
Ditengah keterkejutan mereka semua karena kemunculan 30 bayangan hitam itu, di bangku khusus Leon malah tertawa dan bertepuk tangan karena merasa bangga kepada Guts yang telah berhasil menguasai skill darinya meskipun belum sempurna.
"Hahahaha bagus-bagus, kau tidak membuatku kecewa" kata Leon sambil bertepuk tangan.
"Terimakasih tuan" gumam Guts.
"Hey apa yang kalian tunggu habisi mereka!!" Edward berteriak kepada anggota guildnya.
"Baik pemimpin!" jawab mereka serempak.
"Heh jangan pernah meremehkan seorang Assassin" gumam Guts.
Sebelum seratus anggota guild Nightmare sempat maju untuk menyerang mereka bertiga, ketiga puluh bayangan yang di ciptakan oleh Guts sudah terlebih dahulu melesat maju untuk menyerang mereka semua.
"Arrkkhhhh!!"
"Arrkkhhhh!!"
"Arrkkhhhh!!"
Teriakan terus saja terdengar dari atas panggung bersamaan dengan terjatuhnya setiap anggota guild Nightmare, dan hanya dalam hitungan detik keseratus anggota guild telah dilumpuhkan oleh semua bayangan Guts.
"Ti-tidak mungkin, seratus anggota guild Nightmare kalah hanya dalam sekali serangan"
"Siapa sebenarnya tiga orang ini?"
"Aku rasa kali ini guild Nightmare telah menyinggung orang yang salah"
Para penonton yang menyaksikan hal tersebut sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, mereka semua bersorak gembira memuji kehebatan dan kekuatan Guts.
"Satu orang saja sangat hebat, lalu bagaimana jika mereka bertiga mengeluarkan kekuatan bersama?"
"Luar biasa!"
"Sangat hebat"
Ditengah riuhnya suara penonton yang bersorak-sorai, pemimpin guild Nightmare malah menjadi gelisah raut wajahnya sangat jelek dan tubuhnya sedikit bergetar.
"Kalau tau mereka sangat hebat aku pasti tidak akan mengganggu mereka" gumam Edward pelan.
"Brody ini semua salahmu, jika saja kau tidak menyinggung mereka maka anggota kita tidak akan kalah" kata Edward marah.
"Ma-maaf pemimpin" jawab Brody.
"Baiklah sudah saatnya kita turun tangan" ucap Edward.
"Baik pemimpin" jawab mereka serempak
Edward dan semua ketua guild Nightmare melompat naik ke atas arena untuk menghadapi ketiga pengawal Leon, mereka semua memancarkan aura yang sangat kuat serta mengintimidasi.
"Hahahaha aku akui kalian memang hebat, dan aku juga telah meremehkan kalian, namun sekarang akan berbeda karena kami akan menghancurkan kalian bertiga" kata Edward sombong.
"Homer, Dante, Giovanni, Nico, Brody, bentuk formasi" kata Edward memberi perintah.
"Baik pemimpin" jawab mereka kemudian membentuk sebuah formasi.
Homer di posisi paling depan karena dia seorang Guardian, lalu di belakangnya ada Dante yang merupakan seorang Assassin, Edward dan Brody berada di sisi kiri dan kanan Dante karena mereka adalah warior lalu di posisi belakang ada Giovanni dan Nico yang merupakan Mage.
"Wah, wah, posisi kalian sangat keren ya" kata Xin.
"Apa kita juga perlu membuat formasi?" tanya Xin
"Memangnya kita punya Formasi?" tanya Asta bingung.
"Bodoh, jangan bilang begitu" kata Xin bisik-bisik.
"Sudahlah jangan bercanda lagi, apa kalian ingin tuan marah" ujar Guts.
"Baiklah mari kita tunjukkan pada mereka, kekuatan dari para Lone Wolf" kata Xin semangat.
Para penonton serta anggota guild Nightmare menjadi terkejut ketika mereka mendengar nama Lone Wolf, nama tersebut sepertinya tidak asing bagi mereka hanya saja mereka semua tidak ingat pernah mendengar nama itu dimana.
"Kau benar, aku juga pernah dengar hanya saja aku lupa" jawab temannya.
"Aku tidak peduli apapun nama kalian, bersiaplah untuk menerima kekalahan" kata Edward.
