THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Guild Nightmare



Saat ini Leon, Ashley dan juga Guts tengah duduk di sebuah restoran mewah yang ada di Green Town yaitu restoran Barney Ristorante, sambil menunggu pesanan mereka bertiga berbincang-bincang ringan mengenai hal-hal yang sering mereka lakukan, namun obrolan mereka terganggu karena ada yang mencari masalah.


"Hey nona cantik bisakah kau menemani aku minum?, aku janji akan memberikan bayaran yang lebih dari pria itu" kata salah seorang pelanggan bertubuh besar.


"Maaf tuan tapi saya rasa anda salah faham" kata Ashley.


"Hahahaha aku tidak salah faham nona, dan asal kau tau saja aku pasti bisa lebih memuaskan mu dari pada pria kecil ini" kata orang tersebut sambil menunjuk Leon.


"Kurang ajar, jaga mulutmu sialan" bentak Guts.


"Berani sekali kau berteriak padaku bocah, bersujud dan minta maaf sekarang maka akan aku ampuni nyawamu itu" kata pria besar itu.


"Bukankah seharusnya kau yang bersujud" jawab Guts dengan tatapan dingin.


"Sialan apa kau tau siapa aku, aku adalah Brody petualang rank A dari guild Nightmare, apa kau pikir kau akan selamat setelah menyinggungku" kata orang yang bernama Brody tersebut.


"Hanya petualang rank B apa yang aku sombongkan" ujar Guts.


Karena mendengar keributan di restoran seorang pria paruh baya segera mendatangi tempat keributan tersebut dan mencoba untuk menenangkan situasi.


"Maaf tuan-tuan, jika kalian ingin berkelahi aku mohon jangan di dalam restoran ini" kata pria paruh baya tersebut.


"Bre****k, siapa kau pak tua" ujar Brody.


"Aku adalah Barney, pemilik restoran ini" jawab pria paruh baya yang bernama Barney tersebut.


"Bagus kau ada di sini, segera usir mereka jika tidak akan aku acak-acak restoran mu ini" ucap Brody.


"Jangan terlalu sombong jika tidak ingin malu" ujar Guts.


"Sialan kau, jaga omongan mu itu, dan kau nona jika kau menemani aku malam ini maka aku akan melepaskan temanmu ini" ucap Brody.


"Brakkkk!!!" Leon memukul meja dengan tangan kirinya dan membuat meja tersebut hancur, dan membuat mereka semua diam sekaligus terkejut.


"Hey, apa yang kau lakukan bocah" kata Brody kesal.


"Aku sudah mencoba untuk sabar dan diam, tapu kau terus saja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak bisa aku maafkan, dan kau tau hukuman untuk mereka yang melakukan itu adalah MATI" kata Leon


Guts lansung melesat dengan sangat cepat kearah Brody dalam sekejap sebuah pisau sudah terletak di lehernya dan siap kapan saja untuk merenggut nyawanya.


"Kau bisa saja menghinaku sesukamu tapi jangan pernah kau menghina keluargaku ataupun orang-orang yang aku sayangi, dan kau tau apa kesalahanmu tuan petualang, kau sudah merendahkan istriku" kata Leon dengan nada dingin.


"Aarrghhhhh"


Brody berteriak kesakitan setelah tangan kirinya tiba-tiba terlepas dari tempatnya dan jatuh ke lantai restoran, mereka semua terkejut melihat sebuah tangan yang sudah tergeletak di lantai sekaligus bergidik ketakutan, tak seorangpun dapat melihat bagaimana tangan itu bisa putus bahkan Guts yang sedang ada di sebelah Brody juga tak menyadari hal itu.


"Aarrghhhhh, tanganku"


"Kau beruntung karena hari ini aku tidak ingin mengacaukan waktuku bersama istriku jika tidak sudah pasti kepalamu yang akan ada di lantai saat ini" kata Leon santai.


Meskipun Leon mengucapkan kata-kata tersebut dengan santai namun bagi mereka yang mendengarnya Leon sangatlah mengerikan, mereka semua beruntung karena tidak menyinggung orang tersebut jika tidak sudah pasti mereka akan bernasib sama seperti Brody.


Brody lansung lari meninggalkan restoran itu, sementara yang lainnya kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, namun suasana restoran yang awalnya sangat ramai sekarang berubah menjadi sangat sepi dan canggung, tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara.


"Tuan apakah pesanan kami masih lama?" tanya Guts pada pelayan.


"I-iya tu-tuan, sebentar lagi akan selesai" jawab pelayan gugup.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan akhirnya telah selesai bahkan mereka juga mendapatkan beberapa bonus dari pemilik restoran, karena sudah sangat lapar mereka lansung makan dengan lahapnya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa di tempat itu.


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang pria dengan tangan kiri yang sudah buntung tengah berlari dengan sekuat tenaga menuju ke sebuah bangunan, pria tersebut adalah Brody dan bangunan yang ia tuju adalah markas dari guild Nightmare.


"Brody apa yang terjadi padamu?" tanya salah seorang pria ketika melihat Brody datang dengan tangan yg sudah putus.


"Tolong aku, aku di serang oleh seseorang" kata Brody.


"Apa!!!, siapa orang di kota ini yang berani menyerang anggota guild Nightmare" ujar salah seorang pria berbadan besar.


"Dante,Homer, panggil yang lainnya dan kita cari orang yang berani mencari masalah dengan kita"


"Baik master Edward" jawab mereka berdua.


"Brody, minta Giovanni mengobati lukamu setelah itu kau tunjukkan jalan ke tempat orang yang sudah menyerang mu" ucap pria yang di panggil Edward


"Baik master" jawab Brody dan kemudian pergi dari ruangan tersebut.


"Sudah lama aku diam di sini, sepertinya ini kesempatan bagus untuk menunjukkan sekali lagi pada warga kota bahwa guild Nightmare adalah Guild terkuat di kerajaan ini" gumam Edward.


"Dan untuk kau yang sudah berani mengganggu ketenangan ku, kau harus bersiap menerima akibat dari perbuatan mu itu, hahaha" lanjutnya.


Edward kemudian pergi dari ruangan tersebut menuju ke halaman belakang bangunan itu, ketika sampai di sana dia di sambut oleh semua anggota guild Nightmare yang berjumlah seratus orang dengan semua anggota yang merupakan petualang peringkat B.


Guild Nightmare sendiri merupakan guild terkuat di kerajaan Harvest karena semua anggota mereka merupakan petualang kuat, guild Nightmare sendiri memiliki lima ketua yang merupakan petualang peringkat A dan pemimpinnya sendiri merupakan petualang peringkat S.


Namun mereka semua sangatlah sombong dan sering menindas petualang dengan rank yang lebih rendah, serta mereka juga sering meresahkan para penduduk kota dengan meminta pajak pada mereka.


Tidak ada yang berani melaporkan perbuatan mereka kepada raja, karena mereka di ancam akan di bunuh oleh anggota Nightmare jika mereka berani melaporkan hal tersebut kepada raja.


Mereka juga terkenal pemalas dan tidak mau membantu kerajaan, mereka hanya akan membantu jika mereka mendapatkan bayaran yang sangat besar, bahkan mereka akan memaksa para pedagang yang telah menyewa mereka untuk membayar dengan harga berkali-kali lipat dari yang telah di setujui.


Sementara itu pemimpin mereka yang merupakan petualang peringkat S malah membiarkan setiap anggotanya berbuat sesuka hati, dia tidak pernah mau ikut campur bahkan tak jarang dia juga ikut melakukan hal yang sama seperti para anggota guildnya untuk merampas harta para penduduk kota.