
Tidak terasa pesta pernikahan Sevi dan Arsen tinggal menghitung Jam, semua anggota keluarga, kerabat dan teman-teman mereka berdua telah berkumpul di kamar masing-masing! Untuk bersiap-siap begitu juga dengan Arsen dan Sevi.
Selain mengunakan ballroom hotel bintang lima, kedua orang tua mereka juga menyewa seluruh kamar yang di hotel itu untuk keluarga dan tamu yang ingin menginap.
" Sayang makan dulu biar kamu ada tenaganya! Acara kali ini akan lebih meriah dan tamunya tiga kali lipat dari acara kamu yang dulu." Ucap Devi memberitahu putrinya, ibu tiga anak itu membawakan putri dan menantunya makan dan minum sebelum bersiap-siap. Kamar yang yang di gunakan untuk mereka bersiap-siap, terlihat begitu berantakan. Dengan sebuah gaun yang masih terbungkus, tuksedo yang akan di gunakan Arsen, peralatan make up dan masih banyak benda yang mereka perlukan untuk menghias kedua mempelai itu, tergeletak dimana-mana.
" Nggak deh mom, habis pesta aja! Gimana kalau aku kebelet ke toilet! kan nggak lucu, mom." Tolak Sevi.
" Lebih nggak lucu lagi kalau kamu tiba-tiba pinsang." Sahut Devi tidak mau mengalah begitu saja dengan putrinya. " Ayo makan! Kalau kamu ingin ke toilet, mommy yang akan membantu kamu! Ayo aaa." Devi menyodorkan sendok berisi nasi dan sedikit lauk ke mulut Sevi.
" Tapi aku nggak mau makan mommy." Tolaknya lagi. Ia bahkan menutup mulut dan hidungnya dari makanan yang di sodorkan Sevi. " Mommy, nggak mau."
" Sevi, buka mulut kamu! Mommy nggak mau kamu kenapa-kenapa."
" Honey sedikit saja." Arsen pun ikut membujuk Sevi.
Dengan desakan dan bujukan dari Arsen Sevi akhirnya mau." Mommy ihh." Ia dengan setengah malas membuka mulutnya, membiarkan Devi menyuapinya.
Sementara Arsen hanya tersenyum melihat sang mommy mertua memanjakan istrinya. " Kamu juga makan, jangan senyum-senyum aja! Udah bisa makan sendiri kan?" Ucap Devi kepada Arsen.
" Iya mom." Jawab Arsen sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Selesai makan, Sevi melangkah masuk ke kamar mandi, menyegarkan tubuhnya sebelum di make up, oleh MUA yang telah di pilih mommy dan mami mertuanya.
Setelah melewati serangkaian proses poles sana poles sini akhirnya Sevi selesai di make up dan kini saatnya dia mengunakan gaun pengantinnya.
Gaun yang di buat khusus untuknya begitu indah dan begitu pas di badan Sevi. Setelah mengunakan gaun itu, Sevi terlihat seperti seorang putri kerajaan yang keluar dari negeri dongeng, dimana nuansa fantasi dan romantis berpadu menjadi satu. Sebuah gaun pengantin menjadi impian setiap wanita saat akan menjadi ratu sehari. Dan sang mommy berhasil menciptakan hal itu untuk Putrinya.
" Ini sungguh indah." Ucap Sevi, di ikuti butiran bening yang keluar dari kedua sudut matanya, seakan mewakili apa yang dia rasakan saat ini.
Bukan hanya Sevi yang terpesona dengan gaunnya, Arsen pun ikut terpesona, apalagi saat gaun itu menempel di tubuh Sevi. " Istriku memang layak mendapatkan yang terbaik." Bisik Arsen, pria itu telah selesai bersiap-siap dan tuksedo yang ia gunakan serasi dengan gaun yang di gunakan Sevi. " Kamu begitu cantik, Honey." Ucapnya lagi. Membuat bibir Sevi melengkung.
" Suamiku juga sangat tampan." Sevi juga membalas pujian Arsen, kemudian berbalik dan melingkarkan tangannya di pundak Arsen, ia bahkan tidak menghiraukan keberadaan beberapa MUA dan assiten desainer yang kini tengah membantunya bersiap-siap.
Tidak ingin mengecewakan hati sang istri, Arsen pun membalas pelukan Sevi. " Terima kasih atas pujian-mu, honey." Sebuah kecupan dengan durasi sedikit lama Arsen berikan pada kening Sevi. " Aku mencintaimu." Lanjutnya.
