THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Black Bear



Evan yang sudah sangat kesal dan marah dengan Leon maju dan menyerangnya secara membabi buta, akan tetapi setiap serangan yang ia lancarkan selalu berhasil di hindari Leon dengan sangat mudah, dan seakan-akan Leon sudah bisa membaca setiap serangan yang akan ia lancarkan.


"Sialan kau, apa kau hanya bisa menghindar saja" kata Evan.


"Hahahaha aku memang ahlinya menghindar, kau lihat saja bahkan semua serangan mu tak bisa mengenai tubuhku" kata Leon, dia bahkan masih bisa tertawa ketika menghindari serangan Evan.


"Wah ternyata tuan semakin hebat, aku tidak menyangka dia bisa sehebat ini sekarang" kata Xin.


"Kau benar Xin, aku sudah tidak sabar melihat tuan menggunakan pedangnya" ujar Asta.


"Aku sudah tau dia sangat hebat ketika mendengar cerita raja Hector, dan setelah menyaksikannya sendiri ternyata dia lebih hebat dari pada yang di ceritakan oleh raja Hector" kata Duke Felix pelan.


"Anakku apa kau mau menikah dengannya?, jika kau mau ayah akan melamarnya" lanjut Duke Felix.


"Hey, Felix dia akan menjadi menantuku dan kau jangan bermimpi untuk itu" jawab Duke Arton kesal.


"Apa salahnya, siapa tau dia lebih tertarik menjadi menantuku" ucap Duke Felix.


"Ayah sudahlah, lagipula dia sudah melamar Ashley" ujar Silvia.


"Anakku, kau harus memiliki ambisi jika Ashley menjadi istri pertamanya maka apa salahnya kau menjadi istri keduanya" kata Duke Felix.


"Hey, kenapa kau berkata seperti itu pada anakmu sendiri" kata Yuri dengan sangat kesal.


Sementara mereka sibuk dengan memperebutkan Leon, Duke Abigail menjadi sangat marah dia bahkan sangat ingin masuk ke lapangan dan menghabisi Leon dengan tangannya sendiri.


"Evan kenapa kau malah main-main cepat habisi bocah sialan itu" kata Duke Abigail marah.


"Baiklah ayah" jawab Evan, kemudian dia melompat ke belakang dan mengambil jarak dari Leon.


"Black Bear keluarlah" kata Evan, kemudian sebuah bayangan hitam keluar dari tubuhnya seketika tekanan yang sangat besar memenuhi seluruh lapangan dan dari bayangan tersebut keluar seekor beruang raksasa.


"Grrooo!!!!!!"


"Black Bear serang dia" kata Evan


Beruang tersebut berlari dan lansung menyerang Leon dengan cakarnya, namun lagi-lagi Leon berhasil menghindari setiap serangan dari beruang tersebut, melihat Leon berhasil menghindari setiap serangannya beruang tersebut semakin marah, aura gelap kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya.


Tekanan aura yang sangat kuat semakin terasa di lapangan tersebut, beberapa prajurit yang tidak sanggup menahan aura tersebut mencoba untuk lari dari sana, namun tekanan aura yang sangat kuat itu membuat mereka tidak mampu bergerak, beberapa dari mereka memuntahkan seteguk darah akibat luka dalam yang mereka alami karena tekanan aura kegelapan tersebut.


Jika seseorang ataupun monster sudah mencapai tingkatan tertentu mereka memang bisa menyerang lawan yang lebih lemah darinya hanya dengan menggunakan tekanan aura intimidasi saja, dan tidak perlu menguras tenaga mereka dengan pertarungan yang sia-sia.


Leon menghela nafas panjang ketika melihat para prajurit terluka akibat tekanan aura yang di pancarkan beruang tersebut, bahkan para Duke juga kewalahan menahan tekanan aura tersebut, Leon tidak tinggal diam dia kemudian mengeluarkan aura yang lebih besar dari aura yang di keluarkan oleh beruang itu.


"I-ini, ini aura milik tuan, terasa sangat hangat dan sangat nyaman" kata Guts.


"Bahkan aura intimidasi yang kita rasakan menghilang dalam sekejap" ujar Xin.


Aura keemasan yang terpancar dari tubuh Leon berhasil menghilangkan dan menekan aura milik beruang tersebut, mereka merasakan perasaan nyaman dan hangat dari aura itu, bahkan luka dalam yang di alami para prajurit perlahan mulai sembuh.


"Aku semakin kagum dengan anak itu, dan aku akan berusaha agar dia mau menjadi menantuku" kata Duke Felix.


"Sudah ku bilang, tidak akan aku lepaskan dia dan dia akan tetap menjadi menantuku" ujar Duke Arton.


