
Waktu cepat berlalu tak terasa hari juga sudah berganti, pagi itu di kediaman Duke Arton semua orang nampak tengah bersiap-siap menunggu kedatangan para tamu yang sebelumnya sudah di undang oleh Duke Arton.
Di depan gerbang nampak dua orang tengah berdiri dengan tegap dan bersiap menunggu para tamu yang akan datang, mereka adalah Duke Arton dan juga Duke Felix, waktu terus bergulir matahari semakin meninggi dan beberapa bangsawan yang di undang oleh Duke Arton telah datang.
Hingga akhirnya setelah semua para bangsawan yang di undang hadir Duke Arton segera memulai acaranya, namun ketika hendak memulai acara tersebut datang seorang utusan dari kerajaan.
"Salam Duke Arton dan para bangsawan sekalian, maaf jika kedatangan saya mengganggu acara kalian saya hanya ingin menyampaikan pesan dari yang mulia" kata orang tersebut.
"Silahkan, apa yang di katakan oleh yang mulia?" tanya Duke Arton.
"Yang mulia meminta maaf karena beliau tidak bisa hadir dalam acara pernikahan putri Duke Arton, karena saat ini beliau tengah mengadakan pertemuan dengan para menteri untuk membahas mengenai kerjasama dengan kerajaan Harvest, namun beliau akan tetap mengirimkan doa agar putri Duke Arton mendapat kebahagiaan" kata utusan itu.
"Baiklah, sampaikan rasa terimakasih ku pada yang mulia raja" kata Duke Arton.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi" kata utusan tersebut kemudian pergi meninggalkan kediaman Duke Arton.
"Baiklah semuanya karena yang mulia tidak bisa hadir maka akan kita mulai saja acaranya" kata Duke Arton dengan suara lantang.
Acara pernikahan yang sederhana itupun berlangsung meriah, meskipun yang diundang tidak banyak namun nampak bahwa hanya dengan mereka saja sudah bisa memenuhi kediaman Duke Arton, yang memang kediaman Duke Arton tidak sebesar kediaman para bangsawan lainnya.
"Wah aku tidak menyangka Duke Arton akan mendapat seorang menantu yang sangat tampan" kata salah seorang bangsawan.
"Itu wajar saja, coba kau lihat putri Duke Arton juga sangat cantik jadi sudah seharusnya pasangannya juga tampan" kata yang lainnya.
"Mereka sangat cocok ya".
"Kalau tidak salah, pemuda itu adalah salah satu jendral dari kerajaan Harvest"
"Benarkah?, kalau begitu beruntung sekali Duke Arton punya menantu seorang jendral".
"Tidak hanya itu, aku dengar dia bisa mengalahkan monster tingkat king dengan sekali tebasan pedang saja"
"Wah,.... berarti dia sangat hebat".
Berbagai macam pujian terdengar dari mulut para tamu undangan meskipun mereka sudah berbicara pelan namun masih bisa di dengar jelas oleh Leon, namun ia tidak menghiraukan apa yang mereka katakan ia tetap tenang dan tersenyum ramah.
Semua acara berlangsung lancar sesuai prediksi yang telah di rencanakan oleh Duke Arton mulai dari pemasangan cincin pernikahan sampai mengucapkan janji suci pernikahan, dan acara-acara lainnya, setelah serangkaian acara tersebut selesai mereka kemudian mengadakan pesta hingga malam hari.
Pesta yang mereka adakan hanyalah sekedar pesta kecil dengan minum arak, membakar seekor hewan buruan dan memakannya beramai-ramai, meskipun mereka minum sampai mabuk namun tidak satupun masalah yang terjadi, dan pesta tersebut berakhir sudah sangat larut karena para bangsawan tersebut sudah mabuk berat.
Pada akhirnya para bangsawan tersebut pulang dalam keadaan mabuk, untung saja setiap dari mereka membawa pengawal masing-masing sehingga para pengawal merekalah yang membawa tuannya pulang ke kediaman masing-masing, sedangkan untuk para istri bangsawan tersebut sudah pulang sejak sore karena tidak ingin ikut pesta yang di lakukan oleh para laki-laki.
Setelah kepulangan para bangsawan tersebut, kediaman Duke Arton menjadi sangat sepi suasana yang awalnya ramai kini berubah sunyi dan tidak ada suara sama sekali.
"Akhirnya mereka pulang juga, benar-benar acara yang melelahkan" kata Duke Arton lega.
