Sevi Is Mine (Hate But Love)

Sevi Is Mine (Hate But Love)
Masalahmu, Masalahku.



Tidak ingin membuat sevi semakin sakit hati dengan sikap mommy-nya. Aksel meminta Arsen dengan keluarganya untuk membawa Sevi pergi." Mbak Mey, Mas Anggara! saya titip Sevi kepada Mbak dan mas. Dan sebagai seorang ayah sekaligus seorang suami. Saya minta maaf atas sikap istri saya."


" Jangan terlalu di pikirkan Aksel. Aku mengerti sikap Devi! mungkin dia masih membutuhkan waktu untuk menerima Arsen. Sementara untuk Sevi, kamu tidak perlu khawatir dia sudah menjadi bagian dari keluarga kami! tentu saja, aku dan Arsen akan menjaganya dengan baik." Ucap Anggara sambil menepuk pundak Aksel untuk meyakinkannya


Sementara mommy-nya Arsen hanya mengangguk dengan malas! terlihat jelas di wajahnya kalau wanita paruh baya itu, begitu terpaksa menerima Sevi sebagai menantu nya. " Sayang masuk lah! nanti ayah akan bicara dengan mommy kamu! Ayah yakin semua akan baik-baik saja dan ini semua hanya soal waktu." Aksel membuka pintu mobil Arsen untuk Sevi.


" Ayah! Sevi nggak mau ikut mereka. tolong jangan paksa Sevi." Ujar Sevi, kedua matanya sudah begitu bengkak karena terlalu lama menangis, tapi air matanya masih terus menetes dan sesekali melihat ke belakang berharap bisa melihat keberadaan Devi.


" Maaf ya sayang." Aksel memeluk Sevi dan mencium kening putrinya itu penuh kasih sayang. "Arsen ayah titip Sevi ya." Ucapnya lagi. Kemudian menyerahkan tangan Sevi kepada Arsen. Dan berbalik untuk kembali kedalam rumahnya.


Sementara di belakang sana, Sevi mulai histeris saat langkah Aksel perlahan menjauh." Aku nggak mau Ayah, Ayah maaf jika Sevi salah, tolong jangan hukum Sevi seperti ini." Bagi Sevi , masa-masa ini adalah titik terberat dalam hidupnya.


" Sevi, sudah jangan seperti ini. Kita sebaiknya pulang dan ikuti semua permintaan orang tua kamu! Jangan menyiksa diri kamu sendiri terus, ayo kita pulang. Kamu juga butuh istirahat kan." Bujuk Arsen.


" Aku nggak mau! Apa kamu nggak dengar. Asal kamu tahu, setiap hal buruk yang terjadi dalam hidup aku itu karena kamu. Setiap kamu datang aku selalu mendapatkan masalah dan mencari masalah dengan aku. Apa kamu senang sekarang hidup aku jadi seperti ini apa kamu puas, setelah mendapatkan apa yang kamu inginkan." Teriaknya sembari memukul dada dan pundak Arsen. " Aku nggak akan pergi kemanapun aku akan tetap disini. " Lanjut lagi.


" Sudahlah Arsen ayo kita pulang, mommy sudah ngantuk ini. Tinggalkan saja dia disitu. Merepotkan saja." Teriak Meisya dari dalam mobil. Wanita itu duduk tepat di samping Anggara yang akan mengemudi.


" Mami, Diam! Apa mommy lupa semua ini bisa terjadi kepada Sevi karena ulah mommy, harusnya mommy minta maaf kepada menantu kita bukan berkata seperti itu. " Tegur Anggara kepada istri.


" Maaf." Ucap Arsen, tanpa ba-bi-bu ia langsung mengangkat tubuh Sevi dan membawanya masuk ke dalam mobil sebelum orang tua ikut perang dingin dan tidak peduli sekeras apa Sevi menolak dan memberontak ia tetap membawanya pergi dari sana.


Dan begitu Arsen dan Sevi masuk kedalam mobilnya. Anggara perlahan mulai melaju kan mobil itu meninggalkan kediaman Firmansha. Selama perjalanan mereka, Sevi masih terus menangis dan memberontak! tapi Hal itu tidak lama, karena ia lelah dan mengantuk sehingga tertidur sebelum mobil yang di kendarai oleh Anggara sampai di kediaman Aldrich. Sementara di rumah Devi, semua keluarga Devi, yang ia hubungi memilih menginap di rumahnya.


\=\=\=\=\=\=\=


Pagi harinya, setelah selesai sarapan, Devi kembali mengajak mereka berkumpul di ruang Keluarga dan meminta Putra untuk menunjukkan bukti-bukti yang dia dan Arsen kumpulkan di depan semua anggota keluarganya.