Kedua sahabat tersebut kembali bertengkar memperebutkan Leon agar menjadi menantu keluarga mereka, sementara itu Duke Abigail menjadi semakin tidak sabar dan lansung melesat ke tengah arena, dia lansung menyerang Leon dengan pukulan yang sangat keras hingga menyebabkan Leon terpental sampai ke luar lapangan.


Leon berusaha menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Duke Abigail, namun karena tingkatan level Duke Abigail yang lebih tinggi dari Leon sehingga beberapa pukulan berhasil mendarat di tubuhnya, Leon kembali terpental ke belakang dan menabrak dinding.


"Ukhuk!!"


Leon memegang dadanya yang terasa sakit, dan terlihat dengan jelas ia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Duke Abigail, apa yang kau lakukan!!!" kata Duke Arton marah.


"Hahahaha hari ini aku akan menghabisinya dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangiku" ucap Duke Abigail.


"Dasar kau pak tua sialan, aku sudah berbaik hati mengampuni anakmu, dan tidak menyerangnya tapi kau malah menyerang ku secara diam-diam" ujar Leon.


Dia mengeluarkan pedang katana dari cincin nya dan lansung melesat dengan kecepatan tinggi kearah Duke Abigail, sekilas nampak seperti Leon menghilang dari pandangan namun sebenarnya karena kecepatannya yang luar biasa sehingga pergerakannya tak mampu dilihat oleh mata.


Satu detik kemudian Leon sudah muncul lagi di namun kali ini ia berada di belakang Duke Abigail, mereka semua kaget melihat pergerakan Leon yang sangat cepat itu, sementara Guts yang seorang Assassin menjadi sangat kagum dengan gerakan cepat tuannya karena hanya dia yang bisa melihat kecepatan pergerakan Leon ketika melesat dan lansung menyerang Duke Abigail.


"Hahahaha apa yang kau lakukan anak muda, kenapa kau hanya menghilang dari pandangan ku dan sekarang kau sudah ada di belakangku, awalnya aku agak takut dengan kecepatan yang kau miliki namun kau masih belum bisa mengontrolnya" kata Duke Abigail sombong.


"Ayah,.... dada mu, dada mu terluka ayah" ujar Evan.


"Apa!!!" Duke Abigail sangat kaget dengan ucapan anaknya lalu dia merasakan perih di dadanya dan benar saja dada Duke Abigail telah terluka seperti bekas sayatan pedang.


"Sungguh hebat, jika saja dia tidak mengontrol kekuatannya aku yakin tubuh Duke Abigail telah terpotong menjadi dua" gumam Duke Felix.


"Aarghhh!!"


Duke Abigail meringis kesakitan, dia tidak menyangka bahwa anak muda yang ia anggap remeh berhasil melukainya bahkan tanpa ia sadari sedikitpun.


"Jangan karena kau hebat lalu kau bisa menindas siapa saja" kata Leon.


"Kau, berani sekali kau melukai ayahku, tidak akan aku maafkan kau" kata Evan.


"Dan kalian, kalian penyebab semua ini, Black Bear serang mereka semua" kata Evan menunjuk kearah Duke Arton dan yang lainnya, beruang tersebut berlari menuju kearah Ashley yang kebetulan berada tidak jauh darinya.


"Dasar tidak tau diri, akan aku habisi kau" kata Leon yang lansung melesat menuju kearah beruang yang akan menyerang Ashley, dengan kecepatan tinggi miliknya dalam sekejap mata Leon sudah berada di dekat beruang itu dan lansung menebas beruang besar itu.


"Blade of Shadow"


Tebasan Leon yang sangat cepat di kombinasikan dengan skill Blade of Shadow yang juga merupakan skill pedang dengan kecepatan tinggi berhasil memenggal kepala beruang besar itu, dan seketika tubuh besar beruang yang hendak menyerang Ashley menjadi ambruk dengan kepala yang menggelinding di tanah.


Ashley hanya bisa diam dan membisu ketika menyadari kepala beruang besar itu telah menggelinding sampai di depannya, darah berhamburan kemana-mana menyebabkan tanah yang awalnya bersih menjadi kotor dan berbau amis karena darah beruang itu.


Wajahnya menjadi pucat dan tubuhnya bergetar hebat, bahkan dirinya hampir tumbang karena kakinya yang bergetar tidak sanggup menopang tubuhnya, dan untung saja sebelum tubuhnya benar-benar ambruk Leon sudah merangkul dan memeluk tubuhnya.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Leon, dia merasakan bahwa tubuh Ashley masih bergetar di dalam pelukannya.


(Halo semua Author crazy up lagi nih, jangan lupa untuk memberikan Like, Komen, dan Vote serta berikan rate 🌟 5 ya, jika kalian berkenan hehehe.


Jangan bosan-bosan baca novel ku ya)


#Gracias Amigo