THE GREAT KINGDOM

THE GREAT KINGDOM
Tantangan



Sementara Guild Nightmare tengah mempersiapkan seluruh anggota mereka, Leon, Ashley dan Guts tengah menikmati makanan mereka.


"Tuan, aku rasa masalah ini belum selesai" kata Guts.


"Masalah apa?" tanya Leon.


"Masalah yang baru saja anda ciptakan tuan" ujar Guts.


"Hahaha, aku tau ini belum selesai" kata Leon santai.


"Lalu bagaimana tuan akan menghadapi mereka semua?" tanya Guts.


"Maksudmu?" ujar Leon.


"Jeka benar apa yang di katakan pria itu tadi, sudah pasti dia akan datang lagi bersama anggota guildnya yang lain, atau bahkan membawa seluruh anggota guildnya, saat ini tuan tengah terluka jadi tidak mungkin untuk bertarung secara lansung" ucap Guts khawatir.


"Kalau itu kau sangat benar, tapi tenang saja setiap apapun yang aku mulai pasti akan aku akhiri sendiri" jawab Leon kemudian melanjutkan makannya.


"Sayang maaf, karena aku kita jadi kena masalah" ujar Ashley pelan.


"Tenanglah Ashley tidak akan terjadi apa-apa" ucap Leon menenangkan istrinya.


Mereka kemudian melanjutkan makan, namun ke khawatiran Guts terjadi tak lama kemudian dari luar gedung restoran terdengar seseorang berteriak dengan keras, dan juga auranya sangat kuat.


"Baj****n, keluar kau!!"


"Aku tau kau ada di dalam, dan jangan pernah berfikir untuk bisa melarikan diri!" kata Edward.


"Ya ampun, aku mau makan saja tidak bisa tenang" ucap Leon kemudian berjalan keluar dari restoran.


"Guts ayo kita juga keluar, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada Leon" kata Ashley.


"Baik nona" jawab Guts.


Di luar restoran sudah nampak seluruh anggota guild Nightmare yang berjumlah seratus orang, ada lima orang lainnya yang berdiri di depan para anggota guild dan di depannya ada satu orang lagi yang merupakan pemimpin guild.


"Pemimpin itu orangnya" bisik Brody ketika melihat Leon berjalan keluar restoran.


"Jadi kau yang sudah membuat masalah dengan anggota guild Nightmare?" tanya Edward.


"Jika memang benar lalu kau mau apa?" tanya Leon santai.


"Hahaha orang cacat sepertimu berani membuat masalah dengan guildku" kata Edward.


"Hey sepertinya ada yang salah di sini, bukan aku yang membuat masalah tapi anggotamu yang mencari masalah denganku" ujar Leon serius.


"Apa kau tau, guild Nightmare tidak pernah salah, dan kami akan menghancurkan apapun yang menurut kami mengganggu" ucap Edward sinis.


Seluruh pengunjung restoran serta para warga yang ada di sana segera melarikan diri karena takut terkena masalah, mereka semua tau betapa ganasnya guild Nightmare dan tidak satupun dari mereka yang ingin menyaksikan atau menjadi korban dari keganasan guild tersebut, hanya saja mereka semua tidak tau bahwa yang mereka ganggu kali ini berkali-kali lipat lebih ganas dari guild itu sendiri.


"Leon"


"Tuan"


Ashley lansung berdiri di belakang Leon karena dia merasakan tekanan yang sangat kuat serta ancaman yang sangat besar, sementara Guts berdiri di samping Leon dengan posisi yang sudah siap menyerang kapanpun itu.


"Wah, wah, wah, ternyata ada wanita cantik di sini" ujar Edward.


"Hey, tidak kah orang itu bercerita bagaimana tangannya bisa putus?" tanya Leon.


"Memangnya siapa yang peduli" jawab Edward.


"Baiklah, baiklah akan aku ceritakan, tangannya putus karena telah berani menggoda istriku dan jika kau juga berani melakukannya resiko yang akan kau terima lebih parah dari itu" kata Leon menjelaskan.


"Hahahaha sudah aku bilang aku tidak peduli sama sekali" ujar Edward.


