THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Jalan-jalan



Raja sangat senang dengan kembalinya Leon ke kerajaannya dengan begitu ketika Kompetisi antara para jendral nanti Leon juga bisa hadir di sana meskipun tidak sebagai peserta, Raja juga mengucapkan selamat atas pernikahan Leon dan juga Ashley serta meminta maaf karena tidak bisa hadir di pernikahan mereka dan juga tidak bisa menjenguk Leon ketika dia terluka parah.


Leon tidak mempermasalahkan hal tersebut, dia menjelaskan bahwa pernikahan mereka adalah hal yang mendesak bahkan raja kerajaan Torterres saja tidak bisa datang ke acara pernikahan mereka.


"Leon, aku punya permintaan untukmu" ucap raja.


"Apa itu yang mulia?" tanya Leon.


"Begini Leon, jika berkenan bisakah kau tinggal di sini sampai acara kompetisi para jendral di mulai, aku ingin kau juga ikut hadir di sana" kata raja.


"Saya tidak masalah jika yang mulia ingin meminta saya untuk tinggal, namun jika hadir di kompetisi saya tidak yakin yang mulia" jawab Leon.


"Maksudmu?" tanya raja heran.


"Begini yang mulia, saya berencana untuk tidak memberitahukan kepada publik bahwa saya adalah jendral tertinggi kerajaan Harvest, serta saya juga tidak ingin kerajaan lain mengetahui kekuatan saya" jawab Leon.


"Hmmm, apa yang kau katakan sedikit masuk akal, namun kenapa kau tidak ingin menunjukkan kekuatanmu, bukankah kau akan mendapatkan rasa hormat karenanya?" tanya raja lagi.


"Begini yang mulia, saya rasa sebaiknya saya tetap bersembunyi dan menjadi kartu andalan untuk kerajaan Harvest, saya hanya akan menunjukkan diri jika salah satu dari mereka membuat masalah, mereka akan pasti akan mengira kerajaan Harvest tidak memiliki kekuatan dan ketika mereka lengah maka.." Leon tidak melanjutkan ucapannya.


"Hahahaha hebat, benar sekali apa yang kau katakan Leon, biarkan saja mereka semua pamer kekuatan dengan begitu aku akan mengetahui seberapa kuat mereka semau" raja tertawa senang setelah mendengar penjelasan dari Leon.


"Baiklah kalau begitu, pelayan tunjukkan kamar jendral Leon dan juga teman-temannya, biarkan mereka istirahat" kata raja memberi perintah.


"Kalau begitu kami mohon pamit undur diri yang mulia" kata Leon memberi hormat.


Setelah itu mereka berlima pergi meninggalkan ruang singgasana dan lansung mengikuti seorang pelayan untuk menuju kamar mereka masing-masing.


"Xin, Asta, Guts, aku dan Ashley istirahat lebih dulu" kata Leon ketika sampai di depan kamarnya.


"Baiklah tuan" jawab mereka serempak.


"Pelayan dimana kamar kami?" tanya Xin.


"Kamar kalian ada di sebelah sana tuan" kata pelayan tersebut menunjuk kearah tiga kamar yang bersebelahan dengan kamar milik Leon.


"Baiklah kalau begitu kau tidak perlu lagi mengantar kami, dan kau boleh pergi" ucap Xin.


"Baik tuan saya permisi" kata pelayan tersebut dan lansung pergi, sementara Xin, Asta, dan Guts lansung menuju kamar mereka masing-masing.


"Aku harap tuan dan nona tidak berisik malam ini" gumam Asta.


"Hey, apa yang kau katakan" ujar Guts.


"Hahaha tidak ada" jawab Asta.


"Sudahlah, cepat ke kamar kalian masing-masing dan segera istirahat" kata Xin, dan lansung masuk ke kamarnya


"Yasudahlah padahal aku tidak lelah sama sekali" gumam Guts.


"Meskipun kau tidak lelah tetap saja kau harus ke kamarmu" ujar Asta.


"Kenapa begitu?" tanya Guts.


"Kapan lagi kita bisa menikmati fasilitas istana yang megah seperti ini" jawab Asta.


