THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Tetua Agung Istana Iblis.



Leon hanya bisa tertawa ketika ketiga bawahannya itu menunjukkan wajah yang sangat jelek karena kaget ketika mengetahui tingkat kekuatannya saat ini.


"Hey, hey, santai saja jangan kaget seperti itu" kata Leon.


"Selamat tuan, anda memang hebat" kata mereka bertiga serempak.


"Sudah jangan di pikirkan, kalian bertiga juga sangat hebat aku tidak menyangka kalian sudah naik ke level Grand Master" ucap Leon.


"Tuan, mengapa tuan ada di sini?" tanya Asta.


"Aku di sini untuk menjemput kalian bertiga" jawab Leon.


"Menjemput kami...?, memangnya apa yang terjadi tuan sehingga tuan harus repot-repot menjemput kami" ujar Xin.


"Tidak terjadi apa-apa hanya saja, beberapa hari yang lalu raja menangkap aku dan Duke Arton, aku dituduh sebagai mata-mata mereka bahkan menyakiti istriku karena tidak terima aku kemudian memberontak, lalu saat aku sedang bertarung seorang jendral iblis datang dan yang lebih parahnya lagi dua hewan bawahanku ternyata berhianat dan hanya pura-pura menjadi bawahanku saja, bahkan mereka berdua membunuh Lyon.."


"Karena saat itu kekuatanku belum sepenuhnya pulih, aku jadi tidak bisa bertarung dengan kekuatan penuh dan pada akhirnya aku kalah hingga terluka parah, untung saja aku masih bisa menggunakan skill teleportasi untuk membawa keluargaku pergi dari sana, jadi karena itu aku kesini untuk menjemput kalian bertiga" kata Leon menjelaskan.


"Sialan bagaimana bisa mereka menuduh tuan seenaknya saja" ujar Xin kesal.


"Tuan, izinkan aku membunuh raja Hermes" kata Guts.


"Tidak, aku tidak mengizinkannya, aku memang akan balas mereka tapi bukan dengan cara seperti itu, jadi sebaiknya sekarang kita kembali dulu" ucap Leon.


"Kembali kemana tuan?" tanya Asta.


"Desa angin, dan tempat itu akan menjadi rumah kita yang baru" jawab Leon.


"Great Teleportation"


Dalam sekejap mereka berempat menghilang dari pandangan, dan hanya dalam hitungan detik saja mereka berempat telah muncul kembali di desa angin.


Ketika mereka sampai Xin, Asta dan Guts lansung di sambut oleh angin sejuk yang berhembus dari atas gunung, suasana yang sangat damai hingga membuat hati mereka merasa nyaman padahal baru saja sampai di desa tersebut.


"Baiklah untuk sementara waktu apa kalian tidak keberatan jika harus tinggal di penginapan dulu? hanya sebentar saja sampai mansionnya selesai di bangun" ucap Leon.


"Tentu saja tuan, kami tidak masalah" jawab Asta.


Baiklah kalau begitu mari ikut aku" kata Leon.


"Baik tuan" jawab mereka serempak.


Leon mengajak mereka bertiga menuju ke rumah Ronald, saat sampai di sana mereka kembali dibuat terkejut oleh seseorang yang wajahnya sangat mirip dengan orang yang menyerang mereka di hutan.


"Hey lihat pria itukan yang tadi menyerang kita" kata Asta.


"Hahaha kau benar, aku rasa tuan meminjam wajahnya untuk menguji kita" ujar Xin.


Leon memperkenalkan mereka bertiga pada Frank yaitu saudara Ronald. Leon juga memperkenalkan mereka bertiga pada seluruh warga desa agar nantinya warga desa bisa menjadi akrab dengan mereka bertiga.


**


Di benua hitam tepatnya di kerajaan iblis, Ingrid, Logan serta Aquila datang menghadap pada raja iblis Luchifer untuk memberitahukan bahwa misi mereka telah selesai.


"Bagus, aku senang karena kalian telah kembali, sebaiknya kalian berdua lansung temui maha guru" kata raja iblis pada Logan dan Aquila.


