THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Menjemput Bawahan



Leon dan Ashley kemudian naik ke bukit tersebut, sesampainya di puncak bukit Ashley dibuat terkejut lagi dengan luasnya halaman rumah tersebut, padahal jika di lihat dari jauh bukit tersebut nampak tidak terlalu besar namun ketika dia di sana bukit tersebut ternyata sangat besar sehingga memiliki halaman rumah yang luas.


"Sebentar sepertinya ada yang kurang" ucap Ashley ketika melihat halaman rumah yang kosong tersebut.


"Apa lagi yang mau kau tambahkan sayang, katakan saja maka akan aku wujudkan" kata Leon.


"Baiklah, sekarang tambahkan sebuah meja dengan enam kursi di sana lalu di sampingnya harus ada sebuah pohon yang rindang" kata Ashley sambil menunjuk ke pinggir bukit.


"Lalu sekeliling puncak bukit ini harus ada pagar dengan gerbang kecil di sana, sisanya akan aku pikirkan nanti" ucap Ashley lagi.


"Hahaha baiklah sayang akan aku lakukan" ujar Leon.


Setelah itu Ashley kemudian masuk kedalam rumah dan mengatur semua isi rumah, mulai dari alat-alat rumah sampai dekorasinya, bahkan tidak ada satupun yang ia lewatkan, karena terlalu lama mendekorasi rumah tanpa terasa matahari sudah hampir tenggelam.


"Astaga sudah hampir malam, ayah dan ibu pasti khawatir karena kita tidak ada" ucap Ashley.


"Kau benar, sebaiknya kita keluar" ujar Leon lalu hanya dalam satu tarikan nafas mereka berdua telah keluar dari ruang jiwa dan kembali ke kamar.


Setelah sampai di dunia nyata Leon dan Ashley terkejut karena hari masih siang, bahkan masih sangat lama dari kata sore.


"Ternyata masih siang" kata Ashley.


"Berarti waktu di ruang jiwa berlalu lebih cepat dari pada dunia nyata" gumam Leon.


"Syukurlah kalau begitu berarti kita lebih bersantai di ruang jiwa, tanpa memikirkan waktu di dunia nyata" kata Leon.


"Aku setuju, entah kenapa di sana terasa sangat nyaman" ujar Ashley.


"Hahaha baiklah sayang, kalau begitu nanti kita akan tinggal di sana saja" ucap Leon.


"Baiklah kalau begitu, aku mau menemui ayah dan ibu dulu" kata Ashley.


"Ah ya, Ashley aku mau menjemput mereka bertiga jadi mungkin aku akan pergi ke kerajaan Torterres" kata Leon.


"Baiklah sayang, hati-hati" ucap Ashley kemudian mencium pipi Leon.


"Great Teleportation" dalam sekejap Leon telah lenyap dari pandangan.


***


Di kedalaman hutan Forgotten, Xin Asta dan Guts masih saja berburu monster tingkat tinggi dan juga binatang iblis untuk menaikkan level mereka, dan setelah sebulan lebih mereka berburu akhirnya mereka bertiga berhasil mencapai Level Grand Master, Xin Grand Master level 4, Asta Grand Master level 3, dan Guts Grand Master level 6.


Karena merasa lelah dan mereka masih belum menemukan buruan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sambil membakar daging rusa angin yang sebelumnya sudah mereka buru, untuk di jadikan makan siang mereka.


"Aku rasa tuan akan senang jika ia tau kita telah mencapai level Grand Master" ucap Xin.


"Kau benar Xin, aku sudah tidak sabar ingin bertemu tuan" kata Asta.


"Jika dalam beberapa hari ke depan kota masih tidak menemukan monster ataupun hewan iblis tingkat tinggi bagaimana kalau kita kembali saja" kata Xin.


"Aku setuju denganmu Xin, lagipula kita sudah terlalu lama di hutan ini" ujar Guts.


"Aku ingin segera kembali ke kediaman Duke Arton untuk menemui tuan, dan satu hal lagi aku juga sudah tidak sabar ingin berpetualang lagi bersama tuan" ucap Asta.


