
Sejak hari itu, Arsen tidak sadarkan diri selama tiga hari. Dan begitu ia sadar, dia langsung meneriaki nama Sevi dan mencari keberadaan wanita itu. Meronta tidak karuan dengan terus menerus meneriaki nama Sevi. Lelaki itu bahkan menangis dan tidak peduli dengan keadaannya saat ini. Sehingga dokter yang menanganinya memberikan dia obat penenang membuatnya perlahan lahan kembali tertidur.
Meisya yang melihat keadaan putranya di balik kaca besar yang menjadi pembatas di antara mereka, hanya bisa menitihkan air mata, ia menyesal telah meminta arsen untuk menyakiti Sevi tanpa ia tahu cerita sebenar.
Bukan Hanya Meisya seorang yang merasakan sebuah penyesalan sebab Anggara, Suami dari wanita paruh bayah itu pun merasakan hal yang sama. Andai waktu dapat anggara putar kembali, Lelaki itu pasti akan menceritakan yang sebenarnya kepada anak dan istrinya.
Sayangnya semua sudah terjadi, waktu pun tidak dapat di putar kembali. Sebab tuhan menciptakan penyesalan. Agar kita sadar, tidak semua hal dapat di ulang kembali, seperti yang di harapkan anggara saat ini.
Pandangan pasangan paruh bayah itu tidak lepas sedikit pun dari putra semata wayang mereka. Lelaki itu kini terbaring di atas ranjang rumah sakit itu.
Dua hari yang lalu, Yudha menemukan Arsen dalam keadaan tidak sadar kan diri, ia langsung membawa Arsen ke rumah sakit, begitu menyadari ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu. " Pi, tolong sembuhkan Arsen pi, Lakukan apapun agar dia kembali seperti dulu." Meisya memohon kepada suaminya. " Mami tidak sanggup melihatnya seperti ini. Mami yang salah pi, mami yang memulai semua ini, andai mami tidak memintanya untuk pulang pasti Arsen masih baik-baik saja sekarang. " Ia terus berbicara dengan sesegukkan.
Hati ibu mana yang tidak hancur melihat keadaan anaknya seperti itu. Bagi ibu mana pun, anak mereka adalah segalanya.
" Papi akan melakukan yang terbaik untuk Arsen mi, untuk saat ini Arsen membutuhkan dukungan dan doa kita, agar dia bisa melewati semua ini dan kembali seperti dulu lagi."
" Tapi kapan pi? Bagaimana jika Arsen tidak bisa seperti dulu lagi. Bagaimana_"
" SsSttttt jangan bicara seperti itu mi, mami harus yakin Arsen akan baik baik saja." Anggara memotong Ucapan sang istri walaupun dalam hati kecilnya ia juga merasakan ketakutan yang sama.
" Mami takut pi." Anggara mencoba menenangkan Meisya, memeluk dan mengusap punggungnya sehingga wanita itu sedikit tenang.
Tidak lama setelah itu, dokter yang menangani Arsen keluar, ia Menghampiri pasangan paru bayah itu dan menjelaskan kondisi Arsen kepada mereka. Dokter itu juga sedikit menyesali tidak Arsen yang tetap mengkonsumsi obat itu walaupun ia sudah melarangnya.
Setelah menjelaskan kondisi Arsen, dokter pun meninggalkan Meisya dan anggara. Yang masih ingin berada disitu, menunggui putra mereka.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Disaat keluarga Aldrich tengah berjuang dan berharap harap cemas akan kondisi Arsen. Ditempat lain, Keluarga Firmasha justru tengah mengadakan pesta besar dan mega di salah satu ballroom hotel bintang lima. Setelah pagi tadi Sevi resmi di peristri oleh Randy.
Bahkan air mata yang menetes dari kedua sudut mata Sevi, di anggap sebagai air mata kebahagiaan. Tanpa ada yang tahu hati wanita itu hancur dan dunianya seakan runtuh saat Randy dengan lantang mengatakan. Saya terima nikahnya Almira Aksevina Firmasha binti Aksel pradika Firmasha dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dan uang tunai sebesar satu juta rupiah di bayar tunai. dan kata sah. Dari para saksi dan penghulu semakin menambah rasa sakitnya.
