa yang Leon bawa dan Leon menjelaskan serta memperkenalkan mereka berempat pada jendral Robert.
Setelah sampai di depan pintu istana yang sangat megah mereka semua di sambut oleh para penjaga, karena telah mengenal Leon jadi mereka memberi hormat padanya tidak seperti dua penjaga gerbang sebelumnya, salah seorang prajurit segera masuk ke istana untuk memberitahukan pada raja tentang kedatangan Leon.
"Salam yang mulia, jendral Leon telah kembali" kata salah satu prajurit melapor pada raja.
"Benarkah itu, baiklah persilahkan dia untuk masuk" kata raja senang.
Prajurit tersebut lansung kembali keluar istana dan lansung mempersilahkan untuk Leon serta teman-temannya untuk masuk ke dalam istana.
"Salam hormat yang mulia" kata mereka serempak ketika telah masuk ke istana dan memberi hormat pada raja.
"Hahaha Leon aku senang akhirnya kau bisa kembali ke kerajaan ini, bagaiman keadaanmu?" tanya raja.
"Keadaan saya sudah membaik yang mulia, hanya saja, masih belum bisa bertarung jadi kemungkinan besar saya tidak akan mengikuti Kompetisi" jawab Leon.
"Tidak masalah Leon, dengan kau ada di sini saja aku sudah sangat senang" ucap raja.
"Siapa mereka ini?" tanya raja.
"Mereka bertiga adalah teman-temanku yang mulia, dia adalah Xin, dan ini Asta lalu yang terakhir Guts, dan dia.."
"Siapa dia jendral Leon?" tanya putri Elena memotong ucapan Leon.
"Dia adalah istriku, tuan putri namanya adalah Ashley" jawab Leon.
Putri Elena hanya bisa diam mematung setelah mendengar ucapan Leon, dia tidak menyangka bahwa kepergian Leon beberapa hari lalu akan membuat dia semakin jauh dari Leon, dia sudah sangat sedih ketika Leon mengatakan ingin menemui tunangannya ketika pergi dan sekarang saat dia kembali Leon malah mengatakan bahwa dia telah punya istri.
Perasaan putri Elena bercampur aduk, hatinya sangat sakit seperti di tusuk oleh pedang, namun dia tetap mencoba untuk tegar menerima kenyataan, dan ada sedikit rasa penyesalan dalam hatinya karena ketika Leon berada di dekatnya ia tidak memberitahukan pada Leon bahwa sebenarnya dia memiliki perasaan pada Leon.