
Keesokan harinya sesuai perintah raja para pasukan kerajaan dan juga pasukan para bangsawan telah berkumpul, mereka semua telah siap untuk menuju ke perbatasan, Leon dan Lyon juga nampak telah siap untuk berangkat.
Ketika mereka semua berada di hadapan para prajurit yang menjadi sorotan para prajurit adalah dua orang pria dengan armor yang sangat mencolok dan indah serta di sisi mereka ada seekor serigala yang sangat besar, mereka semua hartanya-tanya tentang dua pria dan serigala itu dalam hati mereka masing-masing.
"Pasukan, dengarkan aku kita akan pergi ke perbatasan untuk menghadapi semua pasukan monster yang menyerang kita, jika ada di antara kalian yang takut maka sekarang pulanglah dan jangan lagi menjadi prajurit kerajaan ini" ucap jendral Robert.
"Jangan khawatir semuanya, Duke Andrew sedang berada di kerajaan Torterres saat ini, untuk meminta bantuan jadi kita hanya perlu bertahan sampai pasukan bantuan datang, kalian semua akan ada di bawah pimpinan jendral Robert dan untuk pasukan para bangsawan tetaplah di bawah komando pemimpin kalian" ucap raja.
"Dan satu hal lagi perkenalkan mereka berdua adalah dua kesatria hebat yang telah menyelamatkan aku sewaktu di hutan, jadi aku meminta bantuan mereka berdua dan ingat ini mereka berdua tidak di perintah oleh pihak manapun, dan aku telah memberi mereka izin untuk bertindak di medanperang nanti" lanjutnya.
"Apa, memangnya siapa dua orang itu, sampai raja memberi izin mereka untuk bertindak sesuka hati"
"Aku rasa mereka hanyalah pemuda yang baru belajar memegang pedang, mungkin di medan perang nanti mereka hanya akan bersembunyi, di bawah ketiak raja".
"Hey, jangan terlalu keras nanti merek berdua bisa dengar".
"Ya ampun andai saja aku bisa memiliki armor itu"
"Jika mereka berdua mati, aku akan mengambil armor harimau itu"
"Bagaimana kalau kita bagi dua"
"ya aku setuju!"
Berbagai macam perkataan dilontarkan kepada Leon dan Lyon namun Leon tidak menghiraukan hal itu, sebaliknya Lyon menjadi sangat marah dan kesal andai saja tidak ada Leon mungkin dia sudah membungkam mulut mereka semua.
"Baiklah semuanya mari kita bergerak" ucap raja memberi perintah.
Mereka semua mulai bergerak menuju perbatasan tepatnya di kota Esther yang akan menjadi kota pertama yang di serang oleh pasukan monster, mereka menaiki dark horse dan hanya raja, jendral serta para Duke yang menaiki Shadow Wolf sebagai tunggangan mereka.
Namun lagi-lagi, Leon dan Lyon menjadi sorotan para prajurit bagaimana tidak ukuran serigala yang menjadi tunggangan mereka sangatlah besar bahkan lebih besar daripada serigala milik raja, jika shadow wolf sebesar kuda biasa maka, Wind Wolf dua kali lebih besar dari mereka dan tentu saja itu bukan ukuran sebenarnya dari seekor hewan suci seperti wind wolf.
***
Sementara itu Duke Andrew telah sampai di kerajaan Torterres dan kedatangannya di sambut hangat oleh raja Hermes yang merupakan raja dari kerajaan Torterres.
Kerajaan Torterres dan kerajaan Harvest sendiri merupakan dua kerajaan yang berdekatan dan hanya di batasi oleh hutan besar Forgotten, hal ini pulalah yang membuat raja Hermes dan juga raja Hector menjalin persahabatan, tak jarang mereka saling bantu apabila salah satu kerajaan mendapatkan masalah.
"Selamat datang Duke Andrew, apa yang membawamu datang ke kerajaan ku" tanya raja.
