
Keesokan harinya Leon dan Lyon pergi ke hutan untuk mencari markas para bandit dan berencana untuk memusnahkan mereka semua, sementara itu kepala desa Ronald dan juga adiknya Frank pergi ke kota yang di kawal sendiri oleh Logan.
Mereka berniat untuk memulai rencana membangun kediaman untuk Leon maka dari itu mereka ingin pergi ke kota untuk mencari para pekerja handal yang bisa sebuah kediaman untuk Leon.
Leon juga sudah meminta Ronald untuk mencarikan gambar sketsa rumah di kota karena sampai saat ini Leon masih bingung ingin membuat kediaman seperti apa nantinya.
Sementara untuk para penduduk desa sendiri mereka sudah berani untuk pergi meninggalkan desa dan menjual hasil kebun mereka ke kota atau kerajaan terdekat, setelah adanya Leon dan teman-temannya mereka semua bisa bernafas lega dan tidak khawatir dengan para bandit lagi.
Di kedalam hutan, Leon dan juga Lyon mulai mencari-cari dimana letak markas para bandit tersebut, mereka mengikuti petunjuk dari beberapa warga yang pernah melihat markas tersebut, dan benar saja selang beberapa saat mereka menemukan sebuah markas bandit, namun markas ini bukanlah markas bandit serigala malam.
"Lyon habisi mereka secepat mungkin dan jangan sampai ada yang tersisa, tapi ingat jika ada warga biasa jangan bunuh mereka" kata Leon memberi perintah.
"Tenang saja kakak, akan aku selesaikan dengan sangat cepat bahkan mereka tidak akan sampai mengetahui siapa yang sudah membunuh mereka semua" jawab Lyon dan kemudian melesat dengan cepat kearah markas bandit tersebut yang berupa sebuah gua.
"BOOOOMMMM!!!"
Ledakan yang sangat besar terjadi dan seketika gua yang terlihat sangat kokoh tersebut menjadi hancur dan rata dengan tanah, dari arah gua yang telah hancur itu Lyon berjalan kembali dengan membawa tombaknya dan melambaikan tangan pada Leon.
"Kakak, sudah selesai dan tidak ada warga di sini, hanya ada beberapa tikus kecil" kata Lyon.
"Baiklah mari kita lanjutkan" jawab Leon.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat yang menurut para warga di sana ada markas para bandit, setelah seharian mereka berada di hutan namun masih saja belum mereka temukan markas bandit serigala angin yang mereka temukan hanyalah beberapa markas bandit biasa kecil bahkan ada juga yang terlihat seperti markas baru.
Dari sekian banyak markas yang mereka musnahkan hanya ada beberapa markas yang memiliki budak, setelah melepaskan mereka semua Leon meminta mereka untuk mengikutinya dengan janji mereka tidak akan di jadikan budak lagi dan tentu saja tidak ada paksaan dalam hal tersebut.
Karena ketulusan hati Leon yang benar-benar ingin membantu mereka akhirnya mereka semua mau mengikuti Leon, Leon meminta mereka untuk pergi ke desa angin dan menjadi penduduk desa tersebut tak lupa Leon juga membuatkan peta agar mereka semua tidak tersesat.
Karena lelah mencari akhirnya Leon dan Lyon memutuskan untuk beristirahat malam ini dan melanjutkan pencarian markas bandit serigala malam esok hari, malam harinya mereka makan bekal yang telah di siapkan oleh penduduk desa untuk mereka berdua karena para penduduk tau mereka akan menempuh perjalanan yang lumayan lama.
"Kakak, aku sebenarnya masih bingung dengan rencana mu itu, bisakah kau jelaskan secara rinci" tanya Lyon.
"Aku juga bingung Lyon, entah apa yang membuatku merasa ingin melindungi merekam semua, dan anehnya tiba-tiba saja aku merasa sangat nyaman di sana" jawab Leon.
"Jadi apa kakak akan, menjadikan desa itu sebagai wilayah kakak?" tanya Lyon.
