THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Menguji Bawahan



Xin, Asta dan Guts merasa bingung dengan maksud kedatangan pria tersebut yang ingin menghabisi mereka, padahal selama ini mereka tidak pernah menyinggung siapapun, apalagi untuk menyinggung seorang yang jauh lebih kuat daripada mereka.


"Sudah cukup omong kosongnya, jika kalian ingin hidup maka kalian harus bertahan dari seranganku atau kalian harus menyerangku" kata Frank.


"Baiklah jika itu maumu, kami tidak akan sungkan" kata Guts dan lansung menyerang dengan kekuatan penuh.


"Silent Step"


"Sonic Acceleration"


"Venom Knife"


Guts menghilang dari pandangan bahkan auranya juga ikut menghilang, namun hanya mereka yang di tingkatan sama atau lebih rendah darinya yang tidak bisa menyadari pergerakan Guts, tapi bagi Frank (Clone Leon) yang tingkatannya jauh lebih tinggi tentu akan sangat mudah untuk mengetahui keberadaan Guts.


"Flash Attack"


Frank menggunakan Skill normal yaitu skill ciptaan Leon sendiri, dia mengayunkan tinjunya dengan sangat cepat kearah samping bahkan Asta dan Xin tidak bisa melihat gerakannya.


"BRAAKKK!!" Guts terpental dan menabrak pohon hingga roboh.


"Apa, bagaimana bisa!!!" Xin kaget ketika melihat Guts terpental.


"Kalian kira serangan lemah itu mampu melukaiku?" ucap Frank sombong.


"Sialan, mari kita serang bersama-sama" ujar Asta.


Mereka bertiga kemudian menyerang Frank bersama-sama, seperti biasa Xin dan Guts akan menjadi penyerang utama sementara Asta akan melindungi mereka berdua dari serangan lawan.


Leon yang sedang mengawasi mereka dari jauh merasa takjub dengan kombinasi serangan mereka bertiga, ia tidak menyangka bahwa ketiga bawahannya akan menjadi semakin hebat.


"Aura Sword" aura yang sangat kuat terpancar dari pedang milik Xin, kecepatan serta kekuatan serangannya meningkat tiga kali lipat dari serangan normalnya.


"Shadow clone" Guts tidak mau ketinggalan dia menggunakan skill pemberian Leon, dam tidak seperti sebelumnya kali ini bayangan Guts telah mencapai 50, dan sekali lagi ia membuat Leon menjadi bangga.


"Wall of Reflection, majulah aku akan menahan setiap serangannya" Asta juga ikut maju bersama kedua rekannya, dan dengan sigap ia menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh Frank pada mereka bertiga.


Serangan demi serangan terus mereka Lesatkan kearah Frank tanpa henti, hingga bunyi dentingan pedang yang beradu serta bunyi ledakan terdengar di seluruh hutan, bahkan beberapa binatang iblis atau monster tingkat rendah tidak berani untuk mendekat.


Setelah hampir satu jam lebih mereka bertarung akhirnya Xin berhasil menggores lengan Frank dengan pedangnya, bukannya marah Frank malah tersenyum ketika mendapat luka sayatan tersebut.


"Dasar pria aneh kenapa dia malah tersenyum ketika terluka" gumam Xin.


"Bagus-bagus, kalian sudah berhasil melukaiku jadi kita tingkatkan kesulitannya" kata Frank.


"BOOMMM!!"


Ledakan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Frank (Clone Leon), hingga membuat mereka bertiga merasakan tekanan yang sangat besar, hingga untuk bergerak saja sangat sulit.


"Sial, te-tekanan ini sungguh kuat bagaimana bisa kita melawannya" kata Asta.


"Ja-jangan menyerah, kita tidak boleh kalah dan mati sini tuan pasti sudah menunggu kepulangan kita" ujar Guts.


"Hahahaha padahal aku hanya menggunakan 20% tekanan aura, tapi kalian sudah seperti ini" kata Frank.


"A-apa, hanya dua puluh persen saja sudah sekuat ini, apa jadinya kalau dia menggunakan kekuatan penuhnya" gumam Xin.


