THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Tiba di kerajaan Harvest



Sesampainya di istana raja Hector lansung mengajak Leon dan Lyon menuju ke ruangan rapat, dimana saat ini di sana telah hadir beberapa bangsawan kerajaan Harvest.


"Selamat datang yang mulia" ucap mereka serentak saat raja Hector memasuki ruangan, namun pandangan mereka terarah kepada dua orang di belakangnya yang menggenakan armor lengkap serta topeng serigala dan harimau.


"Bagaimana situasi saat ini" tanya raja Hector setelah duduk di kursinya, sementara Leon dan Lyon berdiri di belakangnya, diikuti oleh jendral Robert.


"Yang mulia, para pasukan iblis sudah hampir sampai di perbatasan kota Esther, dan mungkin dalam tiga hari mereka akan segera sampai di sana" ucap salah seorang Duke.


"Baiklah, kerahkan semua pasukan kalian dan segera menuju ke kota Esther, kita akan menghadang mereka di sana" ucap raja Hector dengan tegas.


"Yang mulia bagaimana dengan bantuan dari kerajaan Torterres?" tanya salah seorang Duke lainnya.


"Aku sudah mengirim Duke Andrew untuk meminta bantuan, dan jika kita menunggu mereka maka kota Esther akan segera jatuh di tangan para musuh" jawab raja Hector.


"Tuan saya harap anda dan adik anda bisa membantu kami di perbatasan kota Esther" ucap Raja Hector.


"Tentu yang mulia, dengan senang hati kami akan membantu" jawab Leon.


"Tunggu dulu yang mulia, siapa dua orang bertopeng ini, dan kenapa yang mulia meminta bantuan mereka?" tanya Duke Charles.


"Mereka berdua telah menyelamatkan kami saat di hutan, jadi aku membawa mereka kemari untuk meminta bantuan" jawab raja Hector santai.


"Yang mulia, bagaimana kita bisa tau bahwa mereka berdua benar-benar ingin membantu bahkan wajah mereka saja kita tidak tau, bisa jadi mereka adalah utusan mata-mata bangsa Demon" ucap Duke Charles dengan nada tinggi.


"Lancang sekali kau!!!" ucap Lyon, seketika atmosfer di ruangan itu berubah, tekanan energi yang sangat kuat keluar dari tubuh Lyon, dari tubuhnya terpancar aura berwarna putih yang menyelimuti dirinya.


Leon hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah adiknya yang masih saja tidak bisa menahan emosi, sementara semua orang yang ada di ruangan itu merasakan tekanan yang sangat-sangat kuat.


"Hah...." Leon menghela nafasnya, kemudian dari tubuhnya terpancar aura keemasan yang jauh lebih kuat dari aura milik Lyon namun anehnya mereka tidak tertekan dengan aura itu dan malahan mereka merasakan perasaan yang sangat nyaman.


"Lyon, berapa kali harus aku bilang padamu" ucap Leon.


"Tapi kakak, dia sudah kurang ajar padamu" jawab Lyon menunjuk kearah Duke Charles.


"Sudahlah, tenangkan dirimu lagipula dia tidak menyakitiku" ucap Leon santai.


"Baiklah kakak" jawab Lyon kemudian menghilangkan auranya.


"Tuan-tuan maafkan adikku, dia memang sedikit pemarah" ucap Shin santai.


Mereka semua terdiam dan tidak ada satupun yang berani berbicara, mereka takut akan menyinggung Lyon lagi dan mereka semua akan tamat.


Sementara itu Duke Charles hanya tertunduk, badannya sedikit bergetar dan mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak kencang selama hidupnya dia tidak pernah merasakan aura kekuatan yang sangat kuat, bahkan raja mereka saja tidak memiliki aura kekuatan sekuat itu.


"Ma-maaf tuan, aku telah menyinggung anda" ucap Duke Charles memberanikan diri untuk berbicara.


"Sudahlah tuan, tidak perlu anda pikirkan" jawab Leon dengan ramah.


"Baiklah jika sudah selesai, silahkan bubar dan persiapkan semuanya, besok kita akan berangkat ke perbatasan kota Esther" ucap raja Hector.


Setelah itu para bangsawan segera bergegas meninggalkan ruangan rapat, setelah melewati kejadian yang hampir membuat jantung mereka copot mereka semua enggan untuk berada di sana berlama-lama.


"Baiklah yang mulia jika begitu hamba juga pamit" ucap Duke Reymond memberi hormat pada raja kemudian meninggalkan ruangan rapat.


"Baiklah tuan, mari kita juga pergi dari sini menuju ke ruang makan" ajak raja Hector.


Mereka berempat kemudian berjalan meninggalkan ruangan dan lansung menuju ke ruangan makan istana kerajaan Harvest, setelah sampai raja Hector mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk dan menikmati hidangan yang sudah di siapkan pelayan, meskipun awalnya jendral Robert menolak namun raja tetap memaksanya untuk makan bersama mereka.


Setelah selesai makan, raja Hector mengajak mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi istana hingga akhinya mereka berhenti di sebuah taman, di sana ada dua orang perempuan yang tengah duduk menikmati indahnya taman itu.


Raja Hector mengajak mereka berdua untuk mendekat ke arah dua perempuan itu dan kemudian raja Hector memperkenalkan keduanya.


"Tuan dia adalah Rosalina istriku, dan dia adalah Elena putriku" ucap raja Hector memperkenalkan istri dan anaknya pada Leon dan Lyon.


"Salam yang mulia ratu!!"


"Salam yang mulia putri!!" ucap mereka serentak.


"Perkenalkan yang mulai, ini adalah adik hamba Lyon dan untuk hamba sendiri yang mulia bisa memanggil saya dengan sebutan Lone Wolf" ucap Leon memperkenalkan diri.


"Tuan mengapa anda menyembunyikan wajah anda" ucap Elena bertanya.


Raja Hector sempat kaget dan juga takut mendengar pertanyaan putrinya, karena waktu itu Leon lansung marah ketika di tanya mengenai topengnya, namun kali ini khawatiran raja menghilang saat melihat sifat Lyon yang biasa-biasa saja.


"Begini yang mulia putri, kakak hamba ini sangatlah pemalu, jadi dia memilih untuk menutupi wajahnya itu" ucap Lyon


"Benarkah begitu?" tanya putri Elena.


"Benar tuan putri" jawab Lyon


"Lalu kenapa kau juga memakai topeng" tanya putri Elena.


"ini hamba lakukan atas permintaan dari kakak hamba saja tuan putri, yang memaksa untuk memakai topeng" ucap Lyon.


"Hey kapan aku memaksamu" ucap Leon memotong pembicaraan mereka.


"Hahahaha", ratu dan putri tertawa mendengar ucapan Leon dan entah mengapa Leon menjadi malu karenanya dan untung saja dia menggunakan topeng jika tidak sudah terlihat wajahnya yang sedikit memerah karena malu.


"Oh ya tuan Lyon apakah tidak panas saat berada di dalam armor itu?" tanya putri Elena


"Sama sekali tidak tuan putri" jawab Leon santai.


"Elena sudahlah mari kita ajak mereka menuju kamar mereka agar mereka berdua bisa istirahat" ujar ratu Rosalina.


"Baiklah" jawab Elena dengan nada kecewa.


Kemudian raja Hector menuntun mereka berdua menuju kamar mereka, agar mereka berdua bisa beristirahat dengan segera ratu Rosalina dan putri Elena juga ikut mengantarkan mereka berdua.


"Tuan, apakah boleh kalian berdua aku panggil kakak saja" tanya Elena.


"Terserah anda tuan putri, tapi apakah yang mulia ratu menyetujuinya" ucap Leon.


"Jika tuan berdua tidak keberatan maka, saya juga tidak akan keberatan" jawab ratu Rosalina dengan santai.


"Baiklah kalau begitu sudah aku putuskan kalian berdua akan aku panggil kakak" ucap Elena.


Elena adalah seorang anak raja, meskipun tubuhnya seperti orang dewasa namun usianya masih 15 tahun, dan itu jauh lebih muda dari pada Leon, maka dari itu Leon tidak keberatan saat mendengar putri Elena memanggil mereka berdua dengan sebutan kakak.