"Baik yang mulia" ucap mereka berdua kemudian pergi dari sana.


"Ingrid, apa kau membunuh bocah itu?" tanya Luchifer.


"Hamba gagal membunuhnya yang mulia namun dia saat ini sedang terluka parah" jawan Ingrid singkat.


"Kau melakukan tugasmu dengan baik, kalau begitu sekarang kau beristirahatlah, dan untuk kalian semua tingkatkan lagi level kekuatan kalian karena dalam beberapa tahun lagi kita akan menyerang Blue Continent" kata raja iblis.


"Baik yang mulia" jawab mereka serempak.


Para jendral kemudian pergi meninggalkan ruangan tahta, sesuai perintah raja iblis mereka kemudian pergi mencari tempat masing-masing untuk meningkatkan kekuatan.


Setelah para jendral pergi dari balik singgasana seorang pria tua muncul dengan menggunakan jubah hitam dan juga penutup kepala yang juga berwarna hitam, dari tubuhnya aura kematian dan juga kegelapan yang sangat kuat bahkan raja iblis saja masih merasa sedikit ketakutan ketika bertemu dengannya.


Tidak ada yang mengetahui dari mana asalnya bahkan raja iblis juga tidak tau darimana pria tua itu berasal yang mereka tau hanyalah pria tua tersebut adalah bangsa iblis, raja iblis menyelamatkannya saat dia tersegel di sebuah kristal di dalam lava di benua hitam, sejak saat itu pria tua tersebut berjanji akan menjadi pengikutnya yang setia.


Meskipun pria tua tersebut adalah pengikutnya raja iblis memperlakukannya dengan hormat bahkan memberikannya jabatan sebagai tetua agung istana iblis, karena raja iblis tau bahwa kekuatan pria tua itu jauh lebih tinggi daripada raja iblis itu sendiri.


"Tetua agung aku ingin mendengar pendapatmu mengenai penyerangan yang akan kita lakukan" ucap raja iblis.


"Hamba sepenuhnya mendukung yang mulia, akan tetapi hamba tidak dapat banyak membantu karena kekuatan hamba masih belum pulih sepenuhnya" jawab pria tua tersebut.


"Hahaha tidak apa-apa tetua agung, anda cukup fokus untuk memulihkan kekuatan saja, karena aku sangat penasaran dengan kekuatan penuh tetua agung, jika saat terluka saja kekuatan tetua agung sudah melebihiku apa jadinya bila kekuatan tetua agung pulih seutuhnya" kata raja iblis.


"Hehehe jika kekuatanku pulih sepenuhnya maka aku bisa menjadikan yang mulia raja dunia ini" ucap tetua agung.


"Hahahaha kalau begitu aku menantikannya tetua agung, pulihkan kekuatanmu dan jadikanlah aku raja dunia hahaha" raja iblis tertawa senang mendengar ucapan tetua agung.


"Baiklah yang mulia kalau begitu hamba pamit" ucap tetua agung lalu menghilang dari sana.


Raja iblis sangat senang karena dia memiliki bawahan yang sangat kuat dan juga setia, selain itu kekuatannya juga terus bertambah karena bantuan dari bawahannya tersebut yaitu sang tetua agung.


**


Beberapa hari telah berlalu dengan cepat, di desa angin saat ini Leon sedang mengawasi pembangunan mansion miliknya, meskipun sudah ada Ronald yang mengawasi pekerjaan tersebut namun karena tidak ada yang bisa ia lakukan maka Leon memutuskan untuk ikut mengawasi para pekerja.


Sementara itu di tepi sungai dekat desa nampak Xin, Asta dan juga Guts sedang melatih beberapa pemuda menggunakan senjata, sejak kedatangan mereka beberapa hari yang lalu para pemuda desa mendatangi mereka bertiga dan meminta mereka bertiga untuk mengajarkan mereka cara menggunakan senjata.


Awalnya mereka menolak karena kekuatan mereka juga masih sangat rendah, namun setelah Leon menyetujui permintaan para pemuda tersebut mereka akhirnya mau mengajarkan cara menggunakan senjata pada para pemuda di desa angin.