"Hahaha ada-ada saja kau ini, yasudah aku ke kamarku dulu" kata Guts dan lansung menuju ke kamarnya.


"Nah begitu lebih baik" ucap Asta kemudian masuk ke kamarnya.


"Kenapa waktu itu tidak aku ungkapkan saja perasaanku padanya, dan mungkin aku akan punya kesempatan untuk bersama Leon, tapi sekarang.." gumam putri Elena.


"Apa yang harus aku lakukan..."


"Ada apa putriku, kenapa kau terlihat sangat sedih?" tanya ratu Rosalina.


"Eh.. ibu, tidak apa-apa bu" jawab putri Elena.


"Jangan bohong, ibu tau kau sedang sedih saat ini" kata ratu Rosalina.


"Ternyata aku tidak bisa menyembunyikannya dari ibu" gumam putri Elena.


"Memangnya ada apa?" tanya ratu


"Begini bu, sebenarnya aku menyukai jendral Leon" kata putri Elena menjelaskan.


"Jadi itu masalahnya" ujar ratu.


"Apa menurut ibu aku salah?" tanya putri Elena.


"Tidak putriku, menyukai seseorang tidak salah itu adalah hak kita masing-masing, hanya saja saat ini jendral Leon telah memiliki istri dan sebaiknya kau tidak mencoba untuk merebut jendral Leon dari istrinya" kata ratu Rosalina.


"Tentu saja tidak bu, aku tidak akan melakukan hal itu" kata putri Elena.


"Bagus, sekarang jangan bersedih lagi" kata ratu Rosalina kemudian memeluk anaknya itu.


***


Di kamar Leon


"Haacciiiiihh"


"Ada apa Leon apa kau sakit?" tanya Ashley terkejut ketika mendengar Leon bersin.


"Entahlah Ashley aku juga tidak tau" jawab Leon.


"Yasudah, sebaiknya kau istirahat" ucap Ashley.


"Hah... aku sangat bosan di sini, apa kau mau jalan-jalan?" tanya Leon.


"Tentu saja aku mau, tapi kau harus istirahat" jawab Ashley.


"Ayolah istriku aku tidak apa-apa, lagian aku sangat bosan di sini" ujar Leon.


"Baiklah kalau begitu kita jalan-jalan saja" jawab Ashley.


Leon dan Ashley kemudian pergi keluar kamar, Leon juga tidak lupa untuk memanggil Xin dan yang lainnya namun karena Xin dan Asta sedang tidur jadi hanya Guts yang menemani Leon dan Ashley ketika mereka jalan-jalan ke kota kerajaan.


Mereka bertiga kemudian pergi ke kota dengan kereta kuda yang telah di siapkan oleh prajurit istana, karena tidak mungkin untuk berjalan kaki apa lagi untuk menunggang kuda dengan kondisi Leon saat ini.


Walaupun sebenarnya Leon tidak masalah harus berjalan kaki atau naik kuda namun Ashley tidak mengizinkannya dan dengan terpaksa Leon harus mengikuti kehendak istrinya itu, namun mereka hanya menggunakan kereta kuda biasa karena Leon tidak ingin menjadi pusat perhatian saat nanti tiba di kota.


Sesampainya di kota kerajaan mereka sangat kagum ketika melihat hampir semua bangunan yang ada di kota itu berwarna hijau sebagai warna pokok dan hal ini pulalah yang menyebabkan kota tersebut di kenal dengan nama Green Town.


Mereka bertiga kemudian berkeliling kota dengan berjalan kaki, karena mereka ingin lebih menikmati suasana kota yang ramai tanpa naik kereta kuda, setelah lama berkeliling akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran yang terlihat mewah dan juga megah, dan karena merasa lapar mereka bertiga lansung masuk ke restoran tersebut.


Dan benar saja ketika mereka bertiga masuk suasana di dalam restoran sangat berbeda, dengan arsitektur yang sangat indah serta hiasan dinding yang megah membuat kesan restoran tersebut menjadi lebih mewah lagi, mereka bertiga lansung mencari tempat duduk yang kosong dan setelah mendapatkannya mereka lansung memesan makanan.