THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Salah Faham



Leon dak Ashley berbincang semalaman bahkan tidak terasa matahari sudah menampakkan diri, karena tidak ada lagi yang ingin mereka bicarakan Ashley memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, tidak ada lagi rasa canggung atau apapun itu yang ia rasakan saat ini hanyalah perasaan bahagia karena telah menikahi pria yang ia cintai.


"Ashley aku juga ingin mandi, badanku rasanya sangat lengket" ucap Shin ketika melihat Ashley keluar dari kamar mandi.


"Eh....se-serius?" Ashley gugup.


"Iya aku serius, tidak mungkin bagiku untuk keluar dari sini tanpa mandi" ujar Leon.


"Ba-baiklah, aku akan membantumu mandi?" Ashley berkata pelan.


"Hah... serius?!" ujar Leon.


"Te-tentu saja serius, jika tidak bagaimana kau bisa mandi" ucap Ashley.


"Hahaha baiklah, terimakasih" kata Leon.


Ashley lansung membantu Leon untuk berdiri dari tempat tidur kemudian membawanya ke kamar mandi.


"Ashley kenapa kau masih belum menggenakan pakaian?" tanya Leon ketika melihat Ashley hanya menggunakan handuk sebagai penutup tubuhnya.


"Su-sudahlah jangan di pikirkan, aku tidak mau pakaianku basah ketika aku membantumu mandi" jawab Ashley.


"Hmmm kau ada benarnya juga" kata Leon pelan.


Ashley kemudian membantu Leon mandi, meskipun keadaan Leon saat ini sudah memungkinkan untuk dirinya bisa mandi sendiri namun entah kenapa Ashley masih berfikiran bahwa tidak mungkin Leon bisa mandi sendiri, dan Leon juga tidak menjelaskan pada Ashley bahwa tangan kirinya sudah bisa di gerakkan dan hanya tangan kanannya saja yang masih kaku dan belum bisa di gerakkan.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian mereka berdua kemudian turun ke lantai bawah untuk pergi sarapan, karena masih terlalu pagi jadinya saat mereka sampai di ruang makan mereka tidak menemukan siapapun di sana.


Yang ada di sana saat ini hanyalah para pelayan yang sedang sibuk menyiapkan semua makanan untuk mereka, setelah setengah jam mereka berdua menunggu di ruang makan tersebut akhirnya ayah dan juga ibunya datang kemudian di susul oleh Xin dan juga yang lainya.


"Selamat pagi tuan, bagaimana keadaan anda" ucap Xin ketika sampai di dekat Leon yang tengah duduk menunggu.


"Ya.. kau bisa lihat sendiri bagaimana keadaanku saat ini, hanya tangan kananku masih terasa kaku dan belum bisa di gerakkan" jawab Leon.


"Mudah-mudahan keadaan anda cepat membaik tuan" ujar Guts.


"Terimakasih Guts, ayo kalian cepatlah duduk kenapa masih berdiri di sini" ujar Leon.


Ketiganya tidak menjawab namun lansung duduk di tempat mereka masing-masing.


"Hoaammm!!"


"Ayah apa kau tidak tidur semalam?" tanya Ashley.


"Siapa yang bisa tidur jika kalian berdua terlalu berisik, jika kalian ingin melakukannya setidaknya jangan teriak terlalu kencang karena akan mengganggu tidur orang lain" jawab Duke Arton asal.


"Eh?!!, Ma-maksud ayah apa?" tanya Ashley lagi.


"Oh... jangan-jangan mereka terganggu karena teriakan kerasmu tadi malam" ujar Leon.


"Be-benarkah begitu ayah?" tanya Ashley.


"Mm"


"Kan sudah aku bilang sebelumnya jangan berteriak, tapi kau malah berteriak sangat keras" ucap Leon.


"Habisnya aku tidak tahan" ujar Ashley.


"Hah.. tidak tahan apanya?" tanya Leon.


"Ya tidak tahan!" jawab Ashley


"Huuufttt..." Leon menghela nafas panjang.


"Leon kenapa kau sangat kasar pada anakku, jika dia tidak tahan maka jangan lanjutkan" jawab Duke Arton.


