
Hari ini Leon sudah berencana untuk segera meninggalkan kerajaan Harvest dan lansung pergi ke wilayahnya sendiri yaitu desa Angin, dia sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana perkembangan desa tersebut.
"Yang mulia ratu, hari ini aku dan istriku juga mereka bertiga akan pergi dari istana dan seperti biasa jika ada sesuatu yang mengancam aku pasti akan datang membantu" kata Leon.
"Jadi kalian sudah mau pergi, apa sebaiknya kau tidak menunggu kepulangan raja terlebih dahulu?" tanya ratu?.
"Maaf yang mulia ratu, namun aku rasa jika menunggu kepulangan yang mulia raja akan sangat lama, dan terlebih lagi masih ada urusan yang sangat penting yang harus aku kerjakan di luar sana" kata Leon.
"Baiklah kalau begitu aku akan memberimu izin jendral Leon, berhati-hatilah" kata ratu.
"Terimakasih yang mulia ratu, kalau begitu kami pamit" ucap Leon dan lansung menghilang dalam sekejap bersama Ashley dan empat pengawalnya.
Di kediaman Duke Arton para penjaga gerbang yang sedang bermalas-malasan di buat terkejut dengan kemunculan lima orang yang entah darimana, dan untung saja mereka segera mengenali Ashley yang merupakan putri Duke Arton sehingga mereka menjadi tidak khawatir, dan jika saja itu musuh mereka pasti sudah kelabakan karena sedang tidak dalam keadaan siaga.
Leon hanya menatap tajam kedua penjaga gerbang tersebut lalu berjalan melewati keduanya, Leon sangat ingin marah karena mengetahui bahwa kedua penjaga gerbang tersebut sedang bermalas-malasan, namun karena tidak ingin membuat masalah Leon hanya melewati mereka berdua dan lansung mengikuti Ashley yang sudah masuk terlebih dahulu.
"Ashley apa kau pulang sendirian, dimana Leon?" tanya Duke Arton.
"Leon ada di..."
"Aku disini ayah mertua, tidak mungkin aku biarkan istriku sendirian" jawab Leon, memotong ucapan Ashley.
"Salam Duke Arton" ucap Xin, Asta, dan Guts serempak.
"Hahaha aku kira hanya putriku saja yang kembali" ucap Duke Arton tertawa bahagia.
"Ayah dimana ibu?" tanya Ashley.
"Ibumu sedang ada di belakang, pergilah temui dia ayah akan bicara dengan Leon" kata Duke Arton.
"Baik ayah" jawab Ashley kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Ada apa ayah?" tanya Leon.
"Sebaiknya kita bicara di ruang pertemuan" kata Duke Arton serius.
Duke Arton kemudian membawa mereka berempat keruang pertemuan karena ada sesuatu yang akan dia sampaikan.
"Ada apa ayah?, kenapa ayah terlihat gelisah?" tanya Leon heran.
"Leon posisiku saat ini sedang tidak baik, Duke Abigail telah menghasut raja dan mengatakan sesuatu yang tidak baik tentang aku, jadi mungkin aku akan dihukum atau di penjara, dan lebih buruknya lagi mungkin aku akan di usir dari kerajaan ini" kata Duke Arton menjelaskan.
"Sialan, pak tua itu memang harus diberi pelajaran" kata Leon geram.
"Lalu bagaimana sekarang ayah?" tanya Leon.
"Untuk saat ini aku akan hadapi saja, jika aku lari dari masalah ini maka akan membuktikan jika aku bersalah" kata Duke Arton.
"Baiklah aku awalnya datang ke sini ingin berpamitan pada ayah, tapi jika begini masalahnya aku akan tetap tinggal di sini hingga masalah ini selesai" ucap Leon serius.
"Terimakasih Leon" kata Duke Arton.
"Jangan berterimakasih ayah, kita adalah ayah dan anak jadi sudah sewajarnya aku membantu" ucap Leon.
Duke Arton tidak menjawab perkataan Leon melainkan hanya tersenyum hangat, hatinya sangat bangga karena memiliki seorang menantu yang sangat baik padanya, dan lagi dia merasa sangat yakin bahwa keputusannya menikahkan anaknya dengan Leon adalah pilihan yang terbaik.