"Ayolah jangan menyerah begitu saja!!!" teriak Xin sambil mencoba untuk melangkah.


Keringat mulai membasahi tubuh mereka, tubuh mereka bergetar akibat menahan kuatnya tekanan aura yang di keluarkan oleh Frank, mereka terus saja melangkah walaupun tubuh mereka terasa seperti sedang memikul beban dengan berat ratusan kilo, namun mereka bertiga tetap saja berusaha.


"Wah, wah, masih bisa bergerak ya, kalau begitu aku tambah menjadi tiga puluh persen" kata Frank.


Sekali lagi ledakan aura yang sangat besar keluar dari tubuh Frank dan kali ini mereka bertiga lansung tersungkur ke tanah karena tekanan yang sangat besar, mereka mencoba untuk bangkit kembali namun tidak bisa tubuh mereka serasa di himpit oleh sesuatu yang sangat besar dan berat.


"Tuan, maafkan kami" gumam Xin.


Saat mereka semua hampir putus asa samar-samar dari kejauhan mereka mendengarkan langkah kaki seseorang, mereka bertiga lansung mengalihkan pandangan kearah suara langkah kaki tersebut.


Mereka bertiga senang karena langkah kaki yang mereka dengar berasal dari seseorang yang terlihat mirip dengan tuan mereka namun auranya sangat berbeda.


"Tu-tuan!!"


"A-apa benar itu tu-tuan" ujar Asta


"Ta-tapi bagaimana tuan bisa bertahan dari tekanan sekuat ini?" ucap Guts.


"Ya, ampun kalian bertiga terlihat kacau sekali" kata Leon ketika sampai di dekat mereka.


"Tu-tuan!!" ucap Xin.


"Ya, ada apa Xin?" tanya Leon.


"Si-siapa orang ini tuan?, kenapa dia ingin memusnahkan kami, dan kenapa dia tidak menyerang tuan, lalu bagaimana tuan bisa bertahan dalam tekanan aura yang sangat besar ini?" tanya Xin.


"Hahahaha baiklah-baiklah akan aku jawab semua pertanyaanmu, tapi sebelum itu aku merasa senang karena kalian sudah sangat kuat, dan aku rasa ini sudah cukup" kata Leon.


Aura yang sedari tadi menekanereka bertiga seketika lenyap bagaikan di bawa oleh angin, Xin, Asta, dan Guts segera berdiri dan lansung memberikan salam pada Leon, namun mereka bertiga lansung kaget ketika melihat ada dua Leon di hadapan mereka saat ini.


"Tu-tuan ada du..."


"Dia hanya Clone, dan dia juga yang tadi menyerang kalian" kata Leon memotong ucapan mereka bertiga.


"Biar aku jelaskan, sedari tadi aku mengawasi kalian dan aku berfikir untuk menguji kekuatan kalian setelah naik level jadi aku menggunakan skill Shadow Clone tingkat tinggi untuk menciptakan Clone lalu aku perintahkan untuk menguji kalian, dan ternyata kalian memang sangat hebat aku sangat bangga pada kalian bertiga" kata Leon.


"Tapi tuan, yang menyerang kami tadi.."


"Hahahaha itu mudah saja, coba tunjukkan pada mereka" kata Leon pada Clone-nya.


Mereka bertiga kembali terkejut ketika melihat Clone Leon merubah wujudnya menjadi pria yang tadi menyerang mereka, lalu setelah itu dia berubah kembali ke wujud aslinya.


"Kembali" kata Leon.


Clone Leon kemudian berubah menjadi bayangan hitam dan lansung masuk kedalam tubuhnya.


"Tu-tuan boleh aku bertanya?" ucap Asta.


"Apa itu?" kata Leon singkat.


"Kenapa aku tidak bisa melihat tingkatan Level tuan?, aku bahkan tidak merasakan adanya energi ataupun aura dalam tubuh tuan, bahkan tuan hanya seperti penduduk biasa yang tidak punya kekuatan" ucap Asta.


"Hahaha itu karena aku menyembunyikannya, jadi kalian tidak bisa melihatnya, tapi baiklah akan aku tunjukkan pada kalian" kata Leon.


"Le-level Emperor!!" kata mereka bertiga serempak.