
Hari-hari berlalu dengan damai dan tenang, suasana ramai serta penduduk yang sangat ramah membuat desa angin menjadi tempat yang sangat baik untuk dijadikan sebagai desa tempat tinggal.
Apalagi di desa tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh desa, kota, atau bahkan kerajaan lain yaitu cuaca yang selalu berubah-ubah dalam setahun, kota tersebut bahkan memiliki cuaca dingin atau yang di sebut dengan musim dingin yang hanya ada di kerajaan es atau kerajaan para Elf.
Namun ketenangan tersebut tidak bertahan lama saat dua orang penduduk desa yang datang melaporkan kabar buruk kepada pemimpin desa yaitu Leon.
Seorang pria paruh baya dan anaknya datang menemui Leon yang saat ini tengah bersantai di halaman rumah Ronald bersama Ashley dan ketiga bawahannya.
"Salam pemimpin, maaf jika saya mengganggu tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan" kata pria tersebut.
"Tenanglah paman, silahkan duduk dan ceritakan apa yang ingin paman sampaikan" kata Leon ramah.
Pria tersebut lansung duduk di depan Leon lalu menceritakan apa yang telah ia saksikan bersama anaknya.
"Begini pemimpin, kemarin aku dan anakku pergi kehutan untuk berburu rusa, dan rencananya rusa tersebut akan kami jual, namun karena kami memasuki hutan terlalu dalam tanpa sengaja kami berdua melihat Orc dalam jumlah yang sangat banyak dan mereka bergerak kearah desa kita" kata pria tersebut menjelaskan.
"Apa!!!?" Xin, Asta dan Guts tersentak kaget.
"Paman kira-kira berapa jumlah mereka?" tanya Leon.
"Maaf pemimpin saya tidak tau, namun yang jelas jumlah mereka ada ratusan bahkan mungkin ribuan, mereka juga menggunakan armor dan senjata yang lengkap, dan satu lagi aku juga melihat salah satu Orc yang sangat besar dan kemungkinan dia adalah pemimpinnya" ucap pria tersebut.
"Baiklah paman, kalau begitu paman boleh kembali dan jangan ke hutan dulu sampai aku mengizinkannya" kata Leon.
"Baik pemimpin, saya pamit" kata pria tersebut kemudian pergi dari sana.
"Xin, katakan pada seluruh penduduk untuk tidak meninggalkan desa, Asta panggil ayah dan yang lainnya di tempat pembangunan mansion, Guts tugasmu adalah memata-matai para Orc tersebut jika kau sudah tau pasti jumlah mereka segeralah kembali dan ingat hanya memata-matai jangan sampai kau menyerang mereka" kata Leon memberi mereka tugas.
"Baik tuan!" jawab mereka bertiga serempak lalu pergi.
"Sayang kau juga sebaiknya masuk kedalam rumah, kita tidak tau kapan para Orc ini akan sampai di desa" kata Leon pada Ashley.
"Mm" Ashley hanya mengangguk kemudian lansung masuk ke dalam rumah.
Beberapa saat kemudian Asta, Duke Arton, Ronald, dan juga Frank datang menghampiri Leon, wajah mereka semua nampak cemas setelah mendengar kabar tentang para Orc yang di sampaikan oleh Asta.
"Ayah, paman, aku rasa kalian sudah mendengar kabarnya dari Asta jadi lansung saja aku ingin ayah, paman Ronald dan Paman Frank mengumpulkan para penduduk yang bisa menggunakan senjata untuk bertahan di desa, sementara aku dan ketiga bawahanku akan menyerang mereka" kata Leon menjelaskan.
"Baik pemimpin" jawab mereka serempak.
"Baiklah Leon ayah akan menemui ibumu dulu, setelah itu ayah akan menemui kalian di tepi sungai" kata Duke Arton kemudian lansung masuk ke rumah.
Mereka semua lansung bergegas menuju sungai, suasana desa dalam sekejap menjadi hening dan sunyi bagaikan tidak berpenduduk, sementara itu di pinggiran sungai Xin telah menunggu kedatangan mereka dengan para penduduk yang berjumlah 50 orang.
"Tuan, semuanya sudah siap" kata Xin ketika Leon datang.
"Dengarkan semuanya aku ingin kalian bertahan di dalam desa dan melindungi yang lainnya sementara aku akan bertarung di garis depan" kata Leon tegas.
"Baik pemimpin" jawab mereka serempak.
"Darimana asal para Orc ini, dan darimana mereka mengetahui letak desa ini" ucap Leon dalam hati.
