
Keesokan harinya,
"Hoaammm!!!" Leon mulai membuka matanya memandang kearah jendela kamarnya dan ternyata di luar sudah sangat terang yang menandakan bahwa hari sudah siang.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan" gumam Leon sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Sebaiknya aku mandi dulu" lanjutnya, kemudian dia berdiri dari tempat tidur dan lansung berjalan ke kamar mandi yang tidak jauh dari tempat tidurnya.
Setelah selesai mandi dan mengenakan armornya Leon kemudian pergi meninggalkan kamarnya, namun ketika ia membuka pintu kamarnya dan melangkahkan kaki keluar kamar Leon di kejutkan dengan keberadaan putri Elena yang sudah ada di depan pintu kamarnya dengan tangan seperti seseorang yang akan mengetuk pintu.
"Ada apa tuan putri?" tanya Leon.
"Ti-tidak ada apa-apa, aku kira kau belum bangun" kata putri Elena sambil menurunkan tangannya dengan cepat.
"Apa jendral Leon ada waktu?" tanya putri Elena.
"Tentu tuan putri, saya sedang tidak sibuk saat ini" kata Leon.
"Ka-kalau begitu, maukah kau menemaniku jalan-jalan di kota?" tanya putri Elena.
"Tentu tuan putri" jawab Leon singkat.
Elena sangat senang mendengar Leon setuju untuk menemaninya jalan-jalan di kota, sebenarnya dia sudah memikirkan hal ini dari semalam dia bahkan sampai tidak bisa tidur karena terus memikirkan apakah Leon akan setuju dengan permintaannya atau tidak.
"Putriku kau mau kemana sepagi ini" tanya raja yang kebetulan melihat putrinya akan pergi meninggalkan istana.
"Salam yang mulia" kata Leon memberi hormat.
"Tuan Leon kemanakah kau dan putriku akan pergi?" tanya raja.
"Eh.. aku hanya ingin berkeliling istana ayah, dan sekalian menunjukkan istana kita pada Jendral Leon" kata putri Elena.
"Berkeliling istana?, apakah tuan putri tidak jadi berkeliling kota?" tanya Leon.
"Apa, berkeliling kota?, kenapa kau tidak minta izin dengan ayah?" ujar raja
"Dasar bodoh!!!" kata putri Elena marah kemudian pergi meninggalkan Leon dan raja.
"Eh... apa aku salah bicara" gumam Leon dalam hatinya.
"Ooo, jadi putriku ingin mengajak Leon berkencan, bodohnya aku tidak menyadari hal itu" kata raja menyesal dalam hatinya.
"Tuan Shin sebaiknya kau bujuk putriku, dan ajak dia berkeliling kota" kata raja.
"Baik yang mulia, dan tolong berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan yang mulia, sekarang aku adalah jendral dikerjakan mu" kata Leon.
"Hahahaha, baiklah kalau begitu lain kali aku akan memanggil namamu saja" kata raja Hector.
"Baiklah yang mulia, saya pergi dulu" kata Leon kemudian pergi dari hadapan raja.
Leon segera mencari dimana putri Elena berada, karena ia merasa bersalah padanya meskipun ia tidak tau kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga membuat putri Elena marah padanya, setelah berkeliling istana mencari putri Elena akhirnya Leon menemukannya di taman kerajaan, dia terlihat sedang duduk di tepi air mancur yang ada di tengah-tengah taman kerajaan tersebut.
Leon segera menghampiri putri Elena yang sedang duduk di taman "tuan putri, ternyata anda ada di sini" kata Leon.
Namun putri Elena hanya mendiamkan Leon dan malah memalingkan wajahnya dari Leon, tentu saja hal tersebut membuat Leon semakin pusing dan tak tau apa yang harus ia lakukan.
"Tuan putri, jika memang kesalahan yang telah saya buat sangat besar, silahkan tuan putri hukum saya" kata Leon sambil berjongkok di depan putri Elena.
"Hah.... laki-laki semuanya sama saja, kenapa mereka tidak pernah peka sama sekali" gumam putri Elena pelan.