" Hmmm.." Sevi bergumam sebagai jawaban.
" Dek, nanti dulu ya pelukannya, tinggal sedikit lagi ini." Ucap salah satu Tim Desainer yang merapikan gaun Sevi sekaligus ini memasang tiara yang terbuat dari berlian sepenuhnya itu di kepala Sevi.
" Tapi aku capek om, bisa nggak di tunda dulu." Keluh Sevi tanpa melepaskan pelukannya dari Arsen.
" Dek_" Wanita yang tadi berbicara itu, ia ingin berbicara lagi. Tapi Arsen mengangkat tangannya sebagai isyarat agar dia Diam.
" Sebaiknya kalian keluar dulu! Aku akan membujuknya." Pinta Arsen. Mereka pun menurut kemudian meninggalkan Arsen dan Sevi." Kamu kenapa. Hmmm?" Tanya Arsen, sembari mengusap punggung Sevi.
" Aku capek banget, pinggul aku juga sakit." Aduhnya! Sembari membenamkan wajahnya pada leher Arsen.
" Kenapa? Tamunya mau datang." Sevi menggeleng. " Ya udah istirahat dulu, kamu duduk lagi ya! jangan berdiri nanti tambah capek. " Sevi kembali menggeleng kepalanya.
" Oke, tapi hanya sebentar ya." Sevi mengangguk tanpa bersuara. Sementara Arsen terus mendekap pinggangnya dengan tangannya sesekali naik turun mengusap punggung Sevi.
Ceklek..
Di saat Arsen tengah memberikan kenyamanan untuk Sevi. Mami Meisya masuk bersama dua orang wanita yang tergabung dalam tim untuk membantu Sevi bersiap-siap.
" Sevi kenapa sayang." Tanya mami Meisya.
Arsen menggeleng kepadanya, kemudian berkata." Katanya sih capek gitu mi."
Mami Meisya mengangguk paham, kemudian berbalik kepada dua wanita yang ikut masuk bersamanya sementara sisanya tetap berada di luar.
" Bagaimana ini Bu, padahal tinggal di pakaikan tiara sama benarin gaun aja." Ucap salah Satu wanita yang berada di hadapan Meisya.
Meisya pun melihat kearah jam di dinding, tinggal lima belas menit lagi Arsen dan Sevi sudah harus keluar menemui tamu undangan yang sudah memenuhi ballroom hotel. " Kalian bisa melakukannya dengan posisi dia seperti ini. " Tanya Meisya kepada kedua wanita itu.
Keduanya pun saling memandang dan tampak menimbang-nimbang sesaat, sebelum menganggukkan kepala dengan kompak.
" Ya sudah lakukan." Titah sang nyonya Aldrich.
Sepuluh menit berlalu, Sevi pun telah siap. Mami Meisya membantu anak dan menantunya itu keluar! Walaupun ia sedikit cemas saat melihat wajah sevi yang terlihat sedikit pucat.
" Sayang, kalau kamu sudah tidak kuat, langsung kasih tahu mami ya " bisik Meisya, kepada menantunya saat mereka berada di depan pintu ballroom dan sedang menunggu aba-aba sebelum mereka masuk.
Sevi Mengangguk dan menjawab. " Iya Mami."
Tak lama setelahnya pintu ballroom itu pun di buka, laut tamu undangan memenuhi ruangan itu dan semua undangan yang hadir berdiri menyambut kehadiran keduanya.
Para wanita yang hadir bahkan di buat terpukau dengan gaun yang di gunakan Sevi. Semua yang melekat di tubuhnya malam itu begitu sempurna.
Sevi dan Arsen berjalan ke arah pelaminan, walaupun iringan musik begitu bergema di ruangan itu tapi Baik Arsen maupun Sevi masih bisa mendengar pujian kepada mereka. dan banyak juga yang menatap kasihan kepada Sevi.
Bagaimana tidak kasihan, Devi dengan sengaja membiarkan berita Randy menyelingkuhi Sevi, hingga Randy memiliki anak dengan wanita lain dan menetapkan Sevi sebagai korban beredar menjadi konsumsi publik. Agar tidak ada yang menilai buruk tentang Sevi, saat pesta pernikahannya dengan Arsen di gelar. Dan rencananya benar-benar berhasil. Banyak yang kasihan kepada Sevi juga merasa senang karena dia dapat menemukan pengganti Randy dan tidak larut dalam kesedihan.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..🖤🖤...