THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Leon di culik??



Satu hari telah berlalu lagi, dan kini seluruh istana kerajaan Harvest tengah disibukkan dengan tiba-tiba hilangnya Leon, hal ini bermula ketika tuan putri Elena datang ke kamar Leon untuk membangunnya, namun ketika ia sampai di kamarnya Leon dia mendapati pintu kamar yang terbuka dan keadaan kamar yang sedikit berantakan.


Putri Elena sontak lansung kaget dan juga khawatir, dia lansung melaporkan kejadian hilangnya Leon kepada ayahnya, namun raja menanggapi dengan santai dan berfikir bahwa Leon sedang menikmati pemandangan di kota.


Akan tetapi putri Elena memaksa raja untuk mengerahkan prajurit agar mencari Leon di sekitar istana bahkan di kota kerajaan, raja tidak bisa menolak dan akhirnya ia memerintahkan prajurit serta jendral untuk mencari tau dimana Leon.


Setelah setengah hari mencari di sekitar istana dan juga kota kerajaan namun mereka masih tidak bisa menemukan Leon dan membuat putri Elena menjadi semakin khawatir dan sedih, sementara raja yang tau bagaimana sifat Leon hanya bisa menghela nafas panjang dan berfikir bahwa Leon telah pergi lagi.


"A-ayah apakah mungkin Leon di culik dari kamarnya?, karena saat aku ke kamarnya aku melihat kamarnya sangat berantakan" kata putri Elena.


Raja termenung memikirkan ucapan putrinya lalu tiba-tiba saja dia membayangkan bagaimana Leon dengan mudahnya menghabisi ratusan ribu monster tingkat menengah dengan seorang diri.


"Hahahaha......"


"Ayah kenapa kau malah tertawa!!!!" kata putri Elena kesal melihat ayahnya malah tertawa.


"Hahahaha putriku perkataan mu tadi terlalu lucu, kau belum mengenal Leon dengan baik dan siapa yang berani menculik monster seperti dia, yang ada mereka akan berfikir ratusan kali sebelum melakukan itu, hahahaha" ucap raja sambil tertawa terbahak-bahak karena ucapan putrinya tadi.


"Benar apa yang di katakan yang mulia tuan putri, jendral Leon bukanlah orang yang lemah dan mungkin jika kami bertiga melawannya dia masih bisa menang" kata jendral Robert.


"Hey Robert kau terlalu memandang rendah bocah itu" ujar jendral Ryo dengan nada kesal.


"Jendral Ryo benar, apa yang bisa di lakukan bocah itu melawan kita bertiga" ucap jendral Evan.


"Hahahaha, baiklah kalian jawab pertanyaan ku, berapa banyak Dark Wolf yang kalian bisa bunuh?" tanya jendral Robert.


"Aku bisa membunuh tujuh sampai 10 Dark Wolf" jawab jendral Ryo.


"Aku bisa lebih banyak dari jendral Ryo karena aku bisa membunuh sampai 15 Dark Wolf" ujar jendral Evan.


"Kalau begitu, jika kita bertiga bergabung kita bisa membunuh sekitar 40 sampai 50 Dark Wolf, benar bukan?" tanya jendral Robert.


"Ya itu benar" sahut jendral Evan.


"Lalu berapa banyak kemungkinan kalian bisa menang melawan Orc?" tanya jendral Robert lagi.


"Kau bercanda Orc bukanlah monster sederhana setidaknya Orc terlemah saja berada pada tingkat warior" ucap jendral Ryo.


"Benar untuk mengalahkan Orc di atas tingkat warior, perlu menggabungkan kekuatan kita bertiga" sahut jendral Evan.


"Lalu apa hubungannya dengan bocah itu" ujar jendral Ryo.


"Hahahaha apa kalian tau, bocah yang kalin6 sebutkan tadi mampu menghabisi ratusan ribu Dar wolf seorang diri, dan sanggup menghabisi sekelompok Orc tingkat warior yang berjumlah 10 Orc, dan bahkan saat di kota Esther, dia menghabisi ratusan ribu monster hanya berdua dengan adiknya saja" kata jendral Robert menjelaskan.


"Apa!!!, kau jangan terlalu mengada-ada Robert" ujar jendral Ryo.


