
Hari-hari kembali berlalu raja serta para jendral sudah meninggalkan kerajaan Harvest untuk mengikuti kompetisi para jendral sedangkan Leon dan ketiga bawahannya tengah bersiap-siap untuk pergi ke arena kerajaan.
"Sayang apa kau yakin ingin ikut?" tanya Leon.
"Iya aku yakin, aku ingin menemanimu" jawab Ashley.
"Oke kalau begitu mari kita berangkat" kata Leon.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke luar istana dan ketika mereka sampai di depan istana mereka berdua di sambut oleh Xin, Asta, dan Guts yang sudah siap untuk berangkat.
"Kalian sudah siap?" tanya Leon.
"Sudah tuan" jawab mereka serempak.
"Baiklah kalau begitu mari kita segera berangkat" kata Leon.
"Sebentar aku merasakan energi kuat pagi ini, Guts kau sudah naik tingkat?" tanya Leon menghentikan langkah mereka.
"Hehehe benar tuan, sejak mendapat skill dari tuan tingkatanku naik dari master tingkat 6 menjadi tingkat 9" kata Guts menjelaskan.
"Apa!!!" mereka semua terkejut kecuali Leon.
"Hey, hey kenapa kau tidak bilang pada kami?" kata Asta kesal.
"Bahkan tingkatanmu berada di atasku" kata Xin.
"Hahaha maaf aku lupa beritahu kalian" ujar Guts sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Sudahlah jangan di pikirkan kami turut senang untukmu" kata Xin
"Benar" ujar Asta
"Baiklah mari kita berangkat sekarang" ucap Leon.
"Baik tuan!" jawab mereka serempak
Mereka berlima berangkat menggunakan kereta kuda yang telah di siapkan oleh Xin sebelumnya, sementara di arena pertarungan anggota guild Nightmare sudah siap menunggu kedatangan lawan mereka, para penduduk yang penasaran juga mulai memenuhi kursi penonton arena pertarungan.
"Pemimpin apa mereka akan datang?" tanya Dante
"Entahlah yang pastinya jika mereka tidak datang kita akan serang mereka, agar tidak ada lagi yang mengancam keberadaan kita di kota ini" jawab Edward.
"Tapi orang yang terluka waktu itu sangatlah kuat, jika dalam keadaan terluka saja dia bisa sekuat itu bagaimana jika dia dalam keadaan prima?" kata Homer pelan
"Dante apa kau tau skill apa yang orang itu gunakan?" tanya Edward.
"Entahlah pemimpin, sekilas itu seperti Shadow Clone tapi rasanya tidak mungkin bisa membuat bayangan dengan sangat banyak, bahkan Assassin tingkat S di kerajaan kita hanya bisa membuat 5 bayangan dan itu sudah termasuk hebat" jawab Dante.
"Baiklah kalau begitu orang itu harus kita waspadai" ujar Edward
"Lalu apa strategi yang harus kita lakukan pemimpin?" tanya Giovanni
"Jangan khawatir lawan kita hanya tiga orang, sedangkan anggota kita ada seratus orang dengan kekuatan petualang rank B serta tingkatan level jendral tingkat 3, kita kerahkan semua kekuatan untuk menghadapi mereka semua" kata Edward.
"Baik pemimpin" jawab mereka serempak.
Ketika mereka membicarakan tentang strategi yang harus di gunakan Leon dan yang lainnya akhirnya sampai di arena pertarungan, mereka hanya berlima dengan satu perempuan dan sama sekali tidak ada bantuan.
"Lihat apa mereka yang akan melawan guild Nightmare?"
"Jika hanya berlima seperti itu mereka sama saja dengan mengantarkan nyawa"
"Benarkah?"
"Kalau begitu mereka memang akan menghantarkan nyawa"
Para penonton yang hadir ramai membicarakan Leon dan teman-temannya yang baru saja datang, bagi mereka yang belum mengetahui kekuatan Leon hanya mengatakan kalau Leon dan teman-temannya hanya mengantarkan nyawa saja.
Namun mereka yang telah menyaksikan bagaimana kekuatan Leon saat menghadapi seluruh anggota guild Nightmare seorang diri bahkan hampir membasmi mereka hanya dengan satu skill, mereka hanya diam dan tidak berani berkomentar.
