THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Kunjungan para Duke



Kedatangan Leon di sambut dengan hangat oleh Duke Arton dan juga keluarganya, Xin, Asta dan juga Guts sangat senang atas kepulauan tuan mereka, dan saat ini mereka tengah duduk di ruang tamu di mansion milik Duke Arton mendengarkan kisah tentang perjalanan Leon selama ini.


Leon juga menceritakan bahwa dia saat ini tengah memimpin sebuah desa di daratan tak bertuan yang jauh dari kelima kerajaan, dan dia juga menceritakan bahwa saat ini dia sudah menjadi jendral utama kerajaan Harvest.


"Tuan, jika tuan sudah menjadi jendral itu artinya kita tidak akan bisa berpetualang lagi?" tanya Xin.


"Hahahaha kau salah Xin, meskipun aku menjadi jendral namun aku tetap akan berpetualang kemanapun aku suka, dan tugasku hanya akan membantu kerajaan jika mereka dalam keadaan yang bahaya" kata Leon menjelaskan.


"Kau tidak menyangka kau akan menjadi sehebat itu sekarang" kata Ashley yang saat ini tengah duduk di sebelah Leon dan menggandeng tangan Leon seakan tidak mau melepaskannya lagi.


"Hahahaha, tidak juga mungkin aku hanya beruntung saja" kata Leon.


"Ekheemm!!!, Ashley ayah dan ibu tau kalian saling mencintai tapi bisakah kalian tidak bermesraan di sini?” kata Duke Arton.


"Dan Leon aku ingin bertanya padamu, apa kau serius melamar putriku?" tanya Duke Arton.


Leon memandang Ashley dan kemudian menjawab, "Aku serius paman, namun saat ini aku ingin bertunangan terlebih dahulu, karena aku masih akan melakukan perjalanan yang jauh dan berbahaya".


"Apa yang kau katakan, justru jika kau ingin melakukan perjalanan yang jauh, kau harus segera menikahi putriku, apa kau pikir kami ini orang biasa, kami adalah keluarga bangsawan dan akan buruk jika kalian terlalu lama bertunangan" kata Duke Arton serius.


"Baiklah paman, jika memang demikian nikahkan aku dan Ashley segera agar aku bisa terus menjaganya" kata Leon dengan tegas.


"Nah, kau dengarkan Ashley ayah sudah berhasil membantumu" ujar Duke Arton tersenyum kearah Ashley.


"Ayah!!!, kapan aku minta bantuan mu" kata Ashley dengan kesal.


"Hahahaha, tapi apa kau menerimanya putriku?" tanya Maria.


"Iya ibu, aku menerimanya" jawab Ashley dengan tertunduk malu.


"Hahahaha bagus-bagus, kalau begitu kalian akan segera aku nikahkan" ujar Duke Arton.


"Maaf paman, jika bisa nikahkan kami besok karena aku tidak bisa lama-lama di sini, dan dalam waktu dua hari aku akan kembali ke kerajaan Harvest untuk mengikuti Kompetisi antar jendral yang akan segera di adakan" kata Leon menjelaskan.


"Apa!!!!" mereka semua berteriak serempak.


"Hey nak, aku tau kau mencintai putriku tapi bagaimana bisa aku menikahkan kalian besok?, apa kau sudah gila bagaimana aku bisa mengahadapi pertanyaan bangsawan lainnya dan bagaimana aku bisa menghadapi pertanyaan raja?" kata Duke Arton.


"Aku tidak ingin pernikahan yang mewah paman" ujar Leon.


"Hah.... apa boleh buat, lagian dua hari lagi kau akan segera kembali ke kerajaan Harvest" jawab Duke Arton.


Ketika mereka tengah membahas pernikahan yang akan terjadi secara mendadak tersebut, tiba-tiba salah seorang prajurit penjaga gerbang datang menghadap.


"Permisi tuan, Duke Felix dan Duke Abigail datang ingin bertemu tuan" kata penjaga tersebut.


"Kenapa mereka ke sini, dan kenapa rubah tua itu juga datang" gumam Duke Arton.