"Apa maksud tuan putri?" tanya Leon bingung setelah mendengar ucapan Elena.
"Sudahlah, aku sudah tidak ingin jalan-jalan ke kota" ujar Elena.
"Lalu apa yang anda inginkan tuan putri?" tanya Leon.
"Tidak ada, aku hanya ingin menghabiskan waktu sendiri" ujar Elena dengan nada malas.
"Baiklah tuan putri, jika begitu saya tidak akan mengganggu anda" kata Leon kemudian tiba-tiba menghilang dari pandangan Elena
"Dasar bodoh, bodoh, bodoh!!!!, kenapa kau malah pergi, kenapa tidak mencoba untuk membujukku" kata putri Elena dalam hatinya.
Karena kesal ditinggalkan sendirian oleh Leon putri Elena kemudian pergi dari taman dan lansung pergi ke kamarnya, sementara itu Leon lebih memilih untuk duduk menyendiri di atas sebuah pohon di halaman belakang istana kerajaan.
Saat ini ia tengah memikirkan seseorang yang telah cukup lama ia tinggalkan dan juga, ia masih memiliki janji yang belum di tepati kepada orang tersebut, dan orang tersebut adalah Ashley anak Duke Arton, ketika Leon pergi meninggalkannya dia berjanji akan segera kembali dan menemuinya lagi namun sampai saat ini Leon masih belum memenuhi janji tersebut.
***
Dikediaman Duke Arton tepatnya di halaman belakang mansion miliknya, Ashley tengah duduk di sebuah kursi sambil memandang indahnya pemandangan kota awan meskipun pandangan matanya saat ini tertuju ke kota awan namun hati dan pikirannya saat ini entah berada di mana.
Duke Arton serta istrinya hanya bisa menghela nafas panjang melihat putri mereka yang tidak pernah ceria ataupun tersenyum lagi sejak kepergian Leon, meskipun Duke Arton dan istrinya sudah berusaha untuk menghiburnya namun tetap saja semua yang mereka lakukan sia-sia, dan hanya satu orang yang akan membuat putri mereka tersenyum lagi yaitu Leon.
Duke Arton dan istrinya kemudian berjalan mendekati putri mereka yang sedang termenung.
"Putriku, apa kau masih memikirkan Leon?" tanya Maria
"Benar bu, aku tidak bisa berhenti memikirkannya" kata Ashley sambil memandang cincin yang ada di jari manisnya.
"Dengar nak, Leon itu adalah kesatria yang sangat hebat, jadi ibu yakin dia akan baik-baik saja" kata Maria mencoba menghibur anaknya.
"Ah... ya, ayah baru ingat ketika ayah pergi membantu kerajaan Harvest, ayah pernah bertemu dengannya" kata Duke Arton.
"Benarkah itu yah?, apakah Leon baik-baik saja?, apakah dia mengatakan sesuatu?, atau apakah dia bilang kapan dia akan kembali?" Ashley lansung bersemangat ketika mendengar ayahnya pernah bertemu Leon.
"Hahahaha sabar putriku, saat itu kalau tidak salah Leon pernah bilang dia akan segera kembali, namun ayah juga tidak tau kapan pastinya" jawab Duke Arton.
"Dan kau tau, dia bahkan diangkat menjadi jendral tertinggi oleh raja Hector" kata Duke Arton dengan bangga.
"Benarkah, berarti saat ini dia berada di kerajaan Harvest?" tanya Ashley penasaran.
"Kalau itu ayah tidak tau nak, karena setelah membantu kerajaan Harvest Leon lansung pergi dia bahkan tidak menghadiri upacara pengangkatannya menjadi jendral" ucap Duke Arton menjelaskan.
"Leon kapan kau akan kembali, aku sudah sangat merindukanmu" gumam Ashley pelan.
Raut wajahnya yang semula ceria, kini berubah menjadi murung lagi ketika menyadari bahwa Leon entah dimana, dan entah kapan dia akan kembali, bahkan Ashley sempat berfikir bahwa Leon telah memiliki seorang kekasih di luar sana sehingga dia tidak ingat lagi dengan dirinya.