"Jangan mengeluh, ini masih acara sederhana apa jadinya jika kau mengadakan acara yang besar" kata Duke Felix
"Terimakasih Felix, kau sudah mau membantuku" ujar Duke Arton.
"Tenanglah kita sudah bersahabat sejak kecil, jadi apapun masalahmu pasti akan aku bantu" ucap Duke Felix santai.
"Baiklah, kedepannya jika kau ada masalah aku juga pasti akan membantumu" kata Duke Arton.
"Masalahku hanya satu saat ini" ucap Duke Felix dengan nada sedih.
"Kau tidak mau berbagi menantu denganku" jawab Duke Felix.
"Hey, kau dengar ya meskipun kita sahabat, tapi tidak akan aku biarkan anakku di duakan oleh suaminya" ujar Duke Arton.
"Yasudah terserah kau saja" kata Duke Felix kemudian pergi meninggalkan Duke Arton sendirian di depan Gerbang.
Sementara itu di dalam mansion Leon dan yang lainnya tengah duduk di ruang tamu, terlihat jelas raut wajah mereka menunjukkan rasa lelah yang teramat sangat, apa lagi Leon dan Ashley mereka harus berdiri seharian menyalami para tamu yang memberi selamat, jika hanya para tamu saja maka sudah pasti akan cepat selesai namun mereka tidak menyangka bahwa semua prajurit Duke Arton juga ikut memberikan selamat kepada mereka.
"Selamat tuan, atas pernikahan anda" kata Xin, Asta, dan Guts bersama.
"Iya terimakasih, tapi darimana saja kalian?, kenapa aku tadi tidak melihat kalian?" tanya Leon.
"Tadi kami sibuk melayani para tamu tuan" ujar Xin.
"Baiklah, terimakasih kalian sudah bekerja dengan keras" kata Leon.
"Tidak masalah tuan" jawab mereka bertiga serempak.
"Leon, sebaiknya kalian segera istirahat, Ashley ajak Leon ke kamar kalian" ucap Maria.
"Eh... Ba-baik ibu" jawab Ashley.
"Kak Ashley sekali lagi aku ucapkan selamat ya, atas pernikahanmu dan Kak Leon" ujar Silvia dengan tersenyum ramah, namun saat ini dalam hatinya sangat sedih.
"Terimakasih Silvia, kalau begitu kami pamit dulu" kata Ashley kemudian menarik tangan Leon dan pergi meninggalkan ruang tamu tersebut, dan lansung masuk ke kamar.
"Hufttt....., akhirnya aku bisa istirahat dengan lega" kata Leon sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"A-anu, Le-leon apa kita akan tidur satu ranjang?" tanya Ashley gugup.
"Tentu saja Ashley, memangnya menurutmu bagaimana?" tanya Leon.
"Ti-tidak aku hanya bertanya saja" jawab Ashley.
"Baiklah, sebaiknya kau ganti bajumu dan segeralah istirahat, aku juga ingin segera istirahat karena seluruh tubuhku rasanya ingin remuk" kata Leon kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Ashley hanya diam saja memandang Leon, dan beberapa menit kemudian Leon keluar dari kamar mandi namun saat ini ia tidak mengenakkan baju melainkan hanya memakai celana pendek saja, Ashley sangat kaget melihat Leon wajahnya memerah dan dengan cepat ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Leon, kenapa kau tidak memakai baju?" tanya Ashley.
"Kenapa?, aku memang suka tidur seperti ini" jawab Leon santai.
"Dasar mesum!!!" ujar Ashley.
"Hahahaha, apa yang kau bicarakan Ashley sekarang aku adalah suamimu, jadi hal ini tidak masalah" ucap Leon.
Ashley tidak menjawab melainkan hanya diam dan masih menutup wajahnya, Leon mendekatinya perlahan-lahan dan kemudian memeluknya dari belakang.
"Tenanglah, jika kau belum siap kita bisa melakukannya lain waktu" kata Leon berbisik di telinga Ashley, lalu setelah itu dia melepaskan pelukannya dan kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Wajah Ashley semakin memerah ketika Leon mengatakan hal tersebut, jantungnya tiba-tiba bergetar sangat cepat perasaannya saat ini tidak karuan, meskipun begitu dari lubuk hatinya yang terdalam dia sangatlah bahagia, hanya saja mungkin ini adalah pengalaman pertama baginya sehingga dia menjadi sangat gugup.
Setelah dirinya tenang Ashley memberanikan diri untuk baring di sebelah Leon, dan akhirnya mereka berdua tertidur pulas karena sudah sangat lelah.