THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Kesedihan Ashley



Setelah kepergian Leon Ashley lansung mencari ibunya, untuk menceritakan apa yang telah terjadi padanya.


"Ibu, apa ibu sedang sibuk" tanya Ashley.


"Tidak putriku, memangnya ada apa?, mari duduk di sini di samping ibu" kata Maria.


"Baiklah ibu" ujar Ashley kemudian duduk di samping ibunya.


"Ada apa putriku?" tanya Maria.


"Begini ibu, aku merasa sudah melakukan kesalahan kepada Leon, tadi pagi dia mengintipku mengganti baju, aku tau itu hal wajar hanya saja aku belum terbiasa dan aku malah marah pada Leon, lalu aku juga tidak bicara padanya" kata Ashley menjelaskan.


"Tapi aku juga sudah minta maaf pada Leon dan menjelaskan semuanya pada Leon, dan aku merasa bahwa Leon marah padaku, jadi apa yang harus aku lakukan ibu?" tanya Ashley.


"Putriku, satu hal yang harus kau tau jika sesudah menikah kau harus siap dengan segala hal yang akan terjadi, dan ibu rasa Leon mungkin tidak sengaja melihatmu dan bukannya mengintip lagi pula dia adalah suamimu jadi tidak ada yang namanya istilah mengintip, itu terdengar tidak sopan untuk di ucapkan pada suamimu" jawab Maria.


"Dan ingat setelah ini, kau harus terbuka dengan Leon ingatlah, dia adalah pria yang selama ini kau impikan setiap malam dan yang kau rindukan setiap harinya, sekarang dia adalah milikmu dan akan selalu seperti itu, tunjukkan kalau kau benar-benar sayang pada Leon" lanjutnya.


Setelah bercerita dengan ibunya akhirnya Ashley bisa merasa lega, dan beban pikirannya sudah sedikit berkurang, ketika mereka sedang mengobrol datang salah seorang penjaga mengatakan bahwa Leon telah kembali.


Ashley segera meminta izin pada ibunya untuk segera menemui Leon, setelah mendapat izin dia kemudian lansung pergi keluar kamar ibunya untuk menemui Leon.


Namun ketika dia melihat Leon berjalan dari arah pintu, Ashley agak heran melihat Leon pulang dengan armor lengkap dan nampak telah rusak parah dia juga berjalan dengan sempoyongan, karena khawatir Ashley segera berlari menghampiri Leon.


"Leon kau kenapa?" tanya Ashley


Leon segera melepaskan armor yang ia kenakan dan lansung secara otomatis masuk ke dalam cincinnya, setelah itu tubuh Leon lansung ambruk dan terjatuh ke lantai.


Dan ketika Leon melepaskan armor dari tubuhnya barulah nampak luka dan juga lebam yang sangat banyak di sekujur tubuhnya, Ashley lansung menangis ketika melihat semua luka di tubuh suaminya.


"LEON!!!!!" Ashley berteriak dengan sangat kencang hingga membuat semua orang terkejut dan lansung menghampirinya.


Ketika mereka sampai di sana mereka semua tidak bisa menahan keterkejutan mereka ketika melihat Ashley yang sedang menangis dan juga Leon yang saat ini tergeletak di lantai dengan tubuh yang penuh luka.


"Ada apa ini Ashley, kenapa Leon bisa terluka?" tanya Duke Arton.


"A-aku ti-tidak tau ayah, ke-ketika dia pulang dia sudah terluka seperti ini ayah" kata Ashley sambil menangis.


"Cepat bawa Leon ke kamarnya dan segera panggil tabib untuk mengobati luka Leon" kata Duke Arton memberi perintah.


Xin, Asta, dan Guts segera mengangkat tubuh Leon dan kemudian membawanya ke kamar Ashley, sementara itu salah satu prajurit pergi ke kota untuk memanggil tabib.


"Leon apa yang sebenarnya terjadi padamu?" gumam Duke Arton pelan.


"Arton ada apa ini, aku dengar Leon terluka parah?" tanya Duke Felix yang baru saja masuk ke kamar Ashley bersama istri dan anaknya.


"Benar Felix, Leon saat ini tengah terluka kau bisa lihat sendiri" jawab Duke Arton sambil menunjuk ke arah Leon yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Kak Ashley, jangan sedih aku yakin kak Leon akan baik-baik saja" ucap Silvia mencoba untuk menenangkan Ashley yang tak berhenti menangis.