Leon dan Ashley lansung berjalan ke kursi yang yang kosong, sementara Xin, Asta, dan Guts lansung berdiri di tengah-tengah arena, mereka sudah tidak sabar untuk menghabisi guild yang telah menghina tuan mereka, terutama Xin dia sangat kesal karena kecerobohannya ia sampai ditegur oleh tuannya.
Meskipun Leon tidak marah sama sekali, namun bagi Xin itu adalah sebuah teguran yang sangat keras untuknya, dia merasa sangat lalai dalam menjalankan tugas terlebih dia juga sangat iri dengan Guts karena berhasil mendapatkan hadiah dari tuan mereka.
"Aku akan menunjukkan kekuatanku dan akan aku basmi mereka semua" gumam Xin pelan.
"Tenanglah teman kau harus sabar" ujar Guts.
"Aku tidak bisa tenang Guts, aku ingin memperbaiki kesalahanku pada tuan dengan menghabisi mereka semua" ucap Xin.
"Kau benar Xin, aku juga tidak akan mengampuni mereka semua" ujar Asta.
"Terserah kalian" gumam Guts pelan.
Leon dan Ashley hanya bisa menggelengkan kepala mereka pelan melihat tingkah laku kedua bawahannya, Leon tau betul apa yang saat ini di pikirkan oleh Xin dan Asta karena mereka berdua adalah tipe orang yang tidak bisa tenang.
"Baiklah karena kalian sudah datang maka, akan aku mulai pertandingan ini" kata seseorang sambil naik ke panggung.
"Aku akan menjadi wasit di pertandingan kali ini, karena raja sedang tidak ada jadi aku harus memimpin lansung pertandingan ini dan juga aku merupakan orang yang bertanggung jawab untuk mengurus arena pertarungan ini, dan namaku adalah Afro" kata Afro memperkenalkan siapa dirinya.
"Pemimpin guild Nightmare dan tuan muda yang ada di sana, bagaimana aturan pertarungan ini?, apakah satu lawan satu atau bagaimana?" tanya Afro
"Sat.."
"Kerahkan saja semuanya, mereka bertiga akan menghadapi seluruh anggota guild Nightmare" kata Leon memotong ucapan Edward.
"Sialan jangan sombong kau" ujar Homer.
"Tuan kami tidak sombong, dan aku tidak ingin berlama-lama di sini, kerahkan seluruh anggota guild kalian atau berlutut dan menyerah di hadapan tuanku" kata Xin tegas.
"Hahaha tidak aku sangka bahkan bawahannya lebih sombong dari tuannya" ujar Edward.
"Baiklah kalian semua turun ke arena dan habisi mereka" kata Edward memberi perintah.
Seratus orang segera turun ke arena dan mengepung mereka bertiga, semuanya mengeluarkan aura membunuh yang kuat bahkan mereka mencoba untuk menindas ketiganya dengan gabungan aura mereka.
"Hahaha hanya semut-semut lemah yang berlagak kuat di depan serigala" kata Xin.
Mereka bertiga mengeluarkan aura mereka yang sangat kuat, bahkan aura mereka bertiga bukan tandingan dari gabungan seratus aura anggota guild Nightmare.
"Ti-tidak mungkin level mereka bertiga adalah Master, seluruh anggota kita hanya akan habis di tangan mereka" ujar Nico.
"Guts, tunjukkan padaku perkembangan dari latihan yang kau lakukan selama tiga hari ini" Leon berteriak.
Guts tersenyum setelah mendengarkan ucapan Leon yang artinya dia sudah mendapatkan persetujuan dari Leon untuk menggunakan skillnya.
"Shadow Clone"
Tiba-tiba saja banyak bayangan bermunculan di atas arena hingga membuat anggota guild Nightmare menjadi kaget, tidak hanya mereka bahkan para penonton juga ikut kaget dengan kemunculan bayangan yang sangat banyak itu, bahkan bayangan tersebut semakin bertambah banyak hingga akhirnya berhenti dan di atas arena sudah ada 30 bayangan hitam.