"Jika kau tidak percaya tanyakan pada yang mulia sendiri, dan untuk para dark wolf kau bisa tanyakan pada Duke Andrew yang menyaksikan sendiri mayatnya" kata jendral Robert.


Mereka berdua kemudian memandang kearah raja seakan bertanya apakah yang baru saja dikatakan oleh jendral Robert itu semua benar, tidak hanya mereka bahkan putri Elena dan juga ratu Rosalina juga mengalihkan pandangan pada raja.


"Hahahaha kenapa kalian memandangku seperti itu, apa yang di katakan jendral Robert adalah sebuah kebenaran" kata raja dengan santainya.


Mereka semua terkaget dengan mulut yang sedikit menganga, bahkan para prajurit yang kebetulan mendengar hal itu juga sama seperti mereka.


"Hahahaha itu hanya keberuntunganku, dan kebetulan aku berhasil memaksanya menjadi jendral kerajaan kita" ucap raja girang.


"Itu sangat bagus yang mulia, dengan adanya jendral Leon kerajaan kita pasti menang dalam pertandingan nanti" kata jendral Ryo.


Sementara mereka tengah terkagum-kagum dengan sosok Leon, putri Elena malah senyum-senyum sendiri ketika mendengar cerita mereka, dia tidak menyangka bahwa pria yang ia sukai akan sangat kuat, dia bahkan sudah memutuskan dalam hatinya jika dia akan berusaha agar Leon menjadi miliknya.


Ketika mereka semua sedang berbincang mengenai Leon tiba-tiba saja suara langkah sepatu terdengar dari arah pintu, mereka semua mengalihkan pandangan kearah suara langkah tersebut yang ternyata adalah Leon yang melangkah dengan gagahnya serta armor dan topeng serigala yang ia kenakan membuatnya terlihat sangat gagah serta mengintimidasi.


"Ah... jendral Leon kami baru saja membicarakan tentang anda" kata jendral Ryo.


"Kenapa kalian membicarakan aku?" tanya Leon heran.


"Tidak apa-apa jendral, hanya saja putri Elena sibuk mencari mu" ujar jendral Robert.


"Benarkah?, kalau begitu maafkan saya tuan putri, saya tengah duduk santai di atas pohon di depan halaman istana" kata Leon.


"Apa yang kau lakukan di sana jendral?" tanya putri Elena.


"Tidak ada apa-apa putri, hanya sedang memikirkan seseorang" kata Leon.


"Apakah kau memikirkan adikmu?" tanya putri lagi.


Leon tidak menjawab melainkan mengalihkan pandangannya kepada raja dan ratu.


"Yang mulia raja, jika diizinkan saya ingin pergi ke kerajaan Torterres" ucap Leon.


"Apa yang ingin kau lakukan di sana Leon?" tanya raja.


"Saya akan berkunjung ke kediaman Duke Arton yang mulia, kebetulan sudah lama saya tidak ke sana" kata Leon.


"Baiklah jendral Leon jika memang kau ingin menemui Duke Arton maka aku izinkan kau ke sana, tapi kau harus kembali tiag hari sebelum kompetisinya di mulai" kata raja.


Raja tidak ingin Leon terlalu lama mengunjungi Duke Arton karena kompetisi antar para jendral akan di adakan dalam waktu 5 hari lagi, yang artinya Leon hanya punya waktu dua hari untuk mengunjungi Duke Arton.


"Baiklah yang mulia, namun saya ke sana bukan mengunjungi Duke Arton yang mulia" jawab Leon.


"Jika bukan mengunjungi Duke Arton lalu siapa yang ingin kau kunjungi di kediaman Duke Arton?" tanya raja.


"Mereka adalah tiga bawahan saya yang mulia, dan juga...."


"Dan juga siapa jendral" ujar putri Elena.


"Dan juga saya ke sana untuk mengunjungi tunangan saya tuan putri" jawab Leon.


Bagaikan di sambar oleh petir setelah mendengar ucapan Leon, putri Elena tak bisa berkata apa-apa, mulutnya tiba-tiba terkunci tubuhnya bergetar dan hatinya seperti di tusuk oleh jarum yang sangat banyak.


"Baiklah jendral aku izinkan kau pergi ke sana" kata raja.


"Baiklah yang mulia kalau begitu hamba pamit" ucap Leon sambil memberi hormat dam dalam sekejap mata Leon sudah menghilang dari pandangan mereka semua.