Mereka semua menuju posisi masing-masing dan para penduduk membentuk satu barisan memanjang dengan senjata seadanya, dari wajah mereka nampak kecemasan dan kekhawatiran karena memikirkan serangan yang akan mereka terima dari para Orc.
"Tuan!" kata Guts yang tiba-tiba muncul di depan Leon.
"Ini buruk tuan, jumlah para Orc mencapai 5000 pasukan, 5000 pasukan ini semuanya berada di tingkat warior dengan 10 komandan di tingkat King dan satu pemimpin di tingkat Lord" kata Guts.
"Apa!!!" Xin dan Asta terkejut mendengar laporan dari Guts.
Tidak hanya mereka berdua yang terkejut bahkan para penduduk mulai bergetar ketakutan, mereka semua gemetaran, tubuh mereka basah oleh keringat yang bercucuran.
"Sial, kalau begitu tidak ada jalan lain sepertinya aku harus menggunakan kekuatan penuh" gumam Leon.
"Absolute Barier"
Leon mengangkat kedua tangannya lalu muncul cahaya keemasan mengelilingi seluruh desa hingga membentuk sebuah kubah raksasa, Asta melebarkan kedua matanya saat melihat kubah emas transparan tersebut sebagai seorang Guardian tentu ia mengetahui apa itu.
"I-ini be-benar-benar Absolute Barier" kata Asta gugup.
"Apa maksudnya Asta?" tanya Xin.
"Setahuku Absolute Barier, adalah pertahanan terkuat yang pernah ada bahkan seorang level Legenda saja tidak akan mungkin bisa menembus pertahanan dari Absolute Barier, dan skill ini sebenarnya adalah skill yang sangat langka, bahkan para dewa saja tidak memiliki skill ini..."
"Menurut legenda dulu ada seseorang yang di sebut sebagai raja semesta dia melindungi dunia ini dari kehancuran menggunakan skill tersebut" kata Asta menjelaskan.
"Lalu, bagaimana tuan bisa memilikinya?" tanya Guts penasaran.
"Aku juga tidak tau, yang jelas tuan bukanlah orang biasa" jawab Guts.
"Dengan begini kalian semua akan aman dari serangan para Orc bahkan dewa saja tidak akan mampu menghancurkan pertahanan ini" kata Leon lantang.
Perkataan Leon tersebut membuat para warga desa menjadi tenang, wajah mereka yang awalnya khawatir dan cemas kini telah di gantikan dengan ketenangan karena mereka sepenuhnya percaya pada pemimpin mereka.
"Asta, Xin kemari" kata Leon.
"Baik tuan!" jawab mereka berdua kemudian lansung mendekat kearah Leon.
"Skill Transfer \= The Sword of Destruction"
Tubuh Xin di selimuti oleh cahaya keemasan setelah keningnya di sentuh oleh Leon dan secara ajaib dia lansung mendapatkan skill yang di transfer oleh Leon dan lansung bisa menggunakannya tanpa harus ia pelajari.
"Skill Transfer \= Absolute Barier.."
*Tuan anda tidak bisa mentransfer skill tersebut karena skill tersebut merupakan skill khusus raja semesta, jadi tuan hanya bisa mentransfer skill pertahanan yang berada di bawah tingkatan skill raja semesta.."
*Selamat tuan, anda telah mengaktifkan skill raja semesta Absolute Barier yang hanya bisa di gunakan sekali dalam sebulan untuk itu tuan mendapatkan skill Absolute Defense, dan Absolute Shield yang berada di bawah tingkatan Absolute Barier*
Leon sedikit terkejut mendengar pemberitahuan yang mendadak tersebut, ia tidak menyangka bahwa skill Absolute Barier adalah skill khusus raja semesta, dan di saat yang bersamaan dia mendapatkan dua skill yang sangat berguna meskipun tidak sekuat Absolute Barier.
"Skill Transfer \= Absolute Shield"
Sama seperti Xin, tubuh Asta kemudian di selimuti oleh cahaya keemasan saat Leon menyentuh dahinya lalu kemudian dia juga lansung bisa menggunakan skill yang di berikan oleh Leon tanpa dipelajari terlebih dulu.
"Maaf Asta, aku tidak bisa memberikan Absolute Barier karena skill ini khusus milikku" kata Leon.
"Jangan minta maaf tuan, skill yang tuan berikan saja sudah sangat kuat jadi saya tidak mengharapkan yang lainnya" ucap Asta sambil menunduk memberi hormat.