Sevi dengan terpaksa memasang senyumnya, kepada tamu undangan yang naik untuk mengucap selamat kepada mereka. " Tante tahu perasaan kamu, dulu waktu tante nikah juga nangis kaya kamu gini. Kamu pasti nggak relakan pisah dari Mommy serta keluarga kamu kan, nanti juga akan terbiasa." Ucap Salah satu tamu undangan kepada Sevi. Sevi hanya tersenyum dan mengangguk.
" Kamu cantik sekali, semoga kalian langgeng sampai oma opa. "
" Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah."
Dan masih banyak doa serta ucapan dari tamu undangan yang hadir. Yang langsung di amiin kan oleh Rendy, sementara savi sendiri hanya menunjukkan senyum paksa dan sesekali mengangguk jika di haruskan. Jangan lupakan wajahnya yang mengkilat dan memerah sebab matanya tidak mau di ajak kerja sama untuk berhenti memproduksi air mata sekuat apapun dia menahannya, cairan bening itu tetap saja keluar, bersyukurnya, make up yang di gunakan Sevi waterproof, jadi wajahnya masih terlihat cantik sampai acara itu selesai.
Sevi Di antar terlebih ke salah kamar yang telah di pesan di hotel itu, sementara Rendy masih menemani beberapa tamu undangan dan teman-temannya yang masih berada di ballroom.
Sementara di dalam kamar, Sevi melepas gaun penggantinya, membiarkan gaun mahal nan cantik itu tergeletak begitu saja di lantai, bahkan Sevi tidak sungkan untuk menginjak gaun itu saat melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Perasaan yang sejak tadi ia tahan meluap begitu ia masuk kedalam bath up, yang berisi cairan seputih susu dan di taburi kelopak bunga mawar. Wanita itu marah, ia memukul mukul air dalam bath up itu, mengeluarkan kelopak bunga di dalamnya dan kembali menangis serta meraung.
Hatinya sakit, tetapi ia tidak bisa mengatakan hal itu. Ia marah pada diri sendiri karena tidak bisa melawan, saat di minta untuk menyakiti orang yang dia cintai. Ia ingin meminta tolong tetapi takut melukai. Pada akhirnya dia yang hancur.
Sevi memejamkan matanya dan menenggelamkan tubuhnya kedalaman bath up. Ia berharap cara itu dapat menghilangkan rasa sakitnya, tetapi rasa itu masih ada, Sevi justru merasa kehabisan nafas dan kembali keluar dari dalam air bertabur kelopak mawar yang telah berantakan itu.
" Jika ingin mati jangan sekarang, kamu akan merugikan aku." Suara Barito itu terdengar begitu mengintimidasi, serta dekat di telinganya, Sevi mengatur deburan nafasnya sebelum perlahan membuka kedua matanya.
Netra hitam itu langsung bertemu dengan manik lelaki yang kini berada tepat di hadapannya. Jarak keduanya begitu dekat tidak sampai sejengkal pun. " Selesaikan mandi mu, Aku akan menunggumu di luar! cepatlah ada yang ingin bertemu denganmu." Ucap Randy, setelah itu berlalu dari hadapan Sevi. tanpa mau menatapnya dua kali membuat tubuh Sevi membeku.
Ia sedikit terkejut, karena Sikap manis Randy yang di tunjukkan selama ini entah hilang kemana, Sevi bahkan tidak mengenalinya, apa dia masih Randy yang sama. Jika mereka tidak tumbuh bersama dulu, mungkin Sevi akan percaya jika Randy memiliki kembar.
Tidak ingin membuat Randy menunggu Sevi pun segera menyelesaikan mandinya, ia akan mencoba untuk menerima takdirnya serta menjalankan perannya sebagai istri walau hati dan pikirannya berada di tempat lain..
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 🖤🖤...