"Wilayah apa maksudmu?" Leon berbalik bertanya.
"Kakak, hutan ini dan juga desa itu adalah daerah yang tak bertuan dengan kata lain, jika suatu saat nanti ada salah satu bangsawan dari kerajaan mengetahui daerah ini, maka mereka akan merebut daerah ini untuk menjadi wilayah mereka, apalagi daerah ini sangat subur" jawab Lyon.
"Kau benar juga, bukan tidak mungkin para bangsawan akan tertarik menjadikan daratan ini sebagai daerah kekuasaan mereka" ujar Leon.
"Meskipun begitu aku bukanlah bangsawan Lyon" ucap Leon.
"Untuk apa menjadi bangsawan jika kakak bisa menjadi raja" ujar Lyon dengan nada santai.
"Hahahaha, benar juga kau" Leon tertawa ringan
"Tapi sepertinya kita kedatangan tamu" Leon berkata pelan.
"Hey yang bersembunyi di sana, apa kau tidak bosan duduk di tempat gelap" kata Lyon dengan nada tinggi.
Lalu dari dalam semak-semak tidak jauh dari mereka keluar seorang pria paruh baya dengan mengenakan sebuah topeng kemudian diikuti oleh beberapa orang lainnya yang sedari tadi bersembunyi, mereka semua terlihat menggunakan topeng yang sama.
"Hahahaha serahkan harta kalian, dan juga tinggalkan armor kalian itu jika kalian masih ingin melihat mentari pagi" kata pria yang terlihat seperti pemimpin mereka.
"Siapa dan mau apa kalian" tanya Lyon santai.
"Hahahaha berani juga kau petualang, baiklah karena sebentar lagi kau akan mati maka akan aku beritahu bahwa kami adalah bandit serigala malam" jawab orang itu.
Mendengar kata Serigala malam, Leon dan juga Lyon yang awalnya hanya duduk santai tiba-tiba saja berdiri dan memandang kearah orang yang tdi bicara.
"Hahahaha ada apa setelah kalian mendengar kata serigala malam, kalian jadi takut begitu" orang tersebut terus saja tertawa.
"Lihatlah mereka berdua ketakutan sampai tak bisa bicara" lanjutnya terus tertawa bersama para bawahannya.
"Lyon kali ini biarkan aku yang beraksi" kata Leon.
"Silahkan kakak, aku janji tidak akan mengganggu kesenanganmu" jawab Leon.
Leon kemudian mengeluarkan katana dari cincinnya dan lansung melesat secepat kilat menebas kepala pria yang sedari tadi terus tertawa, mereka semua berhenti tertawa saat mengetahui bahwa tubuh atasan mereka telah tumbang dengan kepala yang menggelinding di tanah.
"Hahahaha sekarang kami lah yang akan tertawa" kata Lyon.
Sementara Leon setelah menebas kepala orang itu ia hanya tersenyum memandang mereka, meskipun saat ini adalah malam hari namun karena sinar bulan yang terang, terlihat jelas senyuman Leon seperti seekor serigala buas yang siap menerkam para kelinci yang mengusik tidurnya.
"Mo-monster!" kata salah satu dari mereka, dengan tubuh yang masih bergetar hebat dan juga berkeringat dingin mereka mencoba lari dengan sekuat tenaga untuk menjauh dari Leon, namun naas Leon sama sekali tidak membiarkan mereka kabur dia melesat dengan kecepatan tinggi menebas mereka semua hingga mereka mati dalam keadaan berlari dengan kepala yang sudah lepas dari tubuh.
Leon tidak membunuh semuanya dan hanya menyisakan satu orang bandit untuk di interogasi dan menjadi penunjuk jalan menuju markas mereka.
"Kakak sangat mengerikan saat sedang serius, wajar saja sampai saat ini aku masih merasakan tekanan saat bersamanya" gumam Lyon pelan, kemudian dia menghampiri Leon dan juga seorang bandit yang sudah di tangkap oleh Leon.