Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
End



Setelah semuanya selesai dan jadwal operasi yang telah di tetapkan tiba, Sevi pun di dorong mengunakan kursi roda menuju ruang operasi dan semala itu Arsen tidak pernah melepaskan genggaman tangan Sevi. Pria itu mungkin terlihat begitu tenang tapi jauh dalam lubuk hatinya ia begitu takut dan cemas.


Tapi ia tetap memilih mendampingi Sevi di selama ruang operasi, memeluknya saat akan di berikan suntikan dan terus mengajaknya untuk berbicara, ia bahkan tidak berpaling sedikit pun dari wajah Sevi.


" Sayang lihat aku. Jangan tutup mata kamu." Bisik Arsen, sembari mengusap pipi Sevi dan terus mencium keningnya berulang-ulang seakan tiada bosannya, Arsen melakukan hal itu.


Bahkan suara tangisan dari kedua bayinya, tidak membuatnya tertarik untuk melihat kepada mereka, sebab rasa takut akan kehilangan wanitanya yang sedang berjuang saat ini sangatlah besar. Ia ingin memastikan Sevi baik-baik saja sampai semua proses itu selesai, mendengar kedua anaknya sehat tanpa kurang satu apapun itu sudah lebih dari cukup untuk Arsen saat ini.


Bukan karena dia tidak menyayangi kedua anaknya. Dia juga sangat sayang kepada mereka semenjak berada dalam kandungan Sevi. Tapi saat ini dunianya sedang tidak baik-baik saja! Apalagi saat melihat wajah pucat Sevi yang masih terbaring di atas ranjang bedah itu.


Setelah melewati serangkaian proses, Akhirnya operasi itu selesai dan Sevi di pindahkan ke ruang pemulihan. Dan hal itu tidak cukup untuk membuat Arsen tenang, karena ia masih harus menyaksikan Sevi yang terus saja mual setelah operasi.


Dan bersyukurnya ia mempunyai dua wanita hebat yang dengan sigap membantu Sevi dan kedua anaknya! Walaupun ada dokter yang telah di tugaskan untuk menangani Sevi sampai ia pulih.


...\=\=\=\=\=\=...


Beberapa hari setelah operasi kini Sevi sudah terlihat lebih segar, ia pun sudah bisa berjalan kesana-kemari, mengendong kedua buah hatinya dan melakukan aktifitas sebagai seorang ibu baru di bantu Meisya dan Devi.


" Sayang gantian ya, biar mami yang jaga mereka kamu makan dulu gih." Ucap Meisya sambil menatap kedua cucunya, yang di beri nama Nathan Abiyasya Aldrich dan Nala Anandita Aldrich.


Nama Nathan dan Nala memiliki arti yang sama yaitu hadiah dari Tuhan. Sementara Abiyasya bermakna pintar dan Anandita cantik. Sesuai dengan paras Nala yang cantik.


" Nanti Aja mi! Aku juga belum lapar kok." Sahut Sevi. Setelah pulang ke rumah, Sevi lebih fokus kepada kedua anaknya hingga ia sering lupa makan dan harus selalu di ingatkan suami dan mertuanya itu.


" Kamu harus banyak makan sayang! Kamu punya dua orang anak yang harus di susui. " Tegas Meisya.


" Tapi mi_"


" Sana makan dulu atau mau mami telpon mommy kamu." Ancam Meisya, menantunya itu selalu tidak dapat berkutik jika bersangkutan dengan Devi dan hal itu selalu Meisya gunakan jika Sevi mulai ngeyel kalau di bilangin.


Dan pada akhirnya Sevi pun mengalah. Ia menitipkan kedua anaknya kepada mertuanya dan pergi ke ruangan makan untuk mengisi perutnya.


Wanita itu bisa di bilang beruntung memiliki mertua seperti Meisya! Karena wanita paruh baya itu selalu sigap membantu Sevi tanpa di minta. Menemani kedua anaknya menjaga cucunya dan terjaga bersama-sama saat malam hari tanpa mengintimidasi Sevi, harus begini dan begitu, ia dengan setia dampingi Sevi dan mengajarkan, seperti putrinya sendiri.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, tidak terasa kedua bayi kembar itu sudah berusia tiga bulan. Dan Kehadiran mereka sungguh, membawa warna baru dalam hubungan Sevi dan Arsen. Bahkan kedua bayi itu menjadi rebutan anggota keluarga dan kerabat mereka. Entah itu di kediaman Aldrich maupun di kediaman Firmansha.