"Baiklah biarkan mereka masuk, dan lansung bawa kemari" kata Duke Arton.


penjaga tersebut lansung pergi keluar, sementara Leon dengan cepat mengganti pakaiannya dengan Armor dan juga topeng mereka yang ada di sana sangat kaget ketika melihat hal itu, sejak kapan Leon memiliki armor yang sangat bagus tersebut, Xin, Asta, dan Guts segera berdiri di belakang Leon dan Ashley.


"Selamat datang Duke Felix dan selamat datang Duke Abigail, apa yang membuat kalian datang ke kediaman ku?" tanya Duke Arton.


"Hahahaha apa salahnya jika aku mengunjungi sahabat lamaku Arton" kata Duke Felix.


"Dan aku ada sedikit urusan denganmu, Duke Arton" ujar Duke Abigail.


"Baiklah kalau begitu mari kota duduk" kata Duke Arton.


"Tunggu dulu, kenapa para orang rendahan ini ada di sini?" kata Duke Abigail menunjuk kearah Xin, Asta dan Guts.


Duke Arton kemudian memandang mereka bertiga dan seperti mengerti maksud Duke Arton tanpa di suruh mereka bertiga kemudian lansung berjalan keluar dari ruangan itu.


"Sekarang nampak lebih nyaman" lanjutnya, kemudian duduk di salah satu kursi, bersebelahan dengan anaknya.


Yang lainnya juga mengambil tempat duduk masing-masing, Silvia awalnya ingin duduk di sebelah Ashley namun ketika melihat seorang pria berzirah di sebelah temannya itu dia mengurungkan niatnya dan duduk di sebelah ibunya.


"Bukankah kau adalah sang Lone Wolf yang saat itu membantu kerajaan Harvest?" tanya Duke Felix saat melihat Leon duduk di sana.


"Benar sekali tuan Felix, itu aku" jawab Leon santai.


"Hahaha, Armor dan gelar yang kau miliki sangat mencolok anak muda, apa kau tidak takut suatu saat akan di incar oleh banyak orang, dan takutnya gelar besar dan armor mengkilap itu tak sanggup menghadapi mereka" kata Duke Abigail menyindir.


"Duke Abigail tolong hormati dia, dia juga tamuku di sini" kata Duke Arton.


"Inilah yang membuatmu tidak naik pangkat Arton, kau selalu saja memasukkan sampah kedalam rumahmu" ucap Duke Abigail menyindir.


"Ah... aku sampai lupa, kedatanganku kesini adalah untuk melamar putrimu untuk menjadi menantuku" lanjutnya.


"Benar paman, aku sudah sangat lama menyukai Ashley" ujar Evan.


Duke Arton menghela nafas panjang, ia tidak mengira bahwa hari ini ia akan di timpa masalah yang bertubi-tubi, awalnya karena pernikahan mendadak yang Leon ajukan dan sekarang lamaran dari seekor rubah yang sangat ia benci.


"Maaf tuan, tapi lamaran itu tidak akan terjadi" kata Leon angkat bicara.


"Siapa kau, berani sekali kau menjawab perkataan ku, apa kau sudah bosan hidup!" kata Duke Abigail marah.


"Siapa aku, kau tidak perlu tau yang jelas lamaran yang kau ajukan akan lansung ditolak" ujar Leon.


"Duke Arton apa kau bermaksud menghinaku dengan pemuda sialan ini" kata Duke Abigail.


"Kenapa kau diam saja, apa harga dirimu telah turun hanya karena seorang pemuda jalanan" lanjutnya.


"Jaga mulutmu Duke Abigail, dia bukan orang jalanan dia adalah jendral tertinggi kerajaan Harvest" Duke Felix angkat bicara karena kesal dengan ucapan Duke Abigail.


"Hahahaha, bagus-bagus kalian bersekongkol untuk mempermalukan aku dengan membawa nama kerajaan Harvest, bagus akan aku laporkan hal ini pada yang mulia raja Hector agar kalian di hukum" kata Duke Abigail.


"Brakkkk!!!" Leon menggebrak meja yang ada di depan mereka dan berhasil membuat mereka semua terkejut dan terdiam, Leon kemudian mengangkat tangannya dan dari bawah tangannya muncul sebuah lencana berwarna emas yang memiliki lambang kerajaan Harvest.