
Duke Arton yang telah di bawa menemui pemimpin desa menceritakan pada pemimpin desa tersebut bahwa ia tengah membutuhkan pertolongan.
"Jadi pertolongan apa yang bisa kami lakukan tuan" kata pemimpin desa.
"Begini pemimpin, keluargaku saat ini sedang berada di hutan dan menantuku sedang terluka parah, jadi aku mohon pemimpin bantu aku untuk membawa menantuku ke desa ini" kata Duke Arton memohon.
"Baik tuan, kalau begitu aku akan segera mengumpulkan beberapa orang" kata pemimpin desa tersebut.
Setelah selesai mengepulkan beberapa warga, mereka kemudian mengikuti Duke Arton masuk ke hutan namun para warga merasa ada sesuatu yang aneh begitu juga dengan pemimpin desa mereka merasa bahwa jalan tersebut menuju ke reruntuhan markas bandit serigala malam.
"Tuan, kemana tuan akan membawa kami?" tanya pemimpin desa.
"Di depan sana ada sebuah reruntuhan tuan, dan keluargaku ada di sana" kata Duke Arton.
Pemimpin desa serta beberapa warga mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal yang aneh, sudah jelas bahwa bandit serigala malam telah di musnahkan oleh tuan mereka jadi tidak mungkin kalau pria dengan pakaian mewah itu merupakan salah satu dari bandit serigala malam yang tersisa.
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Duke Arton serta yang lainnya sampai di reruntuhan tersebut, Duke Arton lansung membawa mereka semua menuju ke reruntuhan yang berada di paling ujung, ketika mereka sampai di sana pemimpin desa serta para warga tersebut lansung kaget pasalnya mereka tau pria yang pingsan dan harimau putih itu siapa.
"Tuan Leon!!!" kata para warga kaget.
Duke Arton dan keluarganya juga ikut kaget karena mendengar para warga tersebut menyebut nama Leon.
"Tu-tuan dia adalah pemimpin kami, bagaimana dia bisa terluka separah ini?" tanya pemimpin desa.
"Ceritanya sangat panjang, tapi syukurlah kalau kalian mengenal menantuku, sebaiknya kita segera menolongnya" kata Duke Arton.
"Cepat bawa tuan, dan tuan Lyon ke desa" kata pemimpin desa tersebut.
Mereka kemudian membawa tubuh Leon dan Lyon menggunakan tandu yang sebelumnya telah di bawa oleh para warga, di perjalanan pulang Duke Arton akhirnya mengetahui bahwa desa tersebut merupakan desa yang pernah Leon ceritakan.
"Jadi kalau boleh saya tau pemimpin ini siapa, dan kita ada dimana?" tanya Duke Arton.
"Jangan seperti itu tuan panggil saja aku Ronald, namun tuan Leon merupakan pemimpin yang sesungguhnya, berkat dia juga desa kami bisa terbebas dari bahaya yang mengancam, sebenar reruntuhan tadi itu merupakan bekas markas bandit yang pernah di tumpas oleh tuan Leon bersama harimau putih itu, setelah kejadian itu kami semua memutuskan mengangkat tuan Leon menjadi pemimpin kami.."
"Dan saat ini kita berada di daerah tak bertuan yang berada sangat jauh dari semua kerajaan, dan nama desa kami adalah Desa angin" kata Ronald menjelaskan.
"Jadi begitu, ini adalah wilayah yang dulu Leon ceritakan" gumam Duke Arton.
"Lalu tuan ini sebenarnya siapa?, aku rasa tuan bukanlah orang biasa mengingat pakaian yang tuan kenakan sangatlah bagus" tanya Ronald.
"Begini tuan Ronald, aku sebelumnya adalah seorang bangsawan dari kerajaan Torterres namun karena ada yang merasa iri padaku jadi aku dituduh telah membantu seorang mata-mata untuk menyelinap dan yang lebih parah lagi mereka malah mengatakan bahwa Leon adalah mata-mata itu" kata Duke Arton menjelaskan.
"Ternyata tuan adalah bangsawan pantas saja" ucap Ronald tersenyum.
"Sekarang aku bukan lagi bangsawan tuan Ronald, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku saat ini" ujar Duke Arton pelan.