Leon merasa sangat khawatir akan keselamatan ayah mertuanya, dia mencoba untuk memikirkan jalan keluar dari masalah ini namun tidak ia temukan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk memanggil ketiga bawahannya yang lain, yaitu Lyon, Logan dan Aquila.
"Lyon, apa kau mendengar suaraku?" kata Leon melalui telepati.
"Hahahaha hey kakak apa kabar kemana saja kau selama ini?" tanya Lyon senang.
"Jadi kalian berdua juga bisa mendengar suaraku, baguslah kalau begitu jadi aku bisa lansung menjelaskannya pada kalian bertiga sekaligus" kata Leon.
"Ada apa kakak, nada suaramu terdengar sangat panik" ujar Lyon.
"Begini Duke Arton sedang membutuhkan bantuanku saat ini dan aku merasa akan ada pertempuran yang akan terjadi, karena itu aku membutuhkan kalian bertiga untuk segera datang menemuiku di kediaman Duke Arton" kata Leon menjelaskan.
"Tenang saja kakak, dalam sekejap aku dan yang lainnya akan segera sampai di sana" ujar Lyon.
"Bagaimana caranya?" tanya Leon.
"Kakak, meskipun kami adalah hewan suci tapi kami masih tetap sama seperti partnermu, jadi kau bisa memanggil kami dimanapun kau mau" kata Lyon menjelaskan.
"Jadi begitu ya, baiklah aku akan memanggil kalian bertiga" kata Leon.
"Leon ada apa?, kenapa kau malah melamun?" tanya Duke Arton.
"Tidak apa-apa ayah, mari kita keluar sebentar aku akan menunjukkan sesuatu pada kalian" ucap Leon.
Mereka merasa penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan oleh Leon, jadi mereka segera bergegas menuju ke halaman belakang mansion Duke Arton.
"Ayah, apa kalian sudah selesai bicara?" tanya Ashley ketika melihat mereka berempat keluar dari mansion.
"Sudah Ashley, dan sekarang Leon katanya akan menunjukkan sesuatu" ucap Duke Arton.
"Benarkah?" tanya Ashley penasaran.
"Tentu saja benar sayang, kapan aku pernah berbohong" jawab Leon sembilan mengusap kepala Ashley
"Baiklah karena semua sudah ada di sini, maka saksikanlah" kata Leon.
"LYON, LOGAN, AQUILA DATANGLAH!" ucap Leon.
Mereka semua kaget mendengar Leon meneriakkan nama tiga orang tersebut, awalnya mereka mengira ketiga nama yang di sebutkan oleh Leon adalah nama teman-teman barunya yang berada di sekitar kediaman karena sedang bersembunyi, namun mereka semua tercengang dengan mulut sedikit menganga dan kaki yang bergetar melihat kemunculan tiga hewan raksasa dengan aura yang sangat kuat di depan mereka.
Ketiga hewan tersebut adalah, seekor harimau putih (Lyon), seekor serigala angin (Logan), dan seekor elang es (Aquila).
"Le-leon, apa mereka adalah partner mu?" tanya Duke Arton gugup.
"Hahahaha Apa kabar Duke Arton, apa kau masih ingat denganku? kata Lyon.
Mereka kembali tercengang ketika mendengar harimau putih tersebut berbicara dengan bahasa manusia, dan satu hal lagi seekor hewan buas ataupun hewan iblis tidak mudah untuk bisa berbicara dengan bahasa manusia, untuk iti mereka harus mencapai level yang sangat tinggi.
"Ka-kau bisa bicara?" tanya Duke Arton gugup.
"Hahaha tentu saja, aku adalah harimau putih yang dulu bersama kakak" jawab Lyon.
"Jadi itu kau Lyon?" tanya Ashley.
"Benar sekali" jawab Lyon.
"Hey sopanlah sedikit dia itu kakak iparmu" ujar Leon.
"Apa!!!, kapan kakak menikah? kenapa tidak membaritahukannya padaku?" tanya Lyon kemudian berubah menjadi laki-laki tampan dengan pakaian yang serba putih.
"Maaf atas kelancanganku kakak ipar" kata Lyon memberi hormat.
Lagi-lagi mereka semua tercengang dengan apa yang baru saja mereka saksikan, kemunculan tiga hewan tersebut saja sudah membuat mereka semua ingin pingsan, lalu salah satunya bisa bicara dengan bahasa manusia dan sekarang malah berubah menjadi seorang laki-laki yang sangat tampan.