" Setelah Aku dan Yudha selidiki, wanita yang bernama Putri itu adalah anak dari suami pertama bunda Nadia dan istri keduanya. Putri adalah seorang janda, dia di gerebek di kosan bersama cowoknya tengah melakukan hubungan intim kemudian di nikahkan sama warga setempat. Karena ekonomi suaminya di bawah rata-rata, ia memutuskan untuk lari dari rumah suaminya dan bertemu dengan Bunda Nadia yang sedang berlibur kesini dan entah bagaimana ceritanya bunda Nadia membawanya ke Jerman dan di situlah ia pertama kali bertemu dengan Randy dan keduanya memiliki hubungan. Bunda Nadia yang mengetahui hal itu, mengirim putri kembali ke Jakarta untuk memutuskan hubungan mereka dan menawarkan perjodohan dengan Sevi agar putri tidak menganggu Randy lagi tapi tanpa bunda Nadia tahu. Mereka masih menjalani hubungan diam-diam dan sering berlibur bersama." Jelas Putra kepada mommy dan yang lainnya.


" Apa Bunda Nadia juga tahu! Jika Putri tinggal bersama mereka? " Tanya Rara di angguki putra.


" Dan untuk ketahuan mommy dan yang lainnya. Setiap hari mereka selalu mempertontonkan hubungan terlarang mereka di depan Sevi tanpa menghiraukan perasaannya. Dan video yang mommy lihat itu, terjadi saat aku, Arsen dan Yudha ada dalam apartemen Sevi! Entah berapa banyak yang telah dia lihat. Dan ketika aku tanya kenapa nggak pergi. Jawabannya karena ingin membahagiakan mommy dan tidak ingin membuat mommy Kecewa. Padahal dia tahu Dia akan tersiksa. Tapi tetap memilih bertahan dan Diam." Lanjut Putra lagi.


Kemarahan dan rasa kecewa! Bukan hanya di tunjukkan oleh Reza seorang, semua yang ada di ruangan itu pun menunjukkan ekspresi wajah yang sama! Termasuk Devi.


Tapi ia belum tahu bagaimana caranya menemui sang putri untuk meminta maaf! Apalagi dia harus bertemu dan melihat wajah Arsen. Devi belum siap melakukan hal itu. Jadi untuk saat ini dia akan mengurus Nadia dan Randy.


Sementara itu, Di kediaman Aldrich, Sevi yang kelelahan dan terlalu banyak menangis di tambah mereka baru tidur di jam dua pagi, membuat ia bangun Kesiangan.


Dan begitu membuka kedua matanya! Ia mendapati dirinya di tempat yang asing. Kamar yang begitu besar! Ranjang king size dan suasana maskulin menyambut paginya.


" Kamar siapa ini." Tanya Sevi dengan suara khas bangun tidurnya. Entah karena dia yang baru bangun atau dia benar-benar lupa akan situasi! Sehingga Sevi tidak menyadari di mana ia sekarang.


Sevi mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan mendapati Arsen tengah tidur di sofa yang ada di ruangan itu. Seketika bayangan ke jadian semalam terlihat di benaknya.


Saat akan berangkat dari tempat tidur, suara Arsen menghentikan pergerakan" Selamat pagi! Kamu sudah bangun?" Sevi tidak menjawab pertanyaan Arsen dan hanya mengangguk kepalanya. " Kalau kamu butuh sesuatu! Ngomong aja sama aku." Ucap Arsen lagi.


" Maaf sudah merepotkan keluarga om dengan masalah aku." Setelah istirahat yang cukup. Pikiran Sevi jadi sedikit jernih. Jadi ia bermaksud minta maaf atas sikapnya semalam.


" Sekarang kamu adalah istriku! Masalah kamu, masalah aku juga dan keluarga ku keluargamu begitu pun sebaliknya. Jadi jangan minta maaf untuk kesalahan yang tidak pernah kamu lakukan. Dan jika ada yang harus minta maaf disini! Itu aku bukan kamu." Sahut Arsen. Sembari menghampiri Sevi.


" Aku harus ke toilet." Ucap Sevi saat tangan Arsen hampir melingkar di pinggangnya. Ia bergegas membuka salah satu pintu yang ada di kamar itu untuk menghindari Arsen dan berharap di balik pintu yang dia buka adalah kamar mandi. Jika tidak! Entah bagaimana caranya dia menunjukkan wajah di depan Arsen. Dan sepertinya Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadanya karena itu.


Sementara Arsen hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah istrinya. Baru semalam ia marah dan menyalakan dirinya dan sekarang sevi tidak sungkan untuk menunjukkan wajah malu-malunya. Sungguh tidak ada yang dapat menebak mood seorang wanita.


.......


.......


.......


.... Bersambung....


...Happy reading..🖤🖤...