
Mereka kemudian berkumpul di sebuah rumah yang cukup besar, rumah itu adalah rumah penguasa kota Esther mereka semua berkumpul di sana karena permintaan penguasa kota sendiri yang ingin menjamu raja dan serta para bangsawan lainnya.
"Penguasa kota apa aku boleh minta makanan, aku sangat lapar" ucap Lyon.
"Ya tentu tuan, pelayan siapkan makanan" jawab penguasa kota.
"Baik tuan!" jawab salah satu pelayan.
**
Duke Andrew, Duke Arton dan Duke Felix saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke kerajaan Harvest, dan Duke Andrew memutuskan untuk lansung membawa mereka berdua menuju ke kota Esther.
"Duke Andrew berapa lama lagi kita akan sampai ke kota Esther" tanya Duke Felix.
"Jika kita meneruskan perjalanan tanpa istirahat maka kita hanya butuh waktu dua hari untuk sampai di sana" jawab Duke Andrew.
Saat ini mereka bertiga dan para prajurit sedang berada di hutan Forgotten dan sudah hampir sampai di kerajaan Harvest.
***
Disebuah gua yang sangat gelap di kedalam hutan Forgotten seorang pria besar dan tinggi dengan dua tanduk di kepalanya serta sepasang sayap kelelawar di punggungnya, terlihat tengah duduk di sebuah kursi yang terbuat dari batu.
Dia sedang bersantai dengan memegang minumannya yang terlihat nampak seperti darah dari pada air minuman.
Lalu seorang pria dengan mengenakan armor di tubuhnya datang menghadap, "Tuan pasukan monster yang kita kirim telah mati semua" ucap prajurit itu.
"Apa, bagaimana bisa pasukan monster yang aku kirim jumlahnya lebih dari 500 ribu" ucap pria yang di panggil tuan tersebut.
"Ini benar tuan, dan menurut mata-mata yang menyaksikannya semua monster itu di bunuh oleh dua orang yang memiliki kekuatan yang sangat kuat" ucap prajurit itu menjelaskan.
"Apa!, hanya dua orang jika berita ini sampai ke raja iblis maka dimana mukaku akan di letakkan" jawab pria itu.
"Sepertinya ada orang kuat di luar sana, siapkan semua prajurit kita akan menyerang mereka dengan kekuatan penuh" lanjutnya memberi perintah.
"Baik tuan" jawab prajurit itu kemudian pergi meninggalkan gua.
"Akhirnya setelah sekian lama ada juga seseorang yang mampu membuatku bersemangat lagi" gumam pria tersebut pelan.
"Akan aku hancurkan kalian semua" ucapnya lagi dengan suara yang lantang dan kuat.
Setelah itu dia kemudian berjalan keluar dari dalam gua, dia membentangkan sepasang sayang kelelawar yang ada di punggungnya kemudian melesat dengan kecepatan penuh menuju kearah kota Esther.
Sementara itu sesaat setelah pria tersebut terbang dengan kecepatan tinggi di bawahnya terlihat ratusan ribu monster serta ratusan ribu prajurit yang mengenakan armor juga menuju ke arah yang sama, yaitu menuju ke arah kota Esther.
Ratusan ribu monster itu terdiri dari berbagai macam monster dari yang terbesar hingga yang kecil, dari yang terkuat hingga yang terlemah, namun yang menjadi sorotan adalah para prajurit yang mengenakan armor itu, setiap prajurit itu memiliki sepasang tanduk di kepala mereka dan mereka juga memiliki ekor.
Meskipun hanya sekilas namun siapapun yang melihat itu pasti tau bahwa itu adalah kumpulan prajurit yang terdiri dari bangsa iblis dan juga para monster, dan setiap apapun yang mereka lewati pasti akan hancur.
Dan untung saja mereka hanya berjalan melewati hutan, jika mereka melewati desa-desa atau kota sudah pasti desa atau kota yang mereka lalui akan rata dengan tanah karena bangsa iblis dikenal dengan kekejaman mereka bahkan lebih parah dari pada para monster.
***
Namun karena kegigihan dan ketekunan mereka dalam bekerja akhirnya hingga akhirnya mereka diangkat menjadi bangsawan.
"Tuan penjaga kota bisakah anda mengantarkan daging mentah untuk serigala saya yang sedang menunggu di luar" ucap Leon.
"Tentu saja tuan, akan saya sediakan" jawab penguasa kota.
"Pelayan ambilkan beberapa potong daging segar dan berikan kepada serigala yang sedang duduk di luar" lanjutnya.
"Baik yang mulia" jawab pelayang tersebut kemudian dia pergi mengambil beberapa potong daging untuk di berikan pada Logan.
"Kakak, aku rasa akan ada serangan lainnya lagi" ucap Lyon sambil memakan makanannya.
"Ya aku tau itu" jawab Leon santai.
Mereka kemudian melanjutkan makan, dan setelah makan penguasa kota menunjukkan kamar untuk mereka beristirahat, Leon segera masuk ke kamarnya dan lansung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia lansung memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian dia lansung tertidur.
***
Di dalam mimpi Leon.
Leon tengah berada di sebuah tempat yang mana hanya ada ruang hampa yang sangat luas, diatasnya hanya ada langit yang biru dan di bawahnya kakinya hanya ada lautan yang sangat luas.
"Apa ini, dimana aku" gumam Leon.
"Nak, kau sekarang berada di duniaku, tepatnya di tempat ciptaan ku sendiri" tiba-tiba saja terdengar suara seseorang.
"Siapa kau?" tanya Leon sambil melirik ke kiri dan kanan.
"Kau tidak perlu tau siapa aku, tapi mulai saat ini kau adalah penerus ku, ingatlah temukan semua binatang ilahi dan rawatlah mereka semua sama seperti keluargamu sendiri" ucap suara itu.
"Apa maksud perkataan mu?" tanya Leon.
"Suatu hari nanti kau akan mengerti, dan jika sudah saatnya kau akan tau aku siapa" ucap Suara itu.
"Sekarang misi yang harus kau lakukan adalah kumpulkan semua binatang ilahi dan ciptakan perdamaian untuk dunia ini" lanjutnya.
Leon kemudian tersentak dan terbangun dari tidurnya, nafasnya menjadi ngos-ngosan, tubuhnya di penuhi oleh keringat seperti habis berlari dengan jarak puluhan kilo meter.
Dia mengambil segelas air yang berada di atas meja dekat dengan tempat tidurnya dan kemudian meminumnya, dia masih mencoba untuk mencerna situasi yang baru saja ia alami.
"Mungkin itu hanya mimpi biasa" gumam Leon.
"Tapi kenapa aku merasa itu sangat nyata" gumamnya lagi.
Lalu setelah itu Leon kembali merebahkan tubuhnya dan kembali tertidur, namun kali ini ia tidak mengalami mimpi itu lagi hingga ia tertidur sampai pagi dengan nyenyak.
Keesokan harinya, Leon perlahan-lahan membuka matanya dan bangun dari tempat tidur, setelah bangun dia lansung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya (mandi) setelah selesai dia kemudian mengenakkan pakaiannya dan lansung menuju ke tempat makan.
Sebelum itu dia menuju kamar Lyon terlebih dahulu karena jarak kamar mereka berdua lumayan jauh, namun saat sampai di sana Leon tidak menemukan Lyon di kamarnya dan dia yakin bahwa Leon sudah menuju ke ruang makan terlebih dahulu.