"Semua ini salahku..., jika saja aku tidak seperti itu mungkin Leon tidak akan pergi dan dia tidak akan terluka" ucap Ashley dalam hatinya.


Dia terus saja menangis sambil memeluk tubuh Leon, dia bahkan tidak peduli dengan darah yang mengotori bajunya.


"Siapa yang memanggil tabib, kenapa lama sekali" kata Duke Arton marah.


Setengah jam kemudian prajurit seorang tabib yang telah di panggil datang dan lansung masuk ke dalam kamar Ashley, ketika ia melihat luka-luka yang di alami Leon dia sempat kaget namun segera ia mengeluarkan sebuah cairan berwarna biru dan menyerahkannya pada Ashley.


"Nona berikan dia cairan ini, itu akan membantu mengobati luka dalamnya dan juga menghentikan pendarahan yang ia alami" kata tabib tersebut menyerahkan sebuah botol pada Ashley.


Ashley membuka botol tersebut dan mencoba menuangkan cairan berwarna biru itu pada Leon namun karena Leon yang tak sadarkan diri cairan itu malah tumpah.


"Maaf nona sebaiknya kau meminumkannya secara lansung" kata tabib itu


Ashley mengerti maksud dari tabib itu dan lansung meminum cairan yang tersisa, setelah itu dia mencium bibir Leon dan meminumkan cairan tersebut secara perlahan dari mulutnya agar tidak tumpah.


Ashley tidak peduli lagi dengan banyaknya mata yang sedang menyaksikan dirinya, yang ia pikirkan saat ini adalah suaminya segera di obati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan, Duke Arton dan istrinya hanya tersenyum menyaksikan apa yang di lakukan oleh putri mereka, sedangkan Silvia harinya serasa di tusuk oleh ratusan pedang ketika menyaksikan Ashley mencium bibir Leon di depan matanya.


Setelah Ashley berhasil meminumkan cairan itu pada Leon darah yang awalnya mengalir perlahan-lahan mulai berhenti dan juga lebam-lebam yang ada di tubuhnya juga perlahan menghilang, sang tabib kemudian mengoleskan luka di tubuh Leon dengan obat yang sebelumnya sudah ia racik, setelah itu ia membalut luka-luka tersebut dengan kain.


"Anak ini sangat beruntung karena lukanya tidak ada yang fatal dan juga semua lukanya hanyalah luka ringan akibat tebasan pedang, jika boleh saya tau apakah pemuda ini sebelumnya bertarung dengan bangsa iblis?" tanya tabib tersebut.


Mereka semua kaget dengan pertanyaan tabib itu, mereka semua bahkan tidak tau Leon telah bertarung dengan bangsa iblis atau bukan.


"Maaf tabib, tapi kami tidak tau dia dari mana dan tidak tau juga bertarung dengan siapa, kami hanya menemukannya tergeletak di depan pintu dengan semua luka di sekujur tubuhnya" jawab Duke Arton.


"Begini Duke Arton, saya menemukan adanya energi gelap dari luka dan juga lebam yang di alami oleh pemuda ini, dan anda tau sendiri bahwa hanya bangsa iblis yang memiliki energi gelap" kata tabib menjelaskan.


"Lalu bagaimana keadaan suami saya tabib?" tanya Ashley.


"Anda tenang saja nona, suami anda akan segera sembuh dalam beberapa hari ke depan, saya sudah memberikan obat pada lukanya hanya saja anda harus rutin mengoleskan obat ini setiap harinya" kata tabib menjelaskan sambil memberikan sebotol obat pada Ashley.


"Ini adalah obat herbal yang di turunkan oleh keluarga saya dari dulu, dan obat ini sangat ampuh untuk mengobati luka akibat energi gelap" kata tabib menjelaskan.


"Terimakasih banyak tabib, ini seratus koin emas untuk mu" kata Duke Arton sambil menyerahkan satu buah kantung yang terbuat dari kulit.


"I-ini terlalu banyak tuan" kata tabib itu.


"Sudahlah jangan menolak pemberianku, mau bagaimanapun kau telah menyelamatkan menantuku jadi ini adalah balasan yang setimpal untukmu" ujar Duke Arton.


"Terimakasih banyak Duke Arton, kalau begitu saya pamit" kata tabib tersebut dan lansung pergi meninggalkan kediaman Duke Arton untuk kembali ke kota.