
Arsen yang tengah menikmati minum nya, langsung tersedak, saat Meisya menepuk pundaknya. " Maaf sayang, mami tidak sengaja." Ucap Meisya.
" Ada apa sih mi. Arsen lagi minum loh."
" Maaf sayang, tapi Itu, gelang kamu bukan?" Arsen melihat kearah yang di tunjukkan mami nya. Seketika itu ia langsung tersedak untuk kedua kalinya.
" Papi dia." Tanya Arsen, setelah mengontrol dirinya. dia ingat betul waktu itu ayahnya tahu kepada siapa dia berikan geleng itu.
" Ya, dia wanita itu, dia wanita yang katanya kamu cintai dan ingin kamu nikahi, dia wanita yang kamu cari, dia pula wanita yang kamu lukai dan hancurkan masa depan nya. Dia akan menjadi istri orang lain." Ucap Anggara membuat, Arsen sock, air yang baru saja membasahi tergorokannya bagaikan ribuan jarum yang menusuk di dalam sana, Tanpa ia sadari gelas piala yang ada dalam genggamannya hancur dan melukai telapak tangannya. Meisya yang melihat hal itu khawatir dengan putranya.
Ia ingin bertanya tentang keadaan putranya, tetapi Anggara mencegahnya. " Biarkan dia mi, dia tidak dalam keadaan baik saat ini." Bukan hanya Meisya yang khawatir, beberapa tamu undangan yang duduk tak jauh dari meja mereka pun turut khawatir. Tetapi Anggara kembali meyakinkan mereka jika Arsen baik baik saja.
Luka di tangan Arsen tidak seberapa di bandingkan luka di hatinya, selama ini dia telah melukai wanita yang dia cintai, dengan begitu tega nya. " Kenapa Papi tidak mencegah ku." Tanya Arsen, Kedua sudut matanya basah, ia tidak peduli orang akan memandannya sebagai lelaki lemah, sebab hatinya saat ini terlalu sakit.
" Jangan lupa Sen, pertama kali kamu menginjak kan kaki lagi di rumah. Papi sudah mengatakan, jangan bertindak yang akan membuat kamu menyesal." Teriak Arsen. Membuat MC langsung menegurnya.
" Mas, harap tenang dulu ya! Kalau ada masalah nanti setelah ini kalian bahas. " Ucap MC." Oke kita Masuk ke acara selanjutnya, sebenarnya acara selanjutnya ini tidak terlalu penting, hanya saja harus di lakukan! Untuk Mas Randy, Izin ya pinjam calon istrinya. " Sambung MC. Randy pun mengangguk.
" Adinda Sevi Silakan. " Ucap MC lagi kepada Sevi. Setelah mendapat kode Anggukan dari Devi.
Tanpa membuang waktu, Sevi mengambil Jus mangga dan Eskrim Coklat yang telah di sediakan, ia berjalan menghampiri, Meja di mana Arsen Duduk.
" Hai Om! Apa kabar? Om masih ingatkan sama Aku. Jangan ingat aku sebagai Mira ya om, wanita yang om benci. Tapi hari ini aku datang di hadapan om Sebagai Sevi, gadis kecil yang begitu menyukai Eskrim, Om ingat." Ucap Sevi begitu lantang bahkan tidak ada yang tahu bahwa kedua tangannya telah basah berkeringat dingin dan ia kini tengah menyimpan rasa gugup nya yang teramat sangat. Wanita itu berhasil menguasai perasaannya sendiri sehingga semuanya masih berjalan sesuai rencana Mommy Devi.
" Aku masih suka Eskrim loh Om dan aku tahu om juga masih menyukai jus mangga kan." Ucap nya. Sevi sebenarnya tidak tahu hari itu minuman apa yang ada di tangan Arsen, ia dan mommy nya hanya sekedar menebak, karena informasi yang mereka dapat, Lelaki itu begitu menyukai jus mangga. Dan tebak kan mereka BENAR.
" Maaf. " Ucap Arsen. Ia begitu menyesali perbuatannya. Kemana wajah sombong penuh cibiran beberapa menit lalu. Secepat itukah semua berubah.
" Haah, Om bilang apa?" Tanya Sevi. Ia sebenarnya dengar ucapan Arsen tetapi, Sevi hanya ingin mengerjainya saja.
Tanpa Arsen dan Sevi tahu, jus itu telah Devi campurkan dengan obat pemberian Anwar, dengan dosis yang begitu tinggi. Obat itu akan membuat Arsen berhalusinasi setiap wanita seumur Sevi yang dia lihat, akan terlihat seperti Sevi yang tersakiti. Devi sengaja melakukan ini agar Arsen menderita karena perbuatannya.
" Selamat tinggal, semoga om bisa menemukan wanita yang om cintai." Sevi beranjak dari tempat duduknya, hal yang sama juga dilakukan Arsen sebelum Sevi berbalik, Arsen lebih dulu memeluk dan mendekap Erat tubuhnya.
" Kamu lah wanita itu, aku mencintaimu! Tolong Maafkan aku. Jangan tinggalkan aku." Arsen semakin erat memeluk Sevi.
Nanda, Putra, Daffa dan Randy, mencoba melepaskan Arsen. Tetapi lelaki tak bergeming, ia bahkan tidak peduli dengan kekacauan yang dia buat.
" Om lepas aku nggak bisa Nafas." Keluh Sevi. Tetap Arsen tetap kekeh, membuat Nanda langsung memberinya bogeman mentah sementara, Putra dan Daffa, menarik tubuh Arsen. Begitu pelukan itu terlepas. Randy langsung mengajak Sevi untuk pergi dari situ, sementara acara di Hentikan untuk sementara, mengingat kekacauan yang di lakukan Arsen.
" Hai Jeng Meisya! Ini baru permulaan, masih ada kejutan lain untuk kalian, tunggu saja." Ucap Devi Saat keluarga Anggara akan meninggalkan kediaman Aksel, padahal acara belum selesai. Mereka tidak ada yang menjawab, dan tetap meneruskan langkah mereka. Setelah kepergian keluarga Anggara, Acara itu kembali berjalan dengan semestinya.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.. 🖤🖤...
...Vivia129. ...