Mereka bertiga sudah tidak sabar ingin menunjukkan kekuatan baru mereka pada Leon, namun mereka belum mengetahui masalah yang telah terjadi di kerajaan beberapa hari yang lalu.


Sebelumnya Leon juga tidak memanggil mereka bertiga jadi mereka mengira semuanya baik-baik saja.


"Huhhhh, akhirnya aku sampai juga" kata Leon yang baru saja sampai di hutan Forgotten.


"Hmmmm rasanya kecepatan teleportasi ku meningkat, kalau tidak salah skill lain juga meningkat, tapi meningkat seperti apa?" gumam Leon.


"Sudahlah nanti saja, lebih baik aku cari mereka bertiga" ucap Leon, kemudian ia berjalan menelusuri hutan untuk mencari keberadaan ketiga bawahannya.


Setelah beberapa menit berjalan akhirnya Leon merasakan keberadaan mereka bertiga namun Leon memutuskan untuk sepenuhnya menghilangkan auranya agar mereka bertiga tidak menemukannya.


"Mereka bertiga lumayan juga, sekarang mereka sudah naik ke level Grand Master, sebaiknya aku menguji mereka" gumam Leon ketika melihat ketiga bawahannya sedang beristirahat di bawah pohon.


"Sebentar, jika aku lansung yang keluar mereka akan tau, jika aku gunakan Shadow Clone mereka juga pasti akan mudah tau, lalu bagaimana caranya" gumam Leon sambil berfikir.


"Peningkatan skill Shadow Clone seperti apa ya?" tanya Leon pada dirinya sendiri


*Shadow Clone milik tuan tidak lagi seperti shadow Clone biasa yang hanya berbentuk bayangan, tapi shadow clone milik tuan akan menyerupai tuan sendiri atau bisa di katakan tiruan tuan itu sendiri, tidak hanya itu shadow clone juga bisa berubah bentuk sesuai keinginan tuan, clone tersebut juga bisa menggunakan semua skill milik tuan, clone juga dapat berbicara, dan jika terluka parah mereka akan kembali menjadi bayangan lalu menghilang, satu hal lagi tuan hanya bisa membuat maksimal sepuluh Clone*


"Jadi begitu ya, hehehe kalau begitu skill ini akan sangat berguna, meskipun jumlahnya berkurang tapi bukan masalah" gumam Leon dengan senyum aneh di wajahnya.


"Shadow Clone"


Sebuah bayangan keluar dari tubuh Leon kemudian bayangan tersebut berubah menyerupai Leon saat ini, semuanya sama mulai dari penampilan, pakaian bahkan auranya juga sama dengan Leon.


"Baiklah sekarang aku ingin kau berubah menjadi paman Frank" kata Leon.


Clone tersebut lalu menganggukkan kepalanya, setelah itu perlahan-lahan penampilannya mulai berubah menyerupai Frank saudara Ronald.


"Sekarang serang mereka bertiga tapi ingat jangan sampai melukai mereka" ucap Leon


Frank (Clone Leon) lansung melesat dengan kecepatan tinggi dan lansung menuju ke arah Xin, Asta, dan Guts yang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon sambil memakan makanan mereka.


"BBOOMMMM!!!"


Ledakan yang besar terjadi di tengah-tengah mereka bertiga hingga membuat mereka bertiga terpental ke belakang akibat efek serangan kejutan tersebut, debu-debu juga ikut berterbangan membuat pandangan mereka terhalangi lalu setelah debu tersebut menghilang di bawa angin nampak seorang pria asing dengan aura yang sangat kuat.


"Le-level Emperor" kata Xin.


"Apa!!!" Asta dan Guts terkejut mendengar ucapan Xin.


"Tu-tuan siapa anda, dan mengapa anda menyerang kami?" tanya Xin.


"Kalian tidak perlu tau siapa aku, yang jelas aku ingin menghabisi kalian bertiga" kata Frank (Clone Leon).


"Ma-maaf sebelumnya tuan, tapi kami tidak pernah menyinggung tuan, bahkan kami baru saja bertemu dengan tuan sekarang" ujar Asta.


"Sudah kubilang, aku hanya ingin menghabisi kalian bertiga" jawab Frank.


"Sial sepertinya memang tidak ada pilihan lain" ucap Guts.