"Salam hormat yang mulia, hamba minta maaf jika kedatangan hamba mengganggu waktu yang mulia, hamba datang membawa pesan dari raja kami yang mulia, beliau meminta bantuan atas masalah yang tengah menimpa kerajaan kami" jawab Duke Andrew.
"Masalah apa itu, hingga Hector tak sempat mengunjungi ku" tanya raja.
"Begini yang mulia, kerajaan kami tengah terancam hancur akibat serangan dari para monster dan juga sudah di pastikan bahwa dalam penyerangan ini ras Demon ikut andil di dalamnya yang mulia" jawab Duke Andrew.
"Baik yang mulia" jawab jendral Alex dan kemudian pergi meninggalkan istana dan menuju kediaman para bangsawan, di sana dia lansung memanggil ketiga Duke dan beberapa bangsawan yang berpengaruh untuk hadir menemui raja.
Setelah agak lama menunggu akhirnya jendral Alex kembali ke ruang singgasana bersama para bangsawan, mereka semua kaget saat mengetahui bahwa di dalam istana ada seorang bangsawan dari kerajaan Harvest.
"Salam hormat yang mulia" ucap mereka serempak memberikan hormat.
"Ya, terimakasih telah datang, aku memiliki berita penting untuk kalian semua, kerajaan Harvest saat ini tengah dalam ancaman bahaya, karena serangan dari bangsa Demon dan juga Monster iblis, jadi untuk itu aku ingin mengirimkan bala bantuan ke sana" ucap raja.
"Masalahnya tidak mungkin kita semua pergi dan meninggalkan kerajaan kita tanpa penjagaan jadi aku ingin diantara kalian bertiga, ada yang tinggal dan ada yang pergi" lanjutnya.
"Biarkan hamba yang pergi yang mulia" jawab Duke Arton.
"Hamba juga akan ikut pergi yang mulia" ujar Duke Felix.
"Baiklah jika demikian, maka siapkan pasukan kalian berdua dan segeralah berangkat ke kerajaan Harvest" ucap raja memberi perintah.
"Laksanakan yang mulia" jawab mereka berdua serempak, dan kemudian pergi meninggalkan istana.
"Sialan, kenapa mereka berdua selalu saja selangkah lebih dulu dariku, tapi tidak masalah setidaknya pasukan ku akan tetap utuh" gumam Duke Abigail dalam hatinya.
"Yang mulia, kalau begitu hamba juga akan ikut bergabung bersama mereka" ucap Duke Andrew.
"Baiklah Duke Andrew, sampaikan permintaan maaf ku pada raja Hector karena tidak bisa datang ke sana" jawab raja.
"Baik yang mulia" ucap Duke Andrew dan kemudian pergi meninggalkan istana menyusul Duke Arton dan juga Duke Felix.
"Maaf tuan, perkenalkan nama saya adalah Duke Andrew" ucap Duke Andrew memperkenalkan dirinya.
"Saya adalah Duka Arton" jawab Duke Arton
"Dan saya adalah Duke Felix" jawab Duke Felix.
"Baiklah, Duke Arton dan Duke Felix saya harap kita bisa menjadi teman baik" ucap Duke Andrew.
"Tentu saja" jawab mereka berdua serempak.
Mereka kemudian menuju ke kediaman masing-masing sementara Duke Andrew memilih untuk ikut ke kediaman Duke Arton.
Sesampainya di kediaman Duke Arton, Duke Andrew sangat kagum ketika dia melihat pemandangan indah kerajaan dari halaman kediaman Duke Arton, karena memang kediaman Duke Arton ada di atas sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi namun sudah bisa melihat seisi kota kerajaan dari atasnya.
Duke Arton berpamitan kepada anak serta istrinya, ketika dia mengatakan bahwa dia akan pergi berperang nampak raut kekhawatiran terlukis di wajah anak dan juga istrinya itu, namun Duke Arton meyakinkan keduanya bahwa dia akan kembali dengan selamat.