Hubungan Sevi dan Arsen pun semakin mesra dari hari ke hari dan kini ibu muda itu sudah kembali melanjutkan kuliahnya, sementara Arsen tetap bekerja untuk memastikan kesejahteraan anak-anak dan istrinya walaupun harta keluarga mereka tidak akan habis jika dia hanya duduk manis di rumah. Tapi sebagai seorang suami dan seorang Ayah. Arsen ingin memberikan yang terbaik untuk Anak dan istrinya dari hasil usahanya sendiri.


Dan seperti biasa, sebelum melakukan aktivitas mereka di luar rumah, mereka selalu menyempatkan untuk sarapan bersama seperti pagi ini. Di temani Nathan dan Nala yang berada dalam stroller mereka. Kedua bayi itu sudah rapi dan wangi karena sebentar lagi mereka akan di jemput Devi.


" Assalamualaikum." Ucap Devi, begitu juga dengan Nanda yang mengantar sang mommy.


Kediaman Aldrich sudah seperti rumah kedua untuk Sevi dan keluarganya. Begitu pun sebaliknya. Untuk itu Devi berani berkunjung sampai keruang makan seperti sekarang ini.


" Waalaikumusalam." Jawab mereka yang tengah melingkari meja makan itu dengan kompak.


" Tidak, kamu bahkan bebas ingin datang kapan saja." Sahut Meisya.


" Terima kasih, mbak." Ujar Devi merasa sedikit tersanjung dengan sikap Meisya. Semenjak memutuskan untuk melupakan kesalahan paham diantara mereka! Hubungan keduanya semakin membaik dan berdampak baik juga buat hubungan anak-anak mereka.


" Kebetulan mommy udah datang! Aku mau langsung berangkat ke kampus! Takut terlambat. Aku titip Nathan dan Nala ya mom, susunya udah aku siapkan di tas Mereka." Ucap Sevi. Wanita itu langsung beranjak dari tempat duduknya menyalami, Devi, Meisya, Anggara dan Nanda kemudian menghampiri stroller bayinya mengecup kedua bayinya bergantian. " Sayang kalian nggak boleh rewel ya sama Oma, mommy kuliah dulu, dadah sayang-sayangnya mama." Ujarnya kepada kedua bayi itu kemudian meninggalkan ruang makan di ikuti Arsen yang akan mengantarnya ke kampus.


Setelah Sevi pergi , Devi pun pamit kepada besannya. Kemudian membawa pulang Nala dan Nathan ke kediaman Firmansha, sebab pagi ini Meisya harus menemani Anggara keluar kota jadinya Devi yang kebagian merawat kedua cucunya.


Sementara itu di tempat lain, Arsen terus mengecup tangan istrinya! Sambil konsentrasi mengemudi. Jika di tanya apa dia bahagia tentu saja jawabnya iya. Dia sangat-sangat bahagia. Karena memiliki wanita yang dia cintai dan anak-anak yang selalu sehat dan ceria.


" Pulang jam berapa?" Tanya Arsen.


" Belum tau! Soalnya hari ini ada tiga mata kuliah yang harus aku ikuti." Jawab Sevi.


Arsen mengangguk seraya berkata. " Kalau udah selesai, hubungi aku! Nanti aku jemput."


" Iya sayang! Malam ini kita jadi nginap di rumah mommy kan?" Semenjak melahirkan Sevi mulai merubah panggilannya kepada Arsen atas desakan dari mommy-nya


" Iya." Arsen mengangguk.


Tak lama berselang mobil Arsen pun tiba di kampus, keduanya sempat saling berpelukan dan berciuman di dalam mobil sebelum Sevi turun dan melambaikan tangannya kepada Arsen. Begitu langkah Sevi menjauh, Arsen pun segera melanjutkan perjalanan ke kantor.


Dalam hidup ini, setiap orang pasti pernah berbuat salah, entah itu di sengaja ataupun tidak! Dan setiap orang memiliki jalanya masing-masing untuk menyelesaikannya. Ada yang lari dari masalah itu sendiri dan ada yang menghadapi dan menyelesaikannya seperti yang di lakukan Arsen.


Karena ia percaya, sesakit apapun prosesnya pada akhirnya akan berbuat manis dan dia dapat merasakan hal itu.


.......


.......


.......


.......


...End....


...Happy reading..πŸ–€πŸ–€...


...Terima kasih buat kalian yang sudah mau menunggu aku selama setahun. πŸ₯ΊπŸ₯Ί...


...Maaf karena selalu membuat kalian menunggu tanpa kepastian....


... πŸ™πŸ™πŸ™...


...Sekali lagi aku mohon Maaf dan terima kasih πŸ™πŸ₯°...