
Seminggu telah berlalu sejak penyerangan yang di lakukan Leon dan Lyon ke markas bandit serigala malam, dalam serangan tersebut Leon berhasil menyelamatkan lebih dari 500 nyawa dan saat ini mereka semua telah menjadi penduduk desa angin.
Ronald dan Frank juga telah kembali dari kota, Ronald membawa seratus pekerja terbaik yang ada di kota dan juga Ronald membawakan beberapa contoh gambar rumah kepada Leon.
"Paman, ini bukanlah sebuah rumah melainkan sebuah mansion, dan dari 5 gambar yang paman bawa semuanya adalah Mansion" kata Leon.
"Tidak ada salahnya nak Leon, ini juga akan menjadi kediaman dari pemimpin desa ini" jawab Ronald.
"Apa maksud paman?" tanya Leon.
"Begini Leon, paman sudah memutuskan bahwa jabatan pemimpin desa akan paman serahkan kepada nak Leon, dan paman yakin semua warga juga setuju dengan hal ini" kata Ronald menjelaskan.
"Tapi paman,.."
"Sudahlah Leon, paman yakin kau akan bisa memimpin desa ini dengan sangat baik" ujar Ronald.
"Huh, baiklah jika memang itu sudah menjadi keputusan paman" ucap Leon.
Ronald tidak menjawab melainkan hanya tersenyum ramah kepada Leon, setelah melihat dan memilih 5 sketsa mansion yang di bawa Ronald Leon kemudian memutuskan untuk memilih sebuah mansion dengan warna putih yang terlihat lumayan besar dengan dua lantai.
"Baiklah paman, aku akan membangun mansion seperti ini" kata Leon sambil menyerahkan gambar itu pada Ronald.
"Apa kau yakin Leon, mansion ini terlihat sederhana dan tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan yang lainya" ucap Ronald.
"Tidak apa-apa paman, ini saja sudah cukup jadi untuk urusan pembangunannya aku serahkan kepada paman" kata Leon lalu menyerahkan sekantong besar koin emas kepada Ronald.
"Jika kurang paman tinggal beritahu aku saja" lanjutnya.
Setelah mendapatkan sekantong koin emas dari Leon, Ronald lansung pergi menemui para pekerja yang sudah di sewanya untuk segera membuat sebuah mansion untuk Leon, untuk tempatnya sendiri Ronald memilih membuatnya di sebuah bukit di ujung desa jadi saat ada orang yang datang berkunjung mereka akan lansung bisa melihat mansion itu hanya dari gerbang.
Keesokan harinya para pekerja memulai pekerjaan mereka dengan membuat pondasi terlebih dahulu, Leon datang sendiri mengawasi para pekerja yang sedang membuat fondasi untuk mansionya nanti, meskipun ia sepenuhnya percaya pada Ronald namun ia tetap tidak yakin dengan sikap para pekerja yang di bawa Ronald, biasanya mereka akan cenderung memanfaatkan warga desa hanya untuk kepentingan pribadi mereka sendiri.
"Leon, ada apa?" tanya Ronald saat melihat Leon datang menghampirinya.
"Tidak apa-apa paman, aku hanya ingin melihat mereka melakukan tugas mereka" ujar Leon.
"Tenang saja Leon paman akan memastikan semuanya berjalan lancar" ucap Ronald.
"Terimakasih banyak paman, dan maaf aku sudah merepotkan paman" kata Leon.
"Tidak Leon, sama sekali tidak merepotkan ini paman lakukan semata-mata sebagai rasa terimakasih paman padamu, yang telah berjasa menyelamatkan desa ini" ujar Ronald.
Sementara itu tepat di belakang mansion yang akan di bangun itu, berdiri sebuah gunung yang sangat kokoh yang di percayai oleh para warga sebagai perisai pelindung desa mereka, banyak cerita-cerita aneh yang ramai di kalangan masyarakat desa mengenai gunung itu, ada yang mengatakan bahwa di sana terdapat salah satu dari hewan suci, ada juga yang mengatakan bahwa di sana ada salah satu benda pusaka peninggalan dewa dan masih banyak lagi.
Mereka berdua terus mengobrol sambil mengawasi para pekerja, hingga saat tiba-tiba angin sepoi-sepoi berhembus dan membuat suasana menjadi sangat tenang, para pekerja yang awalnya merasa kepanasan karena cuaca yang terik setelah angin itu berhembus mereka semua merasakan perasaan yang nyaman dan sejuk.
"Ada apa Leon?" tanya Ronald ketika melihat Leon memandang kearah gunung.
"Tidak apa-apa paman, hanya saja.."
"Aku tau itu, memang ada yang aneh dengan gunung tersebut sudah banyak kejadian aneh menimpa desa ini, namun para warga percaya bahwa apapun yang ada di gunung itu dia hanyalah ingin melindungi desa ini" kata Ronald menjelaskan.
"Melindungi?, maksud paman?" tanya Leon yang semakin penasaran.
"Duku desa ini, pernah di serang oleh ratusan binatang iblis namun saat mereka akan memasuki desa tiba-tiba saja desa di selimuti oleh kabut tebal, dan setelah kabut menghilang para binatang iblis itupun ikut menghilang" kata Ronald menjelaskan.
"Lalu ketika para Orc datang menyerang desa saat itu siang hari dan cuaca sangat terik seperti sekarang namun tiba-tiba saja berubah menjadi mendung petir menyambar dimana-mana, namun anehnya petir itu hanya menyambar para Orc dan tidak satupun dari petir itu yang melukai warga desa"
"Satu hal lagi desa ini bahkan memiliki cuaca yang sama dengan kerajaan Es, yaitu cuaca dingin namun tidak seperti kerajaan Es yang cuacanya selalu dingin di desa ini cuacanya akan dingin saat pertengahan tahun, dan kalau tidak salah akan terjadi beberapa bulan lagi" lanjutnya.
"Ini sangat aneh, cuaca dingin seperti negeri Es apakah salju?" gumam Leon.
"Sudahlah jangan di pikirkan Leon, jika kau penasaran kenapa kau tidak periksa saja" ucap Ronald.
"Apakah boleh paman?" tanya Leon.
"Tentu saja boleh, tidak ada yang melarangnya bahkan dulu para warga sempat memeriksanya namun kami tidak menemukan apa-apa di sana" ujar Ronald.
"Baiklah kalau begitu aku akan memeriksanya nanti" kata Leon.
"Oh ya, apakah kau tahan dengan cuaca dingin?" tanya Ronald.
"Entahlah paman, memangnya kenapa?" tanya Leon.
"Tidak apa-apa paman hanya bertanya saja, penduduk di sini tidak ada yang tahan, jadi selama cuaca dingin terjadi kami tidak ada yang keluar rumah" ucap Ronald pelan.
"Kalau begitu aku akan berusaha memecahkan masalah tersebut" ujar Leon.
"Benarkah?, jika memang benar paman akan sangat berterimakasih" ujar Ronald.
"Tenang saja paman, namun untuk itu kita membutuhkan beberapa tenaga pekerja yang bisa membuat pakaian" ucap Leon.
"Di desa ini banyak yang bisa membuat pakaian, tapi untuk apa?" tanya Ronald penasaran.
"Begini paman, aku akan membuat pakaian yang bisa membuat para warga tetap hangat meskipun cuacanya sangat dingin" kata Leon menjelaskan.
"Baiklah paman kalau begitu aku akan pergi mencari paman Frank, aku dan dia akan ke kota untuk mencari bahan-bahan untuk membuat baju" lanjutnya kemudian pergi meninggalkan Ronald yang masih memandang Leon dengan rasa kagum.