Edward dan Brody lansung berlari ke depan, sementara Dante menggunakan skill Assassin miliknya untuk menyerang secara diam-diam, tidak hanya itu Edward juga memerintahkan Nico dan Giovanni untuk menyerang mereka bertiga dengan kekuatan sihir, sementara Homer melindungi kedua Mage tersebut.
"Hahahaha mereka berdua ternyata warior, akan aku hadapi keduanya" teriak Xin kemudian lansung maju untuk menghadapi Edward dan Brody.
"Kau fikir bisa melukaiku dengan bersembunyi" gumam Guts dan lansung menghilang dari pandangan semua orang.
"Hahaha kita sama-sama Guardian dan sebaiknya kau lindungi kedua Mage itu dengan baik" kata Asta kemudian dia berlari sambil menahan setiap bola api yang diarahkan kepadanya.
"TRAANGG!!"
"TRAANGG!!"
"BOOMMM!!"
Suara pedang serta suara ledakan menggema di seluruh arena pertarungan, para penonton di buat takjub dengan pertarungan yang sangat hebat itu, mereka semua mengagumi Xin dan teman-temannya meskipun mereka hanya bertiga namun mereka terlihat tidak kesulitan menghadapi pemimpin dan seluruh ketua Nightmare.
"Hahaha hanya ini kekuatan yang kalian banggakan" kata Xin.
"Berani sekali kalian mengganggu tuan dan nona kami, dan karena kalian tuan marah padaku, kalian semua akan menerima akibatnya!!" Xin berteriak dengan keras kemudian menyerang Edward dan Brody dengan ganas.
"Eh, kapan aku marah padanya" gumam Leon pelan.
"Ashley kapan aku memarahi Xin?" tanya Leon.
"Entahlah aku juga tidak tau" jawab Ashley.
"Mungkin itu hanya perasaannya saja" gumam Shin.
Pertarungan terus berlanjut dan belum nampak tanda-tanda akan ada yang kalah, begitu juga dengan Asta meskipun dia seorang Guardian dan menghadapi tiga orang sekaligus namun sama sekali tidak kelihatan bahwa dia kesusahan ataupun terdesak.
Sementara Guts dan Dante, gerakan mereka berdua sangat cepat tidak ada seorangpun dari penonton yang bisa melihat mereka berdua kecuali hanya bayangannya saja, namun tidak dengan Leon dia masih sangat mudah melihat setiap gerakan dari kedua Assassin tersebut.
"TRAANGG!!"
"TRAANGG!!"
"TRAANGG!!"
"BOOMMM!!"
Suara besi yang beradu serta suara dari ledakan bola api terus terdengar namun lagi-lagi belum ada satupun dari mereka yang nampak lelah ataupun akan kalah, mereka masih saja bertarung dengan segenap kekuatan yang mereka punya.
"Sial kapan kau akan kalah!!" Brody berteriak kesal karena lawannya tak kunjung kalah.
"Hahaha aku akan kalah kalau tuanku meminta aku kalah, namun sayangnya dia memintaku untuk menang" jawab Xin.
Pertarungan sengit tersebut berlangsung sangat lama, hingga akhirnya salah satu tendangan Xin yang sangat kuat berhasil mengenai Brody dan membuatnya terpental beberapa meter ke belakang hingga keluar arena dan menabrak dinding pembatas hingga memuntahkan seteguk darah segar.
"Satu tumbang tinggal satu lagi" kata Xin.
"Jangan sombong kau!" kata Edward kemudian mengeluarkan aura miliknya.
"Sial, ternyata Grand Master tingkat 1" gumam Xin.
"Aku tidak akan kalah" kata Xin, aura yang kuat meledak dari tubuhnya meskipun begitu kekuatan auranya masih kalah dari aura milik Edward yang berlevel Grand Master.
Tidak jauh dari mereka berdua, dua orang tiba-tiba muncul dan salah satunya sudah penuh dengan luka di seluruh tubuhnya mereka berdua adalah Guts dan Dante.
"A-aku menyerah!!" kata Dante, dia sudah tidak kuat bertarung karena perbedaan kekuatan serta tingkatan mereka sangat berbeda jauh.
"Kalau begitu segera keluar dari arena, atau aku sendiri yang akan mengeluarkanmu" kata Guts.
Dante tidak menjawab perkataan Guts melainkan lansung berdiri dan lansung berlari keluar arena pertarungan untuk menghindari Guts.