"Nona cantik bagaimana jika kau menjadi kekasihku saja, aku jamin kau akan lebih bahagia" ujar salah seorang di belakang Edward.


"Hahahaha ternyata hanya seorang Level jendral, sombong sekali kau di depan nona ku" ujar Guts.


"Sialan siapa kau!" kata Dante marah.


"Aku juga seorang Assassin sama sepertimu" ujar Guts kemudian menghilang dari tempatnya.


Dalam sekejap mata Guts sudah berada di samping Dante dengan pisau kecilnya yang terarah ke leher Dante, mereka semua sangat kaget dengan kecepatan pergerakan Guts, tidak ada satupun dari mereka yang bisa melihat pergerakannya.


"Sial, bahkan aku sama sekali tidak menyadari bahaya darinya" kata Dante dalam hati.


"Lalu apa lagi yang mau kau sombongkan, bocah..!" kata Guts pelan kemudian menghilang dan kembali ke tempatnya.


"Sial, kalian terlalu sombong!!" ujar Edward marah.


Aura hitam yang kuat lansung lepas dari tubuhnya dan menekan siapa saja yang berada di dekatnya, namun Edward sangat kaget ketika melihat mereka bertiga masih tidak apa-apa dan seperti ada aura keemasan yang melindungi mereka.


"Master tingkat akhir" gumam Leon pelan.


"Tuan, biar aku saja yang melawan mereka, saat ini tuan tengah terluka" ujar Guts.


"Kau juga tidak akan mampu melawan mereka sendirian" jawab Leon.


"Hey pak tua, aku tidak ingin menghancurkan gedung restoran ini, dan juga jika kita bertarung di sini sudah pasti tempat di sekitar sini akan ikut hancur, jadi bagaimana jika kita bertarung di arena saja" kata Leon.


"Hahaha apa kau takut bocah?" tanya Edward.


"Takut?" Leon tersenyum sinis.


"Shadow Clone"


"Pe-pemimpin, tolong kami"


Edward kaget mendengar semua anggotanya minta tolong dia menoleh ke belakang dan menjadi sangat kaget serta sedikit gemetar ketika melihat di setiap anggotanya sudah ada satu bayangan hitam dengan sebuah pedang terarah ke leher mereka semua.


"A-apa ini, darimana datangnya semua bayangan hitam itu" kata Edward dalam hati.


"Jadi bagaimana, apa kau menerima tawaranku atau kau masih mengira aku lemah?, jika kau percaya maka dengan satu jentikan jari saja semua anggota guild mu pasti mati" kata Leon santai.


Edward tersadar dari lamunannya dan segera memutar pandangannya kembali ke Leon, ketika dia melihat Leon tubuhnya semakin gemetar ketakutan, dia tidak menyangka akan bertemu orang yang lebih kuat darinya di kota ini, bahkan auranya saja sudah seperti seekor monster tingkat tinggi.


"B-baik, aku terima" jawab Edward gugup.


"Bagus, yang akan menjadi lawan kalian adalah ketiga penjagaku, dan pertarungan akan di adakan di arena kerajaan dalam waktu dua hari, jadi persiapkan diri kalian" kata Leon santai.


"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Leon kemudian pergi meninggalkan tempat itu bersama Ashley dan Guts.


[**Selamat tuan berhasil mengancam guild Nightmare, anda mendapat spesial skill : Skill transfer, dan 1000 koin emas.


Skill transfer : tuan dapat mentransfer skill pada orang lain yang merupakan bukan skill spesial katana dan skill harus sesuai dengan job yang akan di transfer**].


"Eh.. Suara ini lagi, sudah lama aku tidak mendengar suaranya" kata Leon dalam hati.


"Skill transfer, aku harus mencobanya nanti" gumam Leon.


"Ada apa sayang?" tanya Ashley


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mencoba skill baru saja" jawab Leon.


"Guts nanti malam datanglah ke kamarku, ada yang ingin aku sampaikan pada kalian, ajak Xin dan juga Asta" kata Leon.


"Baik tuan" jawab Guts.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan, karena masalah yang mereka alami Ashley mengajak Leon untuk kembali ke istana karena dia tidak ingin mendapat masalah lain lagi.