"Tenanglah tuan, tuan Leon adalah pemimpin kami dan tuan adalah ayah mertuanya tentu saja kami akan menyambut keluarga pemimpin kami dengan senang hati di desa" ucap Ronald.
Setelah beberapa jam perjalanan mereka akhirnya sampai di desa pada malam hari, setelah itu Ronald lansung membawa mereka semua kerumahnya, Reyna sangat syok ketika melihat Leon terbaring tak sadarkan diri dengan tubuh berlumuran darah.
"Tenanglah nak tuan saat ini sedang terluka, jadi sebaiknya nanti saja kita bahas" kata Ronald.
Ronald memanggilkan tabib desa untuk mengobati Leon dan juga Lyon, namun tabib tersebut hanya mampu mengobati luka luar saja sedangkan untuk luka dalam tabib tersebut tidak mampu.
"Luka dalam tuan Leon sangat parah karena sebelum dia diserang dengan racun yang sangat ganas, dan juga saat ini tuan Leon sangat lemah karena terlalu memaksakan diri saat sedang terluka, jadi kita hanya bisa berdoa saja untuk kesembuhannya, sementara untuk tuan Lyon aku rasa tidak bisa di selamatkan lagi.." kata tabib tersebut pelan.
"Tidak bagaimana ini bisa terjadi, sayang kau harus bangun" kata Ashley sambil memeluk tubuh Leon.
"Ayah kakak ini siapa?" tanya Reyna pada ayahnya.
"Dia adalah istri tuan Leon" jawab Ronald.
"Kakak, kau harus sabar kak Leon pasti akan bisa sembuh" kata Reyna menghibur Ashley.
"Terimakasih" jawab Ashley pelan.
"Tuan sebenarnya apa yang menimpa tuan Leon?, aku rasa jika hanya kesatria biasa tidak mungkin bisa memiliki racun yang tidak di ketahui ini" tanya tabib tersebut.
"Sebenarnya Leon bertarung dengan bangsa iblis" jawab Duke Arton.
"Pantas saja racun ini sangat kuat dan tidak aku ketahui, kalau begitu hanya kekuatan elemen cahaya yang bisa menolongnya" ujar tabib.
"Ba-bagaimana mungkin, elemen cahaya adalah elemen yang langka, bahkan di lima kerajaan besar tidak ada yang memilikinya" kata Duke Arton.
"Inilah yang aku takutkan tuan, jadi untuk saat ini kita hanya bisa berdoa pada dewa, semoga dia bisa menyembuhkan tuan Leon" kata tabib tersebut.
"Baiklah tuan kalau begitu aku pamit, dan nona jangan lupa gunakan ini untuk mengobati luka luar tuan Leon" kata tabib menyerahkan obat pada Ashley setelah itu lansung pergi.
Leon terluka sangat parah meskipun dari luar hanya ada beberapa goresan kecil saja namun dari dalam racun ganas yang digunakan oleh Ingrid mulai menggerogoti tubuhnya, sementara untuk Lyon sesuai kata tabib dia tidak bisa di selamatkan lagi karena serangan terakhir dari Aquila berhasil menembus jantungnya hingga membuat jantungnya membeku.
***
Di ruangan yang sangat luas dan gelap tubuh Leon mengambang bagaikan berada di ruang hampa, matanya terpejam namun kesadarannya masih bisa merasakan keadaan sekitarnya.
"Dimana aku, kenapa aku merasa tempat ini sangat gelap, apa aku sudah mati" ucap Leon dalam hatinya.
"Eh.. tubuhku tidak bisa bergerak, aku bahkan tidak bisa menggerakkan mulutku sendiri" ucap Leon.
"*Seseorang bantu aku, kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku..."
"Hey siapa saja, apa ada orang di sini...?"
"Huuuhhh sepertinya hanya aku sendiri yang ada di sini*"
Lalu dari kejauhan tiba-tiba ada sebuah bola cahaya yang sangat terang dan semakin lama bola cahaya tersebut semakin terang hingga membuat ruangan gelap tersebut dipenuhi oleh cahaya yang sangat terang dan menyilaukan.
"Kenapa kau berteriak-teriak tidak jelas begitu..."