"Ya ampun, setidaknya jangan bahas hal yang seperti itu di meja makan" ujar Maria.


"Apa kalian tidak malu, mereka bertiga belum menikah dan kalian malah bercerita tentang... ya pokoknya apa kalian tidak malu membahasnya di depan orang banyak" lanjutnya.


"Malu?..., maksud ibu?" tanya Ashley.


"Ya ampun putriku, meskipun kalian sudah menikah setidaknya jangan ceritakan pengalaman kalian di..."


"Tunggu, tunggu dulu" ujar Leon memotong ucapan ibu mertuanya.


"Ada apa Leon?" tanya Ashley.


"Aku rasa ada kesalahpahaman di sini, jadi begini tadi malam aku dan Ashley tidak bisa tidur bahkan kami tidak tidur semalaman, kami hanya mengobrol semalam dan aku juga mencoba untuk menggerakkan tanganku namun entah mengapa Ashley malah berteriak sangat kencang seakan-akan malah dia yang sedang terluka" kata Leon menjelaskan.


"Aku memang merasa begitu" ujar Ashley kesal.


"Iya, aku tau kau merasa begitu karena kau peduli padaku" kata Leon sambil mengusap kepala Ashley.


"Oohh.. jadi begitu, hahaha aku rasa memang ada salah paham di sini" ujar Duke Arton.


"Memangnya apa yang kalian pikirkan ayah?" tanya Ashley.


"Begini, ayahmu berfikir semalam kita melakukan...." kata Leon sambil berbisik.


"Heh... be-benarkah ayah?" tanya Ashley dengan muka merah setelah mendengar penjelasan Leon.


"Hehehe, ya ayah rasa memang itu yang ayah pikirkan" jawab Duke Arton.


Ashley tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa tertunduk malu dengan muka yang sudah sangat merah bagaikan sebuah tomat yang sudah sangat matang.


"Bagaimana bisa mereka berfikir kami melakukan itu" gumam Ashley dalam hatinya.


Obrolan merekapun terhenti ketika para pelayan telah selesai menyajikan semua makanan untuk mereka, sementara Ashley dia sudah tidak peduli dengan makanan yang ada di depannya saat ini, dia merasa sangat malu.


"Ashley apa kau hanya akan diam saja?" tanya Leon.


"Mm"


"Lalu, apa kau tidak ingin makan?" tanya Leon lagi.


"Mm"


"Baiklah kalau begitu aku juga tidak makan, jadi sebaiknya kita kembali ke kamar saja" ucap Leon.


"Eh,.. kenapa kau tidak makan bukankah tadi kau bilang sangat lapar?" tanya Ashley.


"Ashley aku memang lapar namun bagaimana caranya, apa kau ingin aku makan dengan tangan kiri?"


"Ma-maaf Leon, aku baru ingat" jawab Ashley.


Leon tidak berkata apa-apa melainkan hanya tersenyum hangat saja, mereka kemudian mulai makan karena semuanya sudah merasa lapar, dan lagi-lagi selama mereka makan hanya Leon dan Ashley yang terlihat sangat mencolok di bandingkan dengan yang lainnya.


"Ya ampun, bahkan waktu aku menikahi istriku dulu aku tidak pernah di suapi di depan mertuaku atau bahkan di depan orang tuaku, tapi sekarang malah anakku menyuapi suaminya di depan aku" kata Duke Arton dalam hatinya.


"Ekheemm, apa kau iri dengan mereka suamiku?" tanya Maria menggoda suaminya.


"Hah... iri, enak saja siapa yang iri pada mereka berdua" jawab Duke Arton tegas.


"Hahaha baiklah, kalau begitu aku tidak jadi menyuapimu" ujar Maria.


"Eh.."


Duke Arton hanya bisa tertunduk lemas mendengar ucapan istrinya meskipun dia sangat ingin di suapi oleh istrinya namun tetap saja dia merasa malu untuk bermesraan di depan anak dan juga menantunya, di tambah saat ini ada ketiga bawah Leon yang hanya bersikap santai dan tak memikirkan apapun, seolah-olah hanya mereka